Sidik24jam. Meranti – Dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), telah dilaksanakan kegiatan Pemasangan Papan Plang Peringatan Karhutla di lahan Milik Saudari HERNAWATI di Desa Tanjung Medang Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau, Senin 6 Oktober 2025 sekira jam 11.30 Wib.
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB ini didasari Laporan Polisi Nomor : LP/4/VII/2025SPKT.SATRESKRIM/POLRES KEP. MERANTI/POLDA RIAU, tanggal 22 Juli 2025;
Surat Perintah Penyidikan Nomor : SP. Sidik:28/VII/RES.1.13./2025/Sat Reskrim, tanggal 23 Juli 2025;
Surat Pemberitahuan dimulainya Penyidikan Nomor : SPDP/23/VII/2025/Satreskrim, tanggal 22 Juli 2025
Turut hadir dalam kegiatan tersebut,AKP ROEMIN PUTRA, S.H., M.H. (Kasat Reskrim),IPDA ARIYADI, S.H. (KANIT II Sat Reskrim),BUDI CAHYADI (Camat Rangsang),IPDA DOMINIKUS TURNIP S.E (Kapolsek Rangsang),YATNO (Kades Tanjung Medang),BRIPKA SUKRIZAL S.H.M.H ( Kanit Reskrim Polsek Rangsang)
DIKI SASMITRA (Sat Pol Pp), Personil Unit Reskrim Polsek Rangsang ,Masyarakat Desa Tanjung Medang Kecamatan Rangsang.
Kapolres Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Kasat Reskrim AKP ROEMIN PUTRA, S.H., M.H. bahwa pemasangan papan plang ini merupakan bentuk sosialisasi sekaligus penegasan terhadap larangan pembakaran hutan dan lahan. “Kita ingin mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap bahaya Karhutla, karena dampaknya sangat luas, baik kesehatan, lingkungan, maupun perekonomian,” ujarnya.
Papan plang peringatan Karhutla dipasang di lahan milik Milik Saudari HERNAWATI berlokasi di Tanjung Medang Kecamatan Rangsang,Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif.***
Sidik24com. Meranti – Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH, meninjau lahan penanaman jagung pipil yang menjadi bagian dari Program Ketahanan Pangan Polri di Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, Minggu (5/10/2025) siang.
Peninjauan tersebut bertujuan memastikan kesiapan lahan yang akan digunakan untuk penanaman jagung pipil, termasuk ketersediaan sarana pendukung serta tahapan awal proses pengolahan tanah.
Dalam kegiatan itu, Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Maitertika SH MH, Kabag SDM Kompol Ali Azar S.Sos, Kasat Reskrim AKP Roemin Putra SH MH, Kasi Propam AKP JA Lubis SH MH, serta Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre SH MH.
Turut hadir pula perwakilan dari pihak swasta dan masyarakat, antara lain CSR Coordinator PT ITA Arip Hidayatuloh, Site Manager Nawakara AKBP (Purn) Khairul Amin, anggota PPL Kecamatan Merbau, serta Ketua Kelompok Tani setempat, Jefri.
Kapolres AKBP Aldi mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan Polres Kepulauan Meranti terhadap program Polri dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
“Kami meninjau langsung agar pelaksanaan program ini berjalan optimal dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, AKBP Aldi menjelaskan, program ketahanan pangan polri sendiri merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian pangan nasional melalui pemberdayaan masyarakat, kerja sama lintas sektor, serta pengawasan terhadap ketersediaan bahan pangan di daerah.
“Program ketahanan pangan ini bukan hanya untuk memastikan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Kegiatan peninjauan berakhir sekitar pukul 13.20 WIB dalam situasi aman, tertib, dan kondusif.***
Palembang,Sidik 24 com -Di tengah teriknya matahari Lembaga Swadaya Masyarakat Pemerhati Organisasi Organisasi Sosial dan Ekonomi Republik Indonesia ( LSM POSE RI) yang di komandoi atau diketuai Desri Nago SH mengadakan “Kegiatan Aksi Damai ” di Mapolda Sumsel Jl. jendral Sudirman , Kelurahan Pahlawan Kecamatan Kemuning, Sumatera Selatan Senin 1 Oktober 2025 yang bertepatan dengan hari kesaktian Pancasila.
