Sidik24com. MERANTI – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kepulauan Meranti, Hj. Ismiatun melantik 129 jajaran pengurus Pramuka Kecamatan Rangsang Barat periode 2025-2028 , Sabtu (14/02/2026) siang, di Aula Kantor Camat Rangsang Barat.
Pelantikan tersebut meliputi 64 orang Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), 41 pengurus Kwartir Ranting (Kwarran), 3 anggota Lembaga Pemeriksa Keuangan, serta 21 anggota Dewan Kerja Ranting.
Dalam sambutannya, Ismiatun menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan awal tanggung jawab moral untuk menggerakkan organisasi secara terarah dan berkelanjutan.
“Dengan semangat Pramuka, kita optimistis Kepulauan Meranti akan tumbuh dengan pemimpin muda yang tangguh, berintegritas, dan peduli pada sesama,” katanya.
Menurut Ismiatun, gerakan Pramuka selalu berfokus pada pendidikan karakter, yang melahirkan pribadi yang bermartabat, berakhlak mulia, bertanggung jawab, serta mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Ia juga mengingatkan seluruh pengurus agar menjalankan tugas sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Gerakan Pramuka serta menerapkan prinsip perlindungan anggota sebagaimana diatur dalam Petunjuk Penyelenggaraan Gerakan Pramuka Nomor 004 Tahun 2021 tentang Perlindungan bagi Anggota Gerakan Pramuka (Safe From Harm).
Menurutnya, seluruh kebijakan dan kegiatan pendidikan kepramukaan wajib berpedoman pada AD/ART sebagai landasan utama dalam setiap gerak langkah organisasi.
“Setiap pengurus harus memahami tugas pokok dan fungsinya masing-masing serta memastikan gugus depan memiliki Pembina Pramuka,” tegasnya.
Untuk informasi, Pengurus Mabiran Rangsang Barat diketuai Jefri, S.IP yang juga Camat Rangsang Barat, Kwarran diketuai Mulyadi, S.Kom selaku Kepala Desa Bantar, Lembaga Pemeriksa Keuangan diketuai Suhaimi, S.P, dan Dewan Kerja Ranting diketuai Indra Rahayu.
Melalui pelantikan ini, Gerakan Pramuka Rangsang Barat diharapkan semakin solid dalam membina generasi muda yang berkarakter dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.***
Sidik 24 com, Pakembang – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sumatera Selatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Gerindra ke-18 yang digelar di Kantor DPD Gerindra Sumsel, Sabtu (7/2/2026).
Peringatan HUT tahun ini mengusung tema “Kompak, Bergerak, Berdampak”, yang diwujudkan melalui berbagai aksi sosial nyata untuk masyarakat. Acara tersebut turut dihadiri Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa bersama Wakil Wali Kota Prima Salam, jajaran pengurus partai, serta para kader Gerindra se-Sumatera Selatan.
Ketua DPD Partai Gerindra Sumsel, Hj. Kartika Sari Desi, mengatakan bahwa peringatan HUT ke-18 menjadi momentum bagi seluruh kader Gerindra untuk terus hadir dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Gerindra Sumsel terus kompak, bergerak, dan berdampak. Dalam HUT ke-18 ini, kami membagikan kurang lebih 20 ribu paket sembako, dengan sumbangan terbesar berasal dari DPC Gerindra Kota Palembang,” ujar Kartika.
Selain pembagian sembako, Kartika juga menyampaikan bahwa Gerindra Sumsel menyalurkan bantuan berupa hibah satu unit ambulans kepada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mata Merah Palembang.
“Di Lapas Mata Merah banyak saudara kita yang sedang berusaha menjalani kehidupan yang lebih baik. Kami bersumbangsih dengan menghibahkan ambulans dari Partai Gerindra untuk membantu pelayanan kesehatan di sana,” katanya.
Kartika juga memohon doa dari masyarakat agar Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto selalu diberikan kesehatan dalam menjalankan amanah kepemimpinan.
