Sidik24,com.Lombok Timur – Ribuan Masyarakat yang berasal dari 12 kewilayahan Desa Kotaraja mengikuti Pawai Alagoris dalam rangka HUT RI ke -78.
Selain dari masyarakat Kotaraja, Para peserta berasal dari Staff Kecamatan Sikur dan UPT Dikbud.
Seluruh Sekolah dari TK sampai dengan SMA/MA se- Desa Kotaraja ikut meramaikan puncak kegiatan peringatan HUT RI ke-73.
Rute yang dilalui para peserta dimulai dari Lapangan Desa Kotaraja kemudian menuju ke Dusun Marang Utara dan Selatan, Selanjutnya masuk ke dusun Jabon, Dalem leuk dan Tibukarang dan finish di Depan Kantor Desa Kotaraja.
Kepala Desa Kotaraja, Lalu Supiandi Menyampaikan banyak terima kasih kepada Panitia dan seluruh masyarakat yang sudah mengikuti dan meramaikan acara Pawai Alagoris.
” saya sangat berterima kasih kepada Panitia dan masyarakat desa Kotaraja khususnya yang sangat tinggi antusiasnya untuk mengikuti kegiatan pawai.”ucapnya.
Selanjutnya kades Kotaraja berharap di tahun yang akan datang akan mengadakan kegiatan-kegiatan perlombaan dalam rangka peringatan HUT RI yang lebih meriah lagi .
“Semoga di tahun yang akan datang acara kita buat dengan lebih meriah.”tutupnya.
Baiq Juniarti yang berasal dari Kedusunan Jabon berharap Tahun yang akan datang kegiatan-kegiatan Perlombaan yang ada di Desa bisa lebih meriah lagi.
“Kalo bisa tahun depan bisa lebih meriah lagi dan hadiahnya besar-besar”singkatnya sambil tersenyum.(purnomo)
Medan|| Sidik24.vom
Menyambut Hari Literasi Internasional 2023 yang jatuh pada Jum’at, 8 September 2023. Berbagai Negara juga turut memperingati Hari Aksara Internasional, termasuk Indonesia yang menamakannya menjadi Hari Aksara Nasional.
“Kita perlu memperkaya dan mentransformasikan ruang belajar yang ada melalui pendekatan terpadu dan menjadikan pembelajaran literasi sebagai perspektif pembelajaran sepanjang hidup.” Ungkap Rizki Omilia Purnama S.Pd yang merupakan salah satu penggiat pendidikan dan media sosial.
Hari Aksara Internasional di Indonesia adalah sebuah peringatan untuk mensosialisasikan pemahaman tentang Kurikulum Merdeka dan Program Merdeka belajar melalui penyadaran pentingnya ruang belajar literasi untuk membangun ketahanan serta memastikan pendidikan yang berkualitas, adil, dan