Sidik24com. Meranti – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukumnya, Tim RAGA Polres Kepulauan Meranti, Polda Riau, kembali melaksanakan patroli malam di sejumlah titik rawan pada Sabtu (1/11/2025).
Patroli yang dimulai sejak pukul 20.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Kepulauan Meranti Kompol Syahrizal, bersama Padal Ipda Hendiyanto dan Katim Bripka Elva Dison, serta 20 personel gabungan dari Reskrim dan Samapta.
Kegiatan difokuskan pada pencegahan premanisme dan aktivitas geng motor yang berpotensi mengganggu kenyamanan serta keamanan masyarakat di Kota Selatpanjang.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH, melalui Kabag Ops Kompol Syahrizal, menjelaskan bahwa patroli Tim RAGA merupakan kegiatan rutin dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, terutama pada malam akhir pekan.
“Patroli ini merupakan langkah preemtif dan preventif untuk menekan gangguan keamanan, seperti aksi premanisme dan geng motor. Tim RAGA juga melakukan imbauan kepada masyarakat dan pemeriksaan di lokasi-lokasi yang dianggap rawan,” ujar Kompol Syahrizal.
Adapun rute patroli meliputi sejumlah titik strategis di Kota Selatpanjang, seperti Jalan Pembangunan I, Jalan Diponegoro, Jalan Nelayan, Jalan Puskesmas, Jalan Tebing Tinggi, dan Jalan Merdeka. Petugas juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada warga agar tetap waspada dan berperan aktif menjaga keamanan lingkungan.
“Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya tindakan premanisme maupun aktivitas geng motor,” ungkapnya.
Selain berpatroli, personel Tim RAGA juga melakukan dialog dengan warga dan kelompok masyarakat untuk memperkuat kesadaran hukum serta menumbuhkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan sekitar.
“Polri akan terus hadir di tengah masyarakat, terutama pada jam-jam rawan, untuk memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman saat beraktivitas di malam hari,” tutup Kompol Syahrizal.***
sidik24com. Meranti – Polres Kepulauan Meranti, Polda Riau, menggelar kegiatan edukasi peduli lingkungan dan penanaman pohon mangrove di Pantai Parit Besar, Desa Kedaburapat, Kecamatan Rangsang Pesisir, Jumat (31/10/2025).
Kegiatan bertajuk Green Policing ini dipimpin oleh Wakapolsek Rangsang Ipda Dongan M. Manalu, diikuti personel Bhabinkamtibmas serta pelajar Pramuka dari MTs Raudatut Thalibin Desa Kedaburapat.
“Melalui kegiatan Green Policing ini, kami ingin mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Menjaga alam adalah bagian dari menjaga masa depan,” ujar Ipda Dongan.
Kegiatan Green Policing kali ini mengusung tema ‘Peduli Lingkungan dari Rumah dan Sekolah’, dengan rangkaian kegiatan berupa sosialisasi edukatif tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup, pemberian bibit pohon, serta penanaman mangrove di kawasan pesisir Parit Besar.
Selain Ipda Dongan, kegiatan juga dihadiri Bhabinkamtibmas Desa Kedaburapat Aiptu Andri Kurniawan SH, Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Kedabu Aipda Daniel User, Kepala MTs Raudatut Thalibin Masripah, Pembina Pramuka Sukma, serta anggota Pramuka Gudep 0801–0802.
“Kami memberikan edukasi sederhana tentang cara menjaga kebersihan, mengelola sampah dari rumah, hingga menanam pohon sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan. Penanaman mangrove ini juga penting untuk mencegah abrasi pantai,” terang Ipda Dongan.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Para siswa terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian, mulai dari sosialisasi hingga kegiatan penanaman mangrove di tepi pantai.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap alam dan menjadi kebiasaan baik di tengah masyarakat,” tutup Ipda Dongan.
Terpisah, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH, menjelaskan bahwa Green Policing merupakan langkah strategis dan humanis Polri dalam menjaga ketertiban sosial sekaligus keberlanjutan lingkungan hidup.
“Konsep Green Policing ini menjadi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kelestarian lingkungan. Kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini kepada generasi muda agar peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujar AKBP Aldi.