“Mohon doa dari masyarakat agar Bapak Presiden kita selalu sehat, menjadi presiden terbaik sepanjang masa, dan seluruh program Pak Prabowo berjalan lancar. Semoga seluruh kader Gerindra juga selalu diberikan kesehatan,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Partai Gerindra dan mengapresiasi kontribusi nyata partai tersebut di tengah masyarakat.
“Gerakan Partai Gerindra sudah sangat terasa, khususnya di kalangan masyarakat marginal. Program-program Presiden Prabowo juga sudah sangat dirasakan manfaatnya, terutama bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan pemerintah,” ujar Ratu Dewa.
Ia menambahkan bahwa berbagai program Pemerintah Kota Palembang seperti Palembang Sehat, Palembang Peduli, Palembang Gercep, dan Palembang Belagak, sejalan dengan semangat dan program sosial yang dijalankan Partai Gerindra.
“Program Gerindra sangat selaras dengan kebutuhan warga Palembang, khususnya masyarakat marginal. Ini tentu berdampak positif bagi pembangunan sosial di kota Palembang,” ungkapnya.
Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumsel, Raden Gempita, SH, menjelaskan bahwa HUT ke-18 Partai Gerindra secara nasional diperingati pada 6 Februari 2026, sementara perayaan di daerah dilaksanakan menyesuaikan agenda pusat.
“Alhamdulillah, Partai Gerindra genap berusia 18 tahun. Perayaan di pusat dilaksanakan pada 6 Februari, dan hari ini kita melaksanakan perayaan di daerah,” ujarnya.
Raden Gempita menambahkan, sekitar 20 ribu paket sembako disalurkan di Kota Palembang dan akan dilanjutkan ke kabupaten/kota lainnya di Sumatera Selatan.
“Sembako disebar di 18 kecamatan di Palembang, termasuk ke panti sosial dan panti asuhan. Selanjutnya akan menyusul ke daerah-daerah lain,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa tema “Kompak, Bergerak, Berdampak” menjadi komitmen seluruh kader Gerindra untuk terus bekerja bagi masyarakat.
“Kader Gerindra harus kompak dari tingkat DPD, DPC, PAC hingga ranting, selalu bergerak dan berbuat untuk masyarakat Sumsel dan Indonesia. Seluruh kader juga siap mengawal Presiden Prabowo karena program-program beliau ditujukan untuk kebaikan masyarakat dan kemajuan bangsa,” pungkasnya.(Salman)
Deli Serdang – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dr. Dewi Fitriana M.Ked, melaksanakan Reses II Tahun Sidang II Tahun Anggaran 2025/2026 sekaligus temu konstituen di Daerah Pemilihan Sumut III Kabupaten Deli Serdang, yang berlangsung di Kecamatan Galang.
Kegiatan reses tersebut dihadiri undangan warga se-Kecamatan Galang, khususnya penggali kubur dan bilal mayit, serta tokoh masyarakat setempat.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kasi Trantib Kecamatan Galang Abdul Latif Sumbawa, SE, unsur kelurahan dan desa, para Kepala Dusun, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta perwakilan masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Sekretaris Kelurahan Galang Wahyu Andika menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kunjungan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara beserta rombongan ke Kecamatan Galang.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ibu Dewi Fitriana di Kecamatan Galang. Semoga kegiatan reses ini membawa manfaat dan menjadi sarana penyaluran aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, dr. Dewi Fitriana M.Ked menyampaikan bahwa kegiatan reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk turun langsung ke daerah pemilihan guna mendengar dan menyerap aspirasi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Dewi Fitriana menyoroti berbagai persoalan di bidang pendidikan dan kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan penggali kubur dan bilal mayit. Ia menegaskan pentingnya perhatian pemerintah terhadap kelompok masyarakat yang memiliki peran sosial dan keagamaan penting tersebut.
“Aspirasi yang disampaikan masyarakat, terutama terkait pendidikan dan kesehatan, akan kami tampung dan perjuangkan melalui DPRD Provinsi Sumatera Utara sesuai kewenangan yang ada,” tegasnya.
