![]()

Warga Keluhkan Jadwal Speedboat ke Maratua Tak Menentu, Fasilitas dan Standar Keselamatan Juga Disorot
Berau – Seni 09 Maret 2026 Masyarakat mengeluhkan ketidakstabilan jadwal keberangkatan speedboat dari Pelabuhan Kampung Bugis menuju Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Selain jadwal yang dinilai tidak menentu, warga juga menyoroti minimnya fasilitas serta standar keselamatan pada beberapa armada speedboat yang beroperasi.
Pelabuhan yang berada di Kampung Bugis, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau tersebut merupakan salah satu akses utama transportasi laut menuju Pulau Maratua. Namun hingga saat ini, masyarakat menilai tidak adanya kepastian jadwal keberangkatan sehingga penumpang kerap menunggu lama tanpa informasi yang jelas.
“Kadang kami sudah datang sejak pagi, tetapi tidak ada kepastian kapan speedboat berangkat. Jadwalnya sering berubah dan tidak ada papan informasi resmi di pelabuhan,” ujar salah seorang warga.
Selain masalah jadwal, masyarakat juga menyoroti fasilitas di dalam speedboat yang digunakan untuk perjalanan menuju Maratua. Diketahui, waktu tempuh perjalanan dari Berau ke Maratua bisa mencapai lebih dari dua jam. Namun beberapa armada speedboat disebut tidak dilengkapi fasilitas darurat seperti tempat buang air kecil (toilet) bagi penumpang.
Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu kenyamanan bahkan keselamatan penumpang, terutama bagi anak-anak, lansia, maupun penumpang yang melakukan perjalanan jarak jauh di laut.
Secara regulasi, penyelenggaraan transportasi laut wajib memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, serta kelayakan kapal bagi penumpang sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran yang mewajibkan operator angkutan laut memenuhi standar keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, di tingkat daerah juga terdapat ketentuan yang mengatur operasional speedboat yang melayani rute laut jarak menengah hingga jauh di wilayah Kabupaten Berau. Dalam Peraturan Bupati Berau tentang Standar Operasional Speedboat Penumpang disebutkan bahwa speedboat yang menempuh perjalanan lebih dari dua jam wajib menggunakan minimal dua mesin sebagai langkah antisipasi jika terjadi kerusakan mesin di tengah perjalanan.
Ketentuan penggunaan dua mesin tersebut bertujuan untuk meningkatkan faktor keselamatan penumpang selama pelayaran, mengingat jarak tempuh menuju wilayah kepulauan seperti Maratua cukup jauh dan berada di perairan terbuka.
Namun di lapangan, masyarakat berharap aturan tersebut dapat diawasi secara lebih ketat oleh instansi terkait, termasuk oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Berau agar seluruh armada yang beroperasi benar-benar memenuhi standar keselamatan, fasilitas, serta jadwal pelayanan yang jelas.
Warga juga meminta agar pihak pengelola pelabuhan menyediakan papan informasi resmi mengenai jadwal keberangkatan speedboat menuju Maratua, sehingga masyarakat maupun wisatawan yang hendak melakukan perjalanan tidak lagi mengalami kebingungan.
Dengan adanya pengawasan yang lebih ketat serta penerapan aturan transportasi laut yang sesuai regulasi, masyarakat berharap pelayanan transportasi laut dari Berau menuju Maratua dapat berjalan lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh penumpang.(Fendy)