Menurut Kapolres, kegiatan ini merupakan program Kapolda Riau dalam menghadirkan pemolisian yang adaptif terhadap tantangan zaman, seperti krisis lingkungan, perubahan iklim, dan ancaman kebakaran hutan serta lahan (karhutla).
“Kami ingin membentuk kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui Green Policing, Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penggerak kepedulian lingkungan,” pungkas AKBP Aldi.****
Sidik24com. Meranti – Dalam upaya mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan rumah ibadah, Polres Kepulauan Meranti, Polda Riau, terus menggiatkan program Subuh Keliling ke Masjid-Masjid (Suling Emas).
Pada Jumat (31/10/2025), kegiatan ini digelar serentak di seluruh jajaran Polres dan Polsek di wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti, dimulai pukul 04.30 hingga 06.00 WIB.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH, mengatakan bahwa program Suling Emas merupakan inovasi kepolisian yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pembinaan rohani bagi personel dan masyarakat.
“Melalui kegiatan Suling Emas, kami ingin menghadirkan sosok polisi yang dekat dengan masyarakat. Tidak hanya dalam tugas menjaga keamanan, tetapi juga dalam membangun nilai-nilai keimanan, kebersamaan, dan kepedulian sosial,” Ujar AKBP Aldi.
Kegiatan Suling Emas kali ini dilaksanakan secara serentak di beberapa titik. Diantaranya, Polres Kep. Meranti di Musholla Taufiq Selatpanjang, Polsek Tebing Tinggi di Musholla Al Muttaqin Selatpanjang, Polsek Tebingtinggi Barat di Masjid Al Muttaqin Alai, Polsek Rangsang di Masjid An Nur Tenggayun Raya, Polsek Rangsang Barat di Masjid Sabilul Muhtadin Bantar, serta Polsek Merbau di Surau Nurul Ikhsan Teluk Belitung.
Kapolres menjelaskan, kegiatan yang rutin digelar setiap Jumat pagi ini diawali dengan salat Subuh berjamaah bersama warga, dilanjutkan dengan tausiah, silaturahmi, serta penyampaian pesan-pesan kamtibmas.
Menurutnya, Suling Emas memiliki banyak manfaat, baik secara sosial maupun spiritual.
“Personel Polri bisa langsung bersilaturahmi dengan jamaah, menyampaikan pesan kamtibmas, sekaligus ikut memperkuat syiar Islam dengan mengajak masyarakat memakmurkan masjid,” jelas AKBP Aldi.
Selain mempererat hubungan dengan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi bagian dari patroli dini hari untuk memastikan keamanan di sekitar rumah ibadah. Personel yang terlibat turut melakukan pengamanan di lokasi agar suasana tetap aman dan kondusif.
“Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman beribadah. Melalui pendekatan spiritual ini, kami juga berharap tumbuh kesadaran bersama untuk menjaga keamanan lingkungan,” pungkasnya.***
MEDAN,– Inisiatif literasi yang digagas oleh Kelompok Perempuan PGRI Sumut dan Asosiasi Guru Penulis PGRI Sumut mendapat apresiasi tinggi dari jajaran pengurus. Dr. Saiful Abdi, Dr. Ilyas Sitorus dan Sekretaris PGRI Sumut menyambut baik suksesnya program “Panggilan Menulis: Dari Guru, Untuk Guru: Kisah dan Inspirasi yang Tiada Mati”.
“Kami menyambut baik dan sangat bangga dengan program ‘Panggilan Menulis: Kisah dan Inspirasi yang Tiada Mati’. Ini adalah wujud nyata dari upaya PGRI Sumut untuk memuliakan guru, khususnya guru perempuan, dan mendorong mereka untuk berkarya,” ujar Saiful.
Selain itu harapan bahwa buku antologi ini akan menjadi sumber inspirasi yang tidak hanya meningkatkan motivasi sesama guru, tetapi juga menunjukkan kepada publik luas bahwa guru perempuan di Sumatera Utara adalah sosok yang tangguh, dedikatif, dan produktif, sebut Ilyas.
“Kisah perjuangan, suka-duka, dan praktik baik yang dibagikan ini akan menjadi warisan inspiratif yang tak lekang oleh waktu.
Ini adalah cerminan dari peran ganda guru perempuan yang luar biasa,” tutup Ilyas.
