![]()
SIDIK24 COM, Lombok Timur: Jika mendengar nama H. Ruhaiman, S.E., M.M., anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat dari Fraksi PPP. Tentunya, tidak terlepas dari sosok figur sederhana dan bersahaja yang merupakan salah satu tokoh figur dari pada partai berlambang Ka’bah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) NTB.
Meski tidak dipungkiri, menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Kabupaten Lombok Timur, sejumlah isu miring menerpanya. Namun, tidak menyurutkan langkahnya untuk maju dalam kontestasi Muscab DPC Partai Persatuan Pembangunan.
H.Ruhaiman, adalah salah satu sosok figur partai yang dikenal sederhana dan bersahaja. Saat dikonfirmasi awak media, (28|4). Ia dengan tegas mengatakan, pencalonannya sebagai Ketua DPC PPP Lombok Timur tidak didorong oleh kepentingan jabatan. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga marwah partai. Karena menurutnya, partai harus tetap dirawat dan dijaga.
Mantan Wakil Ketua DPRD Lombok Timur itu menilai Muscab bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, melainkan momentum konsolidasi organisasi. Ia menekankan pentingnya kaderisasi sebagai kunci keberlanjutan partai.
Di tengah proses tersebut, muncul isu yang mengaitkan dirinya dengan perkara hukum. H.Ruhaiman membantah keterlibatan sebagai pihak yang berperkara. Ia menegaskan posisinya hanya sebagai saksi.
Menurut dia, informasi yang tidak utuh berpotensi menimbulkan persepsi keliru di masyarakat. Ia meminta agar persoalan hukum tidak dikaitkan dengan agenda politik internal partai.
“Setiap persoalan harus dilihat secara proporsional,” ujarnya pada awak media.
Terlebih lagi, menanggapi kabar mengenai pimpinan Maraqitta’limat, Dr. TGH. Hazmi Hamzar, S.H., M.H., yang disebut akan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menurutnya, pilihan politik merupakan hak setiap warga negara yang dilindungi oleh undang undang.
Ia menilai kekuatan Partai Persatuan Pembangunan tidak bergantung pada satu figur. Ia menyebut jaringan kader dan simpatisan partai telah tersebar di berbagai wilayah dan organisasi. “PPP tetap kompak dan solid,” ujarnya.
Lebih jauh disampaikan, basis dukungan partai di Lombok Timur tidak terpusat pada satu kelompok tertentu. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi modal bagi partai untuk menjaga eksistensi di tengah persaingan politik.
Pencalonan dirinya, kata H. Ruhaiman, merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat struktur partai pada tingkat daerah pemilihan (Dapil). Ia berharap seluruh dapil dapat diisi kader yang memiliki integritas dan kapasitas.
Menurutnya, keberlanjutan partai sangat ditentukan oleh proses kaderisasi yang berjalan konsisten. Di tengah perubahan politik yang berlangsung cepat, Partai Persatuan Pembangunan dinilai perlu menjaga soliditas internal. Muscab Lombok Timur menjadi salah satu momentum untuk mengukur arah konsolidasi tersebut.