Saat berhasil di wawancarai oleh awak media terutama yang tergabung dengan media Partner POSE RI Ketua Umum POSE RI mengatakan aksi damai kali ini penegakkan Hukum di wilayah Polsek Keluang yang menjadi ancaman awak kontrol sosial yang sudah ada tersangka.
” Dimana di situ sudah ada tersangka nya bernama Diana tp belum naik tahap penyidikan atau blm menahan nya adapun kejadian tersebut terjadi antara bulan Juli hingga September, ” jelasnya.
Desri mengutarakan dari pemantauan POSE RI selama ini telah terjadi 9 kali kebakaran namun belum ada tersangkanya.
” POSE RI akan selalu mengontrol kebijakan- kebijakan pemangku jabatan karena dampak dari sumur minyak ini menyebabkan Ekosistem Lingkungan yang ada di sekitarnya, serta dampak sosial “ungkapnya.
Lanjutnya dalam penguraiannya Desri menegaskan agar Kapolda Sumsel mengevaluasi Kasubintel dan Kapolsek Keluang karena POSE RI sebagai mitra kerja polri” POSE RI dalam beberapa minggu kedepan akan turun lagi dan berharap kanit Berau dan Kapolseknya untuk di evaluasi lagi, “tutup nya.
Adapun POSE RI mengungkapkan tuntutan pernyataan sikap mendukung dan mendesak Kapolda Sumsel :
1.Usut tuntas kasus kebakaran sumur minyak ilegal dan penyulingan di wilayah hukum Polsek Keluang adapun insiden tersebut diantaranya
-Kebakaran sumur minyak di wilayah cobra 3,PT Hindoli,Keluang tanggal 17 Mei milik Efran alias Dogel.
-Kebakaran penyulingan minyak Ilegal diduga milik Kholik, di Pal 12 Keluang.
-11 Juni 2025 terjadi kebakaran penyulingan minyak ilegal dekat portal pos security PT HIndoli, A3 Keluang milik TIta Murzani.
-Meledak dan terbakarnya sumur minyak ilegal milik indra botak di dekat Tower Api Cobra2 , tanggal 15 Juni 2025.
-Sebanyak 6 sumur minyak ilegal terbakar tanggal 30 Juli 2025 di Cobra 1,PT HIndoli Keluang dugaan pemiliknya adalah Diana dan Eko.
-Tanggal 20 dan 21 Agustus 2025 di Cobra 1 dan 3 kebakaran hebat kembali terjadi di sumur yang diduga pemilik nya Diana.
-Peristiwa kebakaran subur minyak terbaru, terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di wilayah PT HIndoli Keluang tanggal 17 September, diduga milik Amir Sri Gunung.
2.Agar seluruh pemilik dan pemodal sumur minyak ilegal serta penyulingan mknyal ilegal yang terbakar, khususnya oknum bernama “Diana” yang sudah jelas mengakui kepemilikan nya segera ditangkap.
3.Evaluasi Kinerja Kapolsek Keluang dan Kanit Reskrim, sebab dinilai memiliki kinerja sangat buruk sehingga banyak kasus mandek dan nihil tersangka, yang bersangkutan diduga melakukan pembiaran terhadap aktivitas minyak ilegal yang menyebabkan kebakaran, dugaan ini di perkuat dengan tidak adanya tindakan tegas di lapangan meski aktivitas tersebut telang berlangsung lama.
4 Jika dalam tiga minggu kedepan tidak ada penetepan tersangka maupun langkah konkret dalam mengevaluasi kinerja Kapolsek Keluang, maka lembaga POSE RI siap menggelar aksi lanjutan secara besar-besaran, selain itu lembaga kami juga akan melayangkan laporan resmi ke Mabes Polri serta menila Polda Sumsel tidak berani menghadapi mafia minyak dan menciderai hukum.
5.Mendesak Kapolda Sumatera Selatan agar memberi sanksi sesuai undang-undang berlaku. ( Salman)
Sidik24com. MERANTI – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti secara resmi meluncurkan Buku Muatan Lokal (Mulok) Budaya Melayu Riau untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Peluncuran ini dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, di Ballroom Afifa, Jalan Banglas, Selasa (30/9/2025).