Ketua penyelenggara kegiatan Nadhratun Nur, S.T., M. Si., yang juga Ketua Perempuan PGRI Sumut mengatakan kepada awak media di Medan Minggu 26/10/25, bahwa kegiatan ini dalam rangkaian memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI Tahun 2025. Masih menurut Nadhra, Rangkuman Proses Kurasi Naskah Program yang dibuka sejak Juli hingga Agustus 2025 ini telah sukses menyelesaikan proses kurasi naskah (yang berlangsung di bulan September 2025). Kegiatan penting berupa penyamaan persepsi dan kurasi naskah untuk Buku Antologi Perempuan PGRI Sumut telah rampung dilaksanakan pada Sabtu, 25 Oktober 2025, di Mess Inalum, Kartini Medan, sebut Nadrah dengan hati yang senang.
Sebanyak 38 karya tulis yang terkumpul dari para guru perempuan anggota PGRI dan seluruh guru perempuan di Sumatera Utara kini telah melalui seleksi ketat dan siap untuk diterbitkan menjadi buku antologi ber-ISBN, tambahnya.
Nadhra juga mengatakan Isi dan Bentuk Karya
Karya-karya yang terkumpul sangat beragam, mencerminkan tema besar tentang dedikasi dan peran ganda guru perempuan, meliputi:
1. Kisah perjuangan, suka-duka, dan praktik baik sebagai guru.
2. Inspirasi dan motivasi dari pengalaman pribadi.
3. Tantangan menjadi perempuan dan guru di dunia pendidikan.
4. Puisi, cerita pendek, atau refleksi tentang profesi dan peran ganda guru perempuan.
Kegiatan ini mendapat dukungan Penuh dan Tim Kurator Berkompeten
Buku antologi ini akan didukung dengan kata pengantar dari tokoh-tokoh penting, yaitu Prof. Dr. Unifah Rosyidi M.Pd (Ketua Umum PB PGRI) dan Dr. Fransiska Susilawaty (Ketua Perempuan PGRI Pusat), Ketua PGRI Sumut Dr. Saiful Abdi, serta Ka. Biro Pemberdayaan Perempuan PGRI Sumut (Jolenta Haloho, S.Pd) dan Ketua Perempuan PGRI Sumut (Nadhratun Nur, ST. M. Si) yang juga turut dalam menulis Buku Antologi ini.
Proses kurasi naskah dipimpin oleh tim editor dan kurator berkompeten, yaitu Ibu Erlina Siahaan (Pengurus Perempuan PGRI Kota Siantar dan Penulis) dan Ibu Dr. Rizka (PKO P0GRI Sumut, Asesor BAN, dan Juri Apresiasi GTK 2025), tutur Guru SMAN 1 Tanjung Gading ini.
Ditempat terpisah Sekretaris PGRI Sumut Saiful Amri mengatakan bahwa Puncak Acara berupa Lounching dan Apresiasi di Hari Guru Nasional sekaligus proses penerbitan akan dilanjutkan, dengan target Launching Buku Antologi pada November 2025 bertepatan dengan perayaan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025 di Provinsi Sumatera Utara.
Masih menurut Amri bahwa dalam acara peluncuran tersebut, panitia juga akan memberikan Apresiasi Khusus kepada 5 Karya Tulis Terbaik yang telah diseleksi. Seluruh penulis yang karyanya dimuat dalam buku akan mendapatkan e-sertifikat.
Data Kegiatan.
Program: Panggilan Menulis: “Dari Guru, Untuk Guru: Kisah dan Inspirasi yang Tiada Mati”
1. Penyelenggara: Perempuan PGRI Sumut dan Asosiasi Guru Penulis PGRI Sumut
2. Total Karya Terkumpul: 38 karya tulis dari guru se-Sumut
3. Tanggal Kurasi: Sabtu, 25 Oktober 2025, di Mess Inalum, Kartini Medan
4. Target Launching Buku: November 2025 (Bertepatan HGN 2025 Sumut)
5. Kurator/Editor: Ibu Erlina Siahaan dan Ibu Dr. Rizka. *(Tim)*
Sidik24com. Meranti – Dengan langkah mantap di atas pantai berlumpur, Bhabinkamtibmas Desa Sendaur dan Desa Kayu Ara, Polsek Rangsang, Polres Kepulauan Meranti, Brigadir Khairi, mengajak anak-anak Suku Akit menanam puluhan bibit pohon mangrove di kawasan Pantai Gelombang Cinta, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kamis (23/10/2025) pagi.