Kegiatan reses dan temu konstituen berlangsung dengan suasana dialogis, di mana para penggali kubur dan bilal mayit menyampaikan langsung berbagai keluhan dan harapan kepada wakil rakyat. Aspirasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam penyusunan kebijakan dan program pemerintah daerah ke depan.(ANDI S)
SERGAI | Sidik24.com —- Pelanggaran berat dugaan aktivitas galian C ( Ilegal) tanpa izin kembali menjadi sorotan masyarakat di Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai, Prov Sumut.
Berdasarkan hasil pantauan Media ini di lapangan serta informasi yang dihimpun dari warga, Sabtu (7/2/2026), yang terpantau di dua lokasi menjadi tempat aktivitas galian C Ilegal Meresahkan warga.
Lokasi pertama berada di Dusun IV B, Desa Sukasari, Kecamatan Pegajahan sudah sejak lama beroperasi, dan Informasi yang diperoleh Media ini menyebutkan, bahwa aktivitas di lokasi tersebut dikabarkan tidak beroperasi. Namun demikian, disembunyikan, hanya alat berat masih terlihat berada di lokasi, dan menurut warga setempat, aktivitas tersebut sebelumnya telah berlangsung cukup lama serta belum pernah tersentuh tindakan hukum.
Sementara itu, di Dusun Karang Sari, Desa Pegajahan, Kecamatan Pegajahan, aktivitas galian C justru dilaporkan masih berjalan sebagaimana biasa tanpa hambatan yang terlihat, bagai mana bisa tersentuh hukum,,? Pasalnya pihak APH disinyalir berbaik hati seolah oleh pembiaran seperti kedok Cuci tangan untung pucuknya.
Sejumlah warga menyampaikan keluhan terkait dampak yang ditimbulkan dari aktivitas tersebut. Selain menimbulkan debu akibat truk pengangkut material yang tidak menggunakan penutup, aktivitas itu bebas tanpa rasa takut lalu lintas kendaraan dengan bermuatan berat juga disebut menyebabkan kerusakan jalan.
“Debu berterbangan ke rumah-rumah warga, jalan jadi rusak dan berlubang. Kondisi ini membuat lingkungan tidak sehat. Kami khawatir akan ter jadi kerusakan lingkungan akan semakin parah pihak APH pun berbaik Hati stop tanpa tindakan dan tidak ada tindakan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Warga juga berharap agar aparat penegak hukum (APH) serta Pemerintah Kab Serdang Bedagai masa bodoh dan dapat segera melakukan penertiban, sebagaimana tindakan yang sebelumnya pernah dilakukan terhadap aktivitas serupa di bantaran Sungai Ular.
Sehubungan dengan hal tersebut, telah berupaya meminta klarifikasi dan tanggapan resmi dari Satreskrim Polres Serdang Bedagai dan Satpol PP Sergai, khususnya terkait: Status perizinan aktivitas galian C di lokasi dimaksud. Pemenuhan aspek hukum, lingkungan, dan administrasi perizinan. Serta menjauh kan diri dari Langkah serta pengawasan maupun penindakan yang telah atau akan dilakukan apabila ditemukan pelanggaran.
Terkait hal ini, Kanit Tipidter Satreskrim Polres Sergai, Ipda Feris Harefa, saat dikonfirmasi wartawan menyampaikan, “Kami cari tahu dulu, bang,” singkatnya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kasatpol PP Sergai Muhammad Wahyudi mengatakan kepada media ini bahwa karena tidak ada peraturan daerah kamipun tidak sewenang wenang untuk melakukan penutupan, ” Ujarnya, kepada media ini saat di konfirmasi di halaman polres Sergai pekan lalu sembari bersama kasat Reskrim polres Sergai.
Sebagai informasi, berdasarkan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, setiap orang yang melakukan kegiatan penambangan tanpa izin resmi (IUP, IPR, atau SIPB) dapat dikenakan sanksi pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun serta denda paling banyak Rp100 miliar.
Selain pidana pokok, pelaku juga dapat dikenakan pidana tambahan berupa perampasan barang yang digunakan dalam tindak pidana, perampasan keuntungan hasil tindak pidana, serta kewajiban membayar biaya pemulihan akibat kerusakan yang ditimbulkan.