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, pimpinan Forkopimda, Ketua Komisi III DPRD, Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Meranti, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ketua PGRI, para kepala sekolah, guru, serta tokoh adat dan masyarakat.
Ketua Tim Penulis, Mohd. Maksum, S.Ag., M.A, menjelaskan bahwa buku ini berisi beragam aspek budaya Melayu Riau, seperti sejarah, sistem kekerabatan, tradisi daur hidup, kesenian rakyat, hingga pusaka benda warisan leluhur.
“Buku ini kami susun sebagai jembatan antar-generasi untuk meneguhkan identitas dan menumbuhkan kebanggaan sebagai anak Melayu Kabupaten Kepulauan Meranti,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti menyampaikan bahwa daerah ini menjadi kabupaten ketiga di Riau yang berhasil menyusun buku budaya daerah secara mandiri, setelah Kampar dan Dumai. Penyusunan buku telah dimulai sejak 2010 melalui sejumlah workshop muatan lokal, kemudian difinalisasi dengan menyesuaikan regulasi terbaru, yakni Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 dan Peraturan Bupati Meranti Nomor 4 Tahun 2025.
Dalam sambutannya, Bupati Asmar menyampaikan apresiasi kepada tim penulis, para guru, serta lembaga adat atas kontribusinya dalam penyusunan buku tersebut.
“Di era globalisasi ini, arus budaya asing begitu deras. Buku ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat karakter generasi muda agar tidak tercerabut dari akar budayanya. Bangsa besar adalah bangsa yang berbudaya dan beradab,” tegasnya.
Ia juga menyebut bahwa buku ini akan mempermudah guru dan siswa dalam mendapatkan bahan ajar muatan lokal, sekaligus menjadi sarana pelestarian nilai-nilai luhur budaya Melayu sejak dini.
Pemkab Kepulauan Meranti mendorong agar seluruh sekolah tingkat dasar menjadikan buku ini sebagai muatan lokal wajib. Sementara itu, Dinas Pendidikan diminta untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap implementasi di lapangan agar berjalan sesuai ketentuan.
Peluncuran buku ini disambut antusias oleh para guru dan tokoh adat. Mereka menilai kehadiran buku budaya ini sebagai bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga marwah budaya Melayu Riau.****
SIDIK24.COM,INHIL.-Geyah putri terbaik Desa Pekan Tua Kabupaten Inhil akhirnya bisa mewujudkan mimpinya untuk menempuh pendidikan tinggi di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Impian tersebut terwujud setelah mereka secara resmi Test Lulus dari Universitas Al-Azhar Kairo,Mesir.
Geyah (18) Seorang Satriwati Lulusan Pondok Pesantren As-Salam Sijunjung, Putri Kelahiran Dusun kelapa gading RT 3/ RW 2 Desa Pekantua Kabupaten Inhil, Provinsi Riau Lulus Kuliah di Al-Azhar Kairo Mesir dengan Nilai Terbaik.
Bantuan beasiswa dari PT.SRL diserahkan secara Langsung oleh Pihak Perusahaan Kepada Geyah dan didampingi Oleh Kepala Desa Pekantua Neti Oktarianda,S.K.M, di Halaman Kantor Desa Pekantua, Sabtu (27/9/2025)
turut hadir acara tersebut Yakni, Ketua BPD, Tomas, Guru TPA, Babinsa, Humas PT SRL, Tokoh Masyarakat, dan Orang Tua Geyah
Kepala Desa Pekantua Neti Oktarianda,S.K.M atas nama Pemerintah Desa (Pemdes) Pekantua, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT SRL yang secara konsisten berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan agama.