Kegiatan yang menjadi bagian dari program Green Policing ini bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda pesisir, akan pentingnya menjaga ekosistem pantai dan mencegah abrasi.
Sebelum menanam, Brigadir Khairi memberikan edukasi sederhana kepada anak-anak tentang fungsi mangrove sebagai pelindung alami pantai. Ia menjelaskan bagaimana akar mangrove mampu menahan gelombang laut dan menjaga daratan agar tidak terkikis air.
“Mangrove bukan sekadar pohon, tapi pelindung alam. Kalau kita tanam dan rawat, pantai ini akan tetap utuh dan indah untuk anak cucu kita,” ujar Brigadir Khairi sambil menancapkan bibit mangrove di tanah berlumpur.
Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Dengan kaki penuh lumpur dan wajah ceria, mereka bergotong-royong menanam bibit mangrove di tepi pantai.
Selain menanam, Brigadir Khairi juga mengajak mereka menjaga kebersihan pantai dan tidak membuang sampah sembarangan.
Penanaman pohon mangrove ini merupakan implementasi nyata dari konsep Green Policing, yakni pendekatan pemolisian yang humanis, adaptif, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH, melalui Kapolsek Rangsang Ipda D. Turnip SE, memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan Brigadir Khairi.
“Apa yang dilakukan Brigadir Khairi sangat positif. Melalui pendekatan edukatif dan kegiatan nyata, Polri hadir menanamkan kepedulian lingkungan kepada masyarakat. Ini sejalan dengan semangat Green Policing yang dicanangkan Kapolda Riau,” ujar Ipda D. Turnip.
Ia menegaskan, kegiatan seperti ini bukan sekadar penghijauan, melainkan juga bentuk nyata dari strategi pemolisian yang memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat melalui aksi yang berdampak langsung bagi kelestarian lingkungan.****
Muba,-Sidik 24 Com Puluhan gabungan Masyarakat Petani Ormas Lembaga Aktivis terdiri dari LIPER RI Legmas Pelhut FDR Penggiat Berani Jujur Hebat Laskar Anak Muba beri support dukungan penuntasan Pemberantasan oknum-oknum Mafia Tanah Korupsi Perkebunan di kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan.
Gabungan masa menggelar aksi di Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan merupakan bentuk dukungan dalam penuntasan Penindakan Pemberantasan Mafia Tanah Korupsi Perkebunan yang selama ini sudah dilakukan penyelidikan penyidikan oleh Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin yang mana terkait tuntutan Konflik Agraria Masyarakat Dengan Pihak PT Guthrie Pecconinna Indonesia (GPI) yang telah lama belum dituntaskan lahan kelompok masyarakat dikuasai dikelola oleh oknum-oknum Mafia Tanah berkerja sama dengan PT GPI dan KUD selama 13 Tahun lamanya (Rabu 22/10/25).
Aksi dikomandoi oleh Arianto Ketua LIPER-RI Muba bersama Ketua kelompok H Zuraini Alamsyah dan Kelompok Madani Adenas menuntut Jaksa Agung Jampidsus Kejati Sumsel untuk melanjutkan Penyidikan Penuntasan perkara yang ditangani selama ini oleh Kejari Muba yang dilimpahkan ke Kejati Sumsel, karena berdasarkan surat Dir Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung bahwa penanganan perkara ada pada Kejaksaan Tinggi Sumsel supaya melakukan koordinasi supervisi penangangan tidak saling lempar dan menunggu dari Kejaksaan Agung Satgas PKH dalam Penindakan nya, karena sudah cukup lama dan berlarut larut belum ada pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut apalagi eksekusi lapangan memasang plang nama bahwa area perkebunan PT GPI sedang dalam Pengawasan Penyelidikan Penyidikan Kejaksaan.
Lebih lanjut diketahui perusahaan PT GPI kelola lahan masyarakat ribuan hektar tanpa adanya ganti rugi, ditemukan Kelola 4000 hektar diluar HGU tidak memiliki IUP puluhan tahun dan kelola lahan kelompok masyarakat yang sudah ada peta dikeluarin oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) berdasarkan hasil inventarisasi Indentifikasi lahan bersama Kejari Muba dan Forkompinda pada enam bulan lalu turun bersama masyarakat pemilik lahan dan kemudian rapat bulan Maret dikantor Bupati Muba belum ada upaya dari pemerintah daerah dalam tindakan nya.