Pakar hukum Direktur LBH Lingkungan Hidup, DR Damai SH, MH. Dari Surabaya Jawa Timur memaparkan, seharusnya pemerintah Respon dan tidak pelaku tambang galian C ilegal yang dikelola oknum yang tidak bertanggung jawab adalah ilegal. Ia menegaskan bahwa oknum tersebut seharusnya memiliki izin resmi dan beroperasi bukan secara ilegal
Namun, perlu diingat bahwa ada beberapa kasus galian C ilegal yang dilaporkan di berbagai daerah, Aktivitas galian C ilegal ini dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, merugikan masyarakat, dan mengancam keselamatan infrastruktur.
Pemerintah dan aparat penegak hukum telah menegaskan bahwa galian C ilegal merupakan tindak pidana dan dapat dikenakan sanksi pidana. Undang-Undang No. 3 Tahun 2020 tentang Minerba mengatur bahwa setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin dapat dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 miliar. “Tegasnya. (Tim)
sidik24jam. BATAM — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti resmi menyerahkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan Berita Acara Serah Terima (BAST) lahan pembangunan Gudang Bulog, sekaligus menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama beras dengan PT Perum Bulog. Kegiatan tersebut berlangsung di Kota Batam, Jumat (6/2/2026).
Penyerahan NPHD dan BAST lahan serta penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar bersama jajaran pimpinan PT Perum Bulog. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah, khususnya di wilayah kepulauan.
Direktur Human Capital PT Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti yang telah menuntaskan proses administrasi hibah lahan pembangunan gudang Bulog. Menurutnya, kesiapan administrasi menjadi syarat utama masuknya suatu daerah dalam program pembangunan gudang Bulog.
“Kami telah memproses pembangunan gudang di berbagai kabupaten/kota dan provinsi. Daerah yang mampu menyelesaikan administrasi dalam waktu 1–2 minggu akan kami masukkan ke kelompok pembangunan tahun 2026. Untuk Kepulauan Meranti, Karimun, dan Bengkalis yang sudah siap, akan kami masukkan dalam kelompok 2026,” ujar Sudarsono.
Ia menjelaskan, pembangunan gudang Bulog merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dalam rangka menjamin ketersediaan pangan, keterjangkauan harga, serta stabilisasi harga pangan di tingkat produsen dan konsumen. Program tersebut menekankan pentingnya sinergi antara Bulog dan pemerintah daerah.
Selain pembangunan gudang, Bulog juga tengah mengembangkan program hilirisasi pangan nasional, mulai dari pembangunan pabrik pakan berbasis jagung di Gorontalo dan Jawa Tengah hingga pengolahan pangan berbasis beras di Pulau Jawa. Langkah ini bertujuan memperkuat pengelolaan cadangan pangan pemerintah secara menyeluruh.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menegaskan bahwa pembangunan Gudang Bulog di daerahnya merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan distribusi pangan di wilayah kepulauan.
“Kondisi geografis Kepulauan Meranti sebagai daerah kepulauan membutuhkan sistem logistik pangan yang kuat dan andal. Kehadiran Gudang Bulog akan menjamin ketersediaan beras, menjaga stabilitas harga, serta memperkuat cadangan pangan daerah,” tegas Asmar.
Ia berharap keberadaan gudang Bulog dapat memperpendek rantai distribusi beras sehingga penyaluran pangan menjadi lebih cepat dan efisien, terutama dalam kondisi darurat, gejolak harga, maupun pelaksanaan program bantuan pangan pemerintah.
Lebih lanjut, Asmar menyebutkan bahwa penandatanganan MoU kerja sama beras antara Pemkab Kepulauan Meranti dan PT Perum Bulog menjadi landasan kerja sama jangka menengah dan panjang dalam pengelolaan pengadaan, penyimpanan, serta distribusi beras.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap ketersediaan beras bagi seluruh lapisan masyarakat dapat terjamin, inflasi daerah dapat dikendalikan, serta penyaluran bantuan pangan menjadi lebih efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Bupati Asmar juga menyampaikan apresiasi kepada PT Perum Bulog serta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang telah berperan aktif dalam memfasilitasi hibah lahan dan penyusunan kerja sama hingga terealisasi.