Kepada Geyah penerima beasiswa, Kades Neti berpesan agar kesempatan emas ini tidak disia-siakan. Ia meminta mereka untuk belajar dengan sungguh-sungguh demi meraih kelulusan tepat waktu dan membanggakan daerah Inhil Khususnya Desa Pekantua
“Belajarlah dengan tekun, jaga nama baik keluarga dan Kabupaten Inhil Khususnya Desa Pekantua di kancah internasional. Jangan lupakan doa untuk orang tua yang telah berkorban serta doakan daerah kita agar senantiasa menjadi “negeri yang baik dengan Tuhan Yang Maha Pengampun”.
pesan Kades Pekantua Neti Oktarianda,S.K.M
sidik24.com.Langkat, (Sumut) – Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Langkat (AMP2L) melakukan aksi demo damai di depan Halaman Kantor Bupati Langkat mendesak Bupati melakukan pencopotan atas jabatan plt Kadis Pendidikan, Gembira Sembiring, S.Pd karena diduga kuat melakukan Pungutan Liar (Pungli) terhadap Ratusan Kepala sekolah, Jumat (26/9/2025).
Aksi AMP2L yang di ketuai Bambang Hermanto mendesak Bupati Langkat, H. Syah Afandin mencabut SK Pelantikan Plt Kadis Pendidikan Nomor registrasi 800.1.11.1-311/SP/BKD/2025 tertanggal 17 Maret 2025 atas pengangkatan Gembira selaku plt Kadis Pendidikan Langkat.
” Copot Plt Kadis Pendidikan Langkat, diduga melakukan Pungutan liar terhadap calon kepala sekolah untuk menjabat Kepala Sekolah SD dan SMP” ujar Bambang Hermanto dalam orasinya.
Menurut Bambang, Bupati Langkat telah lalai dalam memilih Plt Kadis Pendidikan dengan masa jabatan lebih dari tiga bulan, ada dugaan perpanjangan SK pengangkatan terhadap Gembira selaku Kadis pendidikan tak memenuhi mekanisme aturan yang berlaku.
” Bahkan, dengan jabatannya itu, Kadis diduga melakukan Pungli untuk memperkaya diri sendiri dan atau golongannya” tegas Bambang.
Lanjut Bambang akan membawa permasalahan ini ke tanah hukum apa bila evaluasi dan atau pencopotan jabatan plt Kadis Pendidikan Langkat tidak disegerakan.
” Dan kami akan melaporkan dugaan Pungli plt Kadis Pendidikan terhadap kepsek SD dan SMP se Langkat ke Kejari Langkat, dan aksi ini akan kami lakukan dibeberapa hari kedepan dengan jumlah massa yang lebih banyak untuk meminta ketegasan Bupati dalam menindaklanjuti aksi kami ini” terbang Bambang.
Lanjut, massa aksi AMP2L bergerak ke Kejari Langkat untuk melakukan aksi demo damai lanjutan.
sidik24.com.Langkat (Sumut)- Dunia jurnalistik di Kabupaten Langkat kembali dikejutkan dengan sikap arogansi yang dinilai melecehkan profesi wartawan. Kali ini, sikap buruk kepada dua orang wartawan itu sengaja dipertontonkan Poniati yang tak lain istri Kepala Desa Pematang Cengal Kecamatan Tanjung Pura kabupaten Langkat,Kamis 25/09/2025.
Diduga takut diberitakan Poniati marah serta mengusir insan media itu dan berupaya mengambil selang air dihalaman untuk memukul wartawan , namun dihalangi oleh suaminya dan seorang Kepala Dusun .
” Kok jadi wartawan hanya mencari kesalahan orang saja,, pulang kalian, pergi sana kalian !!!
Insiden ini terjadi ketika dua orang wartawan datang kerumah Kepala desa Pematang Cengal Kecamatan Tanjung Pura, Arusman.
Sebelum datang, awak media ini sudah menghubungi Arusman selaku kades Pematang Cengal untuk mengkonfirmasi terkait kegiatan pembangunan 80 unit MCK yang dinilai beberapa narasumber diduga menjadi temuan.
Sebelumnya wartawan yang sudah merasa terhina oleh tindakan istri Kades Pematang Cengal ini yang sudah melakukan investigasi kelapangan sebagai sosial control media terhadap program Dana Alokasi Khusus ( DAK) Sanitasi tahun 2024 yang diluncurkan Bidang Cipta Karya, Dinas PUTR Langkat itu melalui Kelompok Swadya Masyarakat (KSM) Sumber Rezeki desa Pematang Cengal yang diduga menjadi bancahan korupsi berjamaah.