Pada saat orasi Arianto Ketua LIPER-RI Muba menyampaikan pada Kejaksaan Tinggi Sumsel bahwa kasus ini cukup berlarut-larut Penuntasan nya semua pihak telah diperiksa namun Jaksa hingga saat belum ad satupun yang ditetapkan tersangka termasuk dalam indikasi pemalsukan puluhan surat jual beli lahan masyarakat dijadikan puluhan hektar SPH fiktif sebagai dasar awal kepemiluan lahan kebun yang dikelola oleh KUD dan PT GPI dan beberapa masyarakat telah mengakui atas peristiwa tersebut, kok belum ada upaya Jaksa melakukan penetapan tersangka para oknum-oknum Mafia Tanah Korupsi Perkebunan menikmati hasil kebun selama 13 Tahun.
Ditempat yang sama masa aksi menyampaikan pada Pihak Kejati Sumsel supaya lebih efektif kolaboratif dalam melakukan koordinasi dengan pihak Kejaksaan Agung Satgas PKH agar permasalahan ini tidak menunggu terlalu lama lebih dari satu tahun belum dituntaskan sementara Pemilik Lahan sudah masuk penjara 20 tahun Akibat Ulah Mafia Tanah dan menyebabkan tiga orang tewas dunia akibat rebutan lahan.
Aksi Damai tersebut diterima langsung oleh Kapuspenkum Kejati Sumsel Ibu Vanny Yulia Ekasari. SH. MH ia mengatakan bahwa pihak Kejati Sumsel memang benar telah menerima limpahan perkara dari Kejari Muba dan sampai saat ini kami telah melakukan koordinasi dengan pihak Kejaksaan Agung Satgas PKH terkait Mafia Tanah dan Korupsi Perkebunan, jadi kami menunggu surat berkas dari Kejaksaan Agung pihak mana yang melakukan tindakan dalam hal tersebut harap bersabar karena kami terus berupaya berkoordinasi dan akan berkomunikasi lebih lanjut dengan Arianto Ketua LIPER-RI Muba sebagai Komando Pergerakan Pejuang Rakyat “ujarnya”
Lebih lanjut Penggiat Berani Jujur Hebat Pejuang Suara Rakyat dalam aksi tersebut ia juga menyampaikan berkas tindak lanjut Penyelidikan Penyidikan pada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel dan didukung dengan bukti-bukti tambahan indikasi upaya-upaya penyuapan dalam kasus tersebut agar perkara tidak dilanjutkan atau di-stop dengan tembusan Presiden Republik sulap Bapak Prabowo Jaksa Agung Jampidsus Jamwas Komisi Kejaksaan Ombudsman RI Polhukam Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan apabila dalam sepekan ini belum ada upacara dari Kejaksaan Tinggi mereka akan gelar aksi Jilid 3 di Gedung Bundar dan lainnya “Pungkasnya”.(Salman)
Sidik24com. Meranti – Dalam upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini, Polres Kepulauan Meranti, Polda Riau, melaksanakan program Green Policing dengan menggelar kegiatan sosialisasi dan penanaman pohon di sejumlah sekolah yang tersebar di berbagai kecamatan, Selasa (21/10/2025).
Program yang digagas oleh Kapolda Riau ini menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap pelestarian alam dan pembentukan karakter generasi muda yang cinta lingkungan.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH, melalui Kasat Binmas AKP Gunawan SH, mengatakan, kegiatan Green Policing dilaksanakan secara serentak oleh jajaran polsek dengan menyasar sekolah-sekolah tingkat TK, SD, hingga SMP.
“Kami ingin menanamkan nilai peduli lingkungan kepada anak-anak sejak dini. Melalui edukasi dan aksi tanam pohon, diharapkan mereka tumbuh menjadi generasi yang mencintai alam dan menjaga kelestarian lingkungan,” ujar AKP Gunawan.
Kegiatan ini melibatkan berbagai satuan fungsi, termasuk Sat Binmas dan seluruh Bhabinkamtibmas di jajaran Polsek Tebing Tinggi, Polsek Tebingtinggi Barat, Polsek Rangsang, Polsek Rangsang Barat, dan Polsek Merbau.