“Kami berharap pembangunan Gudang Bulog ini dapat segera direalisasikan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kepulauan Meranti,” pungkasnya.***
sidik24com. KEPULAUAN MERANTI – Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menghadiri kegiatan Panen Raya sekaligus Penanaman Padi di lahan Optimasi Lahan (OPLAH) yang berlokasi di Desa Mekar Baru, Kecamatan Rangsang Barat, Rabu (5/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan Program Strategis Nasional (PSN) Swasembada Pangan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, Kepala Satgas Swasembada Pangan Provinsi Riau, perwakilan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BPMP) Provinsi Riau, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera III, Kepala Perum Bulog Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, unsur Forkopimda, TNI–Polri, para kepala OPD, camat, kepala desa, Brigade Pangan, kelompok tani (Poktan/Gapoktan), serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Produksi Padi Meningkat Signifikan
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kepulauan Meranti, Ifwandi, S.P, dalam laporannya menyampaikan bahwa hasil panen padi tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Peningkatan produksi padi tahun ini mencapai lebih dari 3.000 ton. Ini adalah capaian yang sangat menggembirakan dan menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini kebutuhan beras masyarakat Kepulauan Meranti mencapai sekitar 19 ribu ton per tahun, sementara produksi lokal baru berkisar 6.000 ton per tahun. Namun dengan optimalisasi lahan dan peningkatan indeks pertanaman (IP) menjadi dua hingga tiga kali tanam per tahun, pemerintah optimistis ketergantungan pasokan dari luar daerah dapat ditekan.
Optimalisasi Lahan dan Modernisasi Pertanian
Upaya peningkatan produksi dilakukan melalui optimalisasi lahan, perbaikan jaringan irigasi, serta peralihan dari sistem manual ke mekanisasi pertanian. Pemerintah daerah juga telah membentuk Brigade Pangan yang dilengkapi alat dan mesin pertanian (alsintan) guna mendukung percepatan tanam dan panen.
Namun demikian, sejumlah kebutuhan masih menjadi perhatian, terutama keterbatasan combine harvester dan gudang penyimpanan alsintan agar peralatan pertanian dapat terawat dengan baik dan tidak rusak akibat cuaca.
Bulog Siap Serap Gabah Petani
Untuk menjamin kepastian pasar, Bulog Wilayah Riau dan Kepulauan Riau menyatakan kesiapan menyerap gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong semangat bertanam.
Bupati: Geografis Bukan Hambatan, Tapi Peluang
Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menegaskan bahwa kondisi geografis Meranti sebagai daerah kepulauan dengan lahan gambut dan pengaruh pasang surut laut bukanlah penghalang bagi pertanian pangan.
“Kita berada di bibir Selat Malaka dengan tantangan alam yang besar. Namun hari ini kita buktikan, melalui program Optimasi Lahan, wilayah marginal bisa menjadi hamparan hijau yang produktif. Petani Meranti adalah petarung tangguh,” tegasnya.
Menurut Asmar, kegiatan panen raya ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kontribusi nyata Kepulauan Meranti terhadap kedaulatan pangan nasional.
“Sebagai wilayah terluar, kemandirian pangan Meranti adalah bagian dari kedaulatan negara. Setiap bulir padi yang kita panen hari ini adalah pesan kepada pusat: dari pesisir Riau, kami siap memberi makan negeri,” ujarnya.
Dorongan Teknologi dan Benih Tahan Salinitas
Bupati juga mengajak para petani dan kelompok tani untuk terus meningkatkan kapasitas dengan memanfaatkan teknologi pertanian serta menggunakan varietas benih yang tahan terhadap kadar salinitas.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, lanjutnya, akan terus berkomitmen bersama Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Pusat dalam mencari solusi terbaik demi meningkatkan kesejahteraan petani dan mewujudkan swasembada pangan.
DELI SERDANG — Kepala Dusun (Kadus) 2 Desa Galang Suka, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Suriawansyah yang akrab disapa Wawan, dikenal sebagai sosok perangkat desa yang sigap dan peduli terhadap kebutuhan warganya. Mulai dari pengurusan administrasi surat-menyurat hingga pendampingan warga agar dapat mengakses Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa maupun BLT Kesejahteraan Sosial (Kesra), ia kerap turun langsung membantu masyarakat.