Kades Pematang Cengal itu sudah menunggu bersama seorang Kadus Zainal dan istri nya Poniati.
Awalnya pembicaraan membahas bangunan MCK, Arusman mengatakan kalau masyarakatnya berterima kasih terhadap program MCK itu.
Disaat media bertanya mana ketua KSM nya, Arusman menjawab sudah merantau ke Pekan Baru
Dalam pembicaraan antara kades Arusman dan Wartawan sangat terganggu dan tidak fokus lagi dikarenakan Poniati mengeluarkan kata- kata yang tak jelas, menggerutu, seolah- olah tidak senang dengan kehadiran wartawan.
Dan tiba Poniati berdiri dari tempat di duduknya mengusir awak media mengeluarkan kata-kata buruk, sekali mengusir sembari mengambil selang air untuk dipukulkan namun dihalangi kadus dan kades Arusman
Pengusiran terhadap indan Pers ini sontak memicu kemarahan para jurnalis. Mereka menilai ucapan idan pengusiran itu bukan hanya serangan terhadap individu, tetapi juga penghinaan terhadap profesi wartawan secara umum.
“Ini jelas melukai harga diri wartawan dan mencoreng citra pejabat publik. Seorang istri kepala desa seharusnya bisa menjaga lisan dan tindakan bukan justru spontan mengusir Wartawan.
dalam Pasal 433 dan 435 KUHP serta UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Menghalangi wartawan atau jurnalis pada saat menjalankan tugasnya dapat dipidana. Bagi seseorang yang dengan sengaja menghalangi wartawan menjalankan tugasnya dalam mencari, memperoleh dan menyebarluaskan informasi dapat dikenakan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Pasal 18 ayat (1)
“Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).”
Dengan demikian, seseorang yang dengan sengaja menghambat dan menghalangi tugas wartawan otomatis melanggar ketentuan pasal tersebut dapat diancam pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah.
Langkat (Sumut)- Bid Propam Polda Sumut memberikan pembinaan pemulihan profesi Polri terhadap personil dalam pengawasan di Polres Langkat yang di laksanakan di Gedung Kolaborasi Bharadaksa dan Tathya Dharaka Polres Langkat. Kamis (25/09/2025).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, SH, SIK, MSi, didampingi Kasubagrehabpers Bidpropam Polda Sumut AKP Idham Ilham S.H. beserta Kasi Propam Polres Langkat Iptu Faisal Hasibuan dan Tim dari Propam Polda Sumut serta dihadiri Oleh personel Polres Langkat.
Dalam sambutannya Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo. mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan guna menghindari dan mencegah terjadinya pelanggaran serupa maupun hal lain yang bertentangan dengan hukum dan etika Polri di wilayah hukum Polres Langkat.
“Pembinaan pemulihan profesi Polri tersebut berguna bagi personel untuk persyaratan penerbitan Surat rekomendasi pemulihan status anggota Polri dan rekomendasi pemulihan hak bagi personel yang pernah melakukan pelanggaran disiplin maupun kode etik,” jelas AKBP David.
AKBP David, berharap adanya kegiatan pembinaan ini dapat mengembangkan personil menjadi pribadi yang lebih baik serta terhindar dari perbuatan menyimpang dan tidak mengulangi pelanggaran-pelanggaran serupa ataupun yang lainnya.
“Adanya pembinaan ini menjadi sarana rehab bagi personil yang pernah melakukan pelanggaran, dilain sisi kegiatan ini kita harap dapat mengembangkan kembali personil menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya,” tutur AKBP David.
PALEMBANG,Sidik24.com – Sebanyak 150 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari seluruh Kota Palembang mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas usaha yang digelar bekerja sama dengan Koperasi, Pemerintah Kota Palembang, dan Indomaret. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan UMKM yang lebih mandiri, berdaya saing, serta mampu menembus pasar ritel modern, dilaksanakan di rumah dinas walikota Palembang.
“Dalam kegiatan tersebut, para peserta diberikan pembekalan mengenai peningkatan kualitas produk, manajemen usaha, hingga pengemasan (packaging) agar produk UMKM memiliki standar yang lebih baik dan dapat diterima di pasar ritel,rabu (24/09/2025).