Di setiap lokasi, personel Polri memberikan edukasi ringan dan interaktif mengenai pentingnya menjaga kebersihan, mengelola sampah, serta menanam pohon untuk mengurangi dampak perubahan iklim.
Selain penyuluhan, petugas juga melakukan penanaman berbagai jenis pohon, seperti pohon mangga, rambutan, matoa, kelengkeng, dan kopi di lingkungan sekolah masing-masing.
Kegiatan penanaman ini dilakukan di antaranya di TK Patria Darma Kelurahan Selatpanjang Kota, TK Fhatima Desa Gogok Darussalam, SDN 14 Teluk Belitung, SDN 10 Selatpanjang Timur, SDN 3 Kartini, SDN 6 Segomeng, SDN 011 Bokor, SMPN 5 Sokop, dan SDN 4 Tenggayun Raya.
“Kami tidak hanya menanam pohon, tapi juga menanam kesadaran dan tanggung jawab untuk menjaga bumi. Setiap anak kami ajak terlibat langsung agar mereka merasa memiliki pohon yang ditanam,” tambah AKP Gunawan.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, disambut antusias oleh para guru dan siswa di tiap sekolah. Suasana penuh keakraban tampak ketika para siswa ikut menanam bibit bersama anggota Polri.***
Asahan (Sumatera Utara) 20 Oktober 2025 —Irwansyah, korban dugaan pengeroyokan yang sempat viral tiga tahun lalu, mengungkapkan kekecewaannya usai menghadiri gelar perkara yang digelar pada Senin (20/10), pukul 10.30 WIB, di Polres Asahan. Ia menilai proses penyelidikan kasusnya penuh kejanggalan dan terlalu lama tanpa kepastian hukum.
Dalam gelar perkara yang dipimpin oleh penyidik Satreskrim Polres Asahan, Aiptu Zico B. Sitompul, S.H., Irwansyah mempertanyakan mengapa hingga kini Iwan Sitorus, salah satu terduga pelaku, belum juga ditetapkan sebagai tersangka.
“Saya tanya status Iwan Sitorus, penyidik jawab belum bisa ditetapkan karena bukti belum cukup. Katanya, dari video yang viral itu, tidak terlihat jelas Iwan melakukan penganiayaan,” ujar Irwansyah kepada media.
Namun yang membuat Irwansyah semakin heran, penyidik justru menyampaikan bahwa dalam keterangannya, Iwan Sitorus mengaku hanya ‘ikut perintah’.
“Kalau dia ikut perintah, berarti dia ikut melakukan dong? Ini justru menguatkan dugaan keterlibatannya. Kok bisa dibilang tidak cukup bukti?” tegasnya.
Irwansyah juga menyoroti durasi penanganan kasus yang telah berlangsung selama tiga tahun, namun baru memasuki gelar perkara resmi pada Oktober 2025. Padahal, bukti berupa video pengeroyokan sudah sempat viral dan jelas memperlihatkan aksi kekerasan terhadap dirinya, termasuk dugaan keterlibatan Iwan Sitorus dan beberapa orang lainnya.
“Video itu memperlihatkan saya diinjak-injak. Tapi dianggap tidak cukup bukti? Ini sangat janggal,” tambahnya dengan nada kecewa.
Penyidik menyatakan bahwa masih terbuka kemungkinan Iwan Sitorus akan ditetapkan sebagai tersangka di tahap berikutnya, usai pelimpahan berkas ke kejaksaan. Namun menurut Irwansyah, seharusnya sejak awal penyidik bisa berkoordinasi aktif dengan jaksa jika memang mengalami keraguan dalam menetapkan status tersangka.
“Jangan seolah lempar tanggung jawab. Tiga tahun bukan waktu yang sebentar. Saya hanya minta keadilan ditegakkan,” ucapnya.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada penyidik melalui pesan WhatsApp belum mendapat tanggapan.
Irwansyah berharap Kapolres Asahan turun tangan langsung untuk memastikan proses hukum berjalan objektif dan tanpa intervensi.
“Kami minta Bapak Kapolres Asahan buka mata dan hati. Jangan biarkan hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Semua pelaku harus diproses tanpa pandang bulu,” pungkasnya.