Kepedulian tersebut terlihat pada Kamis (29/1/2026), saat Kadus 2 memfasilitasi mediasi terkait laporan dugaan pemotongan dana BLT atas nama Bonimin Sibon, warga Dusun 2, yang terjadi pada tahun 2024 lalu.Mediasi dilakukan secara terbuka guna mencari kejelasan dan penyelesaian yang adil bagi pihak terkait.
Dalam proses tersebut, turut mencuat keterangan mengenai seorang warga lanjut usia bernama Nek Kokom, orang tua dari Bege yang diketahui mengalami keterbatasan bicara. Nek Kokom disebut sempat diantar oleh Kepala Dusun dalam proses pencairan bantuan, namun terjadi pemotongan dana BLT sebesar Rp300 ribu.
Menanggapi hal itu, Suriawansyah menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah ditindaklanjuti. Ia menegaskan bahwa dana yang sempat dipotong telah dikembalikan sepenuhnya kepada penerima manfaat, termasuk beberapa warga lain yang mengalami kejadian serupa.
“Kami ingin memastikan hak warga terpenuhi. Jika ada kekeliruan atau masalah di lapangan, harus diselesaikan dan dikembalikan kepada yang berhak,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Langkah cepat dan sikap terbuka Kadus 2 Desa Galang Suka ini mendapat apresiasi dari sejumlah warga. Mereka berharap pelayanan administrasi dan penyaluran bantuan sosial ke depan dapat berjalan lebih transparan dan tepat sasaran.
Pemerintah desa pun diharapkan terus melakukan pengawasan dan evaluasi agar setiap program bantuan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan(Tim)
PALEMBANG – Sidik 24 com Dalam rangka memperingati Hari Bakti ke-76, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang menghadirkan terobosan pelayanan publik berupa Layanan Paspor Drive Thru. Inovasi ini diperkenalkan untuk mempermudah masyarakat mengurus paspor tanpa perlu turun dari kendaraan, sekaligus mengantisipasi lonjakan permohonan seiring dibukanya kembali penerbangan internasional di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
Kepala Kantor Imigrasi Palembang, Khairul Mirza, menjelaskan bahwa jumlah permohonan paspor terus meningkat setiap tahunnya. “Permohonan tidak hanya berasal dari Kota Palembang, tetapi juga dari daerah lain seperti Musi Rawas, Banyuasin, hingga Kota Lubuklinggau yang sebenarnya sudah memiliki kantor imigrasi sendiri,” ujarnya.
Selain layanan drive thru, Kantor Imigrasi Palembang juga telah memperluas jangkauan pelayanan dengan membuka Satuan Kerja (Satker) di Banyuasin serta Kantor Imigrasi Kelas III di Lubuklinggau. Namun, layanan drive thru di kantor pusat Palembang menjadi yang pertama di wilayah tersebut.
“Layanan ini memungkinkan pemohon tidak perlu lagi turun dari mobil. Prosesnya dipermudah, dan dalam waktu yang sama, paspor bisa langsung diambil setelah proses selesai,” jelas Khairul Mirza.
Diharapkan, inovasi ini dapat meningkatkan kecepatan, kemudahan, dan efisiensi pelayanan keimigrasian di Sumatera Selatan. “Semoga ke depan, pelayanan di imigrasi bisa berjalan dengan lebih cepat serta efisien,” tegas Khairul Mirza menutup penjelasan.
Layanan Paspor Drive Thru ini menjadi penanda peringatan Hari Bakti Ke-76 Instansi Imigrasi, yang mengusung semangat beradaptasi dan berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. ( Salman)
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan resmi melantik jajaran pengurus baru Lembaga Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama Sumatera Selatan,Pelantikan ini mengusung tema besar “RMI dan Pesantren sebagai Pilar Peradaban, Merawat Tradisi, Meneguhkan Moderasi,yang menegaskan komitmen NU dalam memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pembentukan karakter umat, dilaksanakan di pondok pesantren ar Rahman Palembang.