“yang diwawancarai oleh awak media Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap para pelaku UMKM semakin mandiri dan berkualitas, bukan hanya dari segi hasil produk, tetapi juga dari aspek pengelolaan usaha secara menyeluruh. Pemerintah berperan sebagai inkubator yang selalu mendampingi dan membimbing UMKM agar bisa naik kelas,” ujar Isnaini, salah satu perwakilan dari pihak penyelenggara.
“Selain pelatihan, kegiatan ini juga menghadirkan dukungan langsung dari Indomaret yang akan menyeleksi dan memasarkan produk UMKM sesuai dengan kriteria yang berlaku. Produk-produk unggulan yang lolos nantinya berpeluang dipasarkan tidak hanya di gerai Indomaret Palembang, tetapi juga di Sumatera Selatan, Bangka Belitung, bahkan seluruh Indonesia.
“Widodo, perwakilan Indomaret, mengungkapkan harapannya agar produk lokal bisa semakin dikenal luas.
“Harapan kami, UMKM di Palembang mampu memiliki daya saing, nilai jual, serta kualitas yang bisa menjadi daya tarik konsumen. Masakan dan produk dari UMKM Palembang ini sangat enak dan potensial untuk dijual di seluruh gerai Indomaret, baik di Sumsel, Bangka Belitung, maupun secara nasional,” jelasnya.
“Sebagai bentuk apresiasi, dalam kegiatan ini Indomaret juga memberikan dukungan berupa undian dua unit gerobak usaha, sejumlah doorprize menarik, serta timbangan digital gratis bagi seluruh peserta pelatihan.
“Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan Indomaret, pelaku UMKM di Palembang diharapkan semakin percaya diri dan memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar modern, sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk mereka rilis(Salman)
Sidik24com. MERANTI, 20 September 2025 — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti kembali mengalokasikan anggaran beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu dan berprestasi pada tahun 2025. Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan visi dan misi “Meranti Unggul, Agamis, dan Sejahtera”.
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menyampaikan bahwa bantuan beasiswa tersebut diperuntukkan bagi dua kategori mahasiswa, yaitu mahasiswa berprestasi dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
“Pada tahun 2024, kita juga telah menyalurkan bantuan beasiswa serupa. Ini merupakan bentuk dukungan dan perhatian khusus dari pemerintah daerah kepada mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tinggi,” ujar Bupati Asmar.
Ia menambahkan, pengalokasian anggaran pendidikan ini mengacu pada ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2022, yang merupakan perubahan atas PP Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan. Peraturan tersebut mengatur kewajiban pemerintah dalam menyediakan anggaran pendidikan dalam APBN maupun APBD.
“Insyaallah, dalam waktu dekat akan diumumkan teknis dan tahapan pendaftaran beasiswa tahun 2025. Kami minta mahasiswa untuk bersabar menunggu informasi resmi,” tambahnya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Meranti, Syafrizal, M.Si., yang dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, membenarkan rencana tersebut.
“Tahun 2025, kita kembali mengalokasikan anggaran untuk beasiswa mahasiswa Meranti, dengan dua kategori yaitu prestasi dan kurang mampu. Insyaallah, paling lambat Oktober 2025, pengumuman penerimaan akan disampaikan secara resmi,” jelas Syafrizal.
Langkah Pemkab Meranti ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Ketua Relawan Anak Nusantara, Rita Mariana, S.Psi., menyambut baik kebijakan tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan.
“Kebijakan ini sejalan dengan amanat UUD 1945, yang menyatakan bahwa 20% dari anggaran negara diperuntukkan bagi sektor pendidikan,” ujar Rita.
Senada dengan itu, tokoh masyarakat Meranti yang juga Ketua Pemuda Pancasila, Sugianto alias Mas Tato, turut mengapresiasi kebijakan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati H. Asmar atas perhatian terhadap pendidikan. Semoga program ini benar-benar membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan mereka,” tuturnya.
Dengan adanya program beasiswa ini, diharapkan mahasiswa asal Kepulauan Meranti dapat lebih termotivasi dalam menempuh pendidikan dan berkontribusi positif bagi daerah di masa depan.****