Ia juga membuka kemungkinan untuk melaporkan penanganan kasus ini ke Kapolda Sumatera Utara atau bahkan Propam Mabes Polri, jika proses hukum di tingkat Polres dinilai tidak transparan.(Tim)
Sidik24jam. Meranti – Polres Kepulauan Meranti menggelar Jumat Curhat bersama Pemuda Pancasila Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (17/10/2025). Kegiatan yang berlangsung di Kantor MPC Pemuda Pancasila, Jalan Tebingtinggi, ini menjadi sarana mempererat komunikasi dan kerja sama antara kepolisian dengan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah setempat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kasubagdalops Bag Ops Polres Kepulauan Meranti AKP Hendri Berson SH, Kanit II Sat Intelkam Ipda Yosef Hendrawan SH, Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Kepulauan Meranti Sugianto, serta beberapa jajaran pengurus dan anggota organisasi tersebut.
Dalam sambutannya, AKP Hendri Berson menyampaikan apresiasi atas peran aktif Pemuda Pancasila yang selama ini turut menjaga situasi kamtibmas di wilayah Meranti. Ia menegaskan pentingnya sinergitas antara Polri dan organisasi masyarakat dalam menciptakan keamanan yang kondusif.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut membantu aparat dalam menangkal isu provokatif, berita hoaks, dan ujaran kebencian yang dapat memecah persatuan bangsa,” ujar AKP Hendri.
Ia menambahkan, Jumat Curhat merupakan wadah komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat untuk menampung aspirasi, kritik, maupun saran terhadap pelayanan Polri.
“Melalui forum ini, kami berharap kinerja kepolisian semakin profesional, humanis, dan dekat dengan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pemuda Pancasila Kepulauan Meranti, Sugianto, dalam kesempatan tersebut menilai bahwa pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo menunjukkan arah kebijakan yang tegas dan fokus pada pembangunan ekonomi, ketahanan pangan, serta stabilitas nasional.
Ia mengapresiasi sejumlah program prioritas pemerintah seperti makan bergizi gratis bagi pelajar dan ibu hamil, peningkatan kesejahteraan aparatur negara, serta pemerataan pembangunan di wilayah perbatasan.
Namun, Sugianto juga menyoroti masih adanya tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama, seperti fluktuasi harga bahan pokok, keterbatasan lapangan kerja di daerah, dan lemahnya pengawasan terhadap arus tenaga kerja migran di wilayah perbatasan.
“Pemuda Pancasila siap mendukung penuh kebijakan pemerintah dan bersinergi dengan aparat keamanan dalam menjaga keutuhan NKRI serta kondusivitas wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti,” tegasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diakhiri dengan foto bersama. Selama pelaksanaan, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif.***
SIDIK24.COM,INHIL.-Warga Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) digemparkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di pesisir pantai setempat pada Kamis (16/10/2025) pagi.
Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh sekelompok nelayan setempat yang tengah mencari udang ketak di pesisir laut Kuala Selat sekitar pukul 05.30 WIB. Para saksi mencium bau menyengat dan setelah ditelusuri, mereka menemukan sesosok mayat tergeletak di tepian pantai.
Korban diketahui bernama Andika (37), seorang buruh harian lepas, warga Desa Belaras Barat, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir.
Mengetahui hal itu, para saksi segera melaporkan penemuan tersebut kepada Kepala Desa Kuala Selat, Nurjaya, yang kemudian meneruskan informasi kepada pihak kepolisian. Sekitar pukul 09.00 WIB, personel Sat Polairud Polres Inhil bersama anggota Polsek Kateman dan Pemerintah Desa Kuala Selat tiba di lokasi untuk mengevakuasi jasad korban.
Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Raja Musa Sungai Guntung untuk dilakukan pemeriksaan medis (visum et repertum) guna mengetahui penyebab kematian.
Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora,S.H,S.I.K, Melaui Kasat Polairud Polres Inhil, AKP Agus Susanto, S.H., M.H., membenarkan adanya penemuan tersebut.
Benar, telah ditemukan seorang pria bernama Andika di pesisir pantai Kuala Selat. Saat ini jenazah sudah dievakuasi ke RSUD Raja Musa untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kami masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian korban,” jelas AKP Agus.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami apakah korban merupakan nelayan yang tenggelam atau terbawa arus laut dari wilayah lain.