“Pelantikan pengurus RMI NU Sumsel ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi kelembagaan pesantren di bawah naungan NU, sekaligus mempertegas peran RMI sebagai lembaga yang mengoordinasikan, membina, dan mengembangkan pesantren di wilayah Sumatera Selatan,senin (26/01/2026).
“yang diwawancarai oleh awak media Ketua RMI NU Sumsel yang baru dilantik, KH. Muhsan, M.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan mengembangkan program-program yang telah dirintis oleh kepengurusan sebelumnya. Ia mengapresiasi dukungan para pendahulu dan menyatakan kesiapan RMI untuk bergerak lebih maju dengan sinergi yang kuat bersama PWNU.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Perjalanan RMI hari ini tidak terlepas dari jasa dan bimbingan ketua RMI terdahulu. Beliau terus memberikan support agar RMI semakin maju. Dengan pendampingan PWNU, kami optimis dapat melaksanakan program-program yang lebih baik ke depan,Ia menambahkan bahwa pengurus RMI NU Sumsel berkomitmen untuk menjaga kekompakan, meningkatkan profesionalitas, serta menjalankan program kerja secara istiqamah demi kemajuan pesantren dan kesejahteraan umat.
“Dengan bimbingan PWNU, kami akan terus semangat dan insya Allah kompak, istiqamah dalam menjalankan banyak program. Mudah-mudahan seluruh masyarakat berkenan untuk bersinergi demi menghadirkan program terbaik bagi pesantren dan NU.
“juga menekankan bahwa pesantren harus terus diperkuat sebagai benteng akidah, pusat pengkaderan ulama, serta pilar penting dalam menjaga tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin.
“NU dan RMI harus berjalan beriringan. Kita sama-sama berjuang untuk umat, membesarkan pesantren, dan menguatkan peran NU di Sumatera Selatan. Semoga NU semakin berkembang dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
,,Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasik lintas sektor, termasuk kerja sama RMI dengan berbagai pihak strategis, salah satunya dengan sektor perbankan syariah, dalam mendukung kemandirian ekonomi pesantren.
“Hari ini kita buktikan bahwa RMI bisa bersinergi dengan BSI. Ini penting untuk terus dijaga, dengan koordinasi yang baik dan komitmen memberikan yang terbaik bagi NU di Sumatera Selatan,pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat, penguatan moderasi beragama, serta penggerak sosial yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
“ kelembagaan, digitalisasi administrasi pesantren, hingga pengembangan kemandirian ekonomi berbasis pesantren. Selain itu, RMI juga berkomitmen untuk memperluas jejaring kerja sama dengan pemerintah, lembaga keuangan syariah, dunia usaha, serta organisasi masyarakat guna mendukung keberlanjutan pesantren. (Salman)
sidik24com. Meranti,- Dalam rangka mendukung program pelestarian lingkungan hidup, Polsek Merbau, Polres Kepulauan Meranti, melaksanakan kegiatan Green Policing berupa penanaman bibit pohon di Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (23/1/2026).
Selain itu, Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan alam di wilayah hukum Polsek Merbau.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Merbau Wan Jumiati, S.E., M.Si., Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Kapolsek Merbau yang diwakili Kanit Binmas Polsek Merbau IPDA Efrianto, S.H., Sekcam Merbau Idrus, S.E., Wakil Ketua Majelis Pembimbing Kwartir Ranting Kecamatan Merbau Suyatno, Kepala Kwartir Ranting Merbau M. Maksum, staf pemerintahan Kecamatan Merbau, serta personel Polsek Merbau.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan dan penanaman bibit pohon secara simbolis, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta. Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.30 WIB.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi di Wakili Oleh Kapolsek Merbau melalui Kanit Binmas IPDA Efrianto, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan Green Policing ini merupakan langkah nyata Polri dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan pencegahan kerusakan alam, sekaligus sarana edukasi kepada masyarakat agar semakin peduli dan mencintai lingkungan sekitar.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan demi keberlangsungan hidup generasi mendatang,” ujarnya.
Dari pantuan, Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah kecamatan, serta unsur masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup di Kabupaten Kepulauan Meranti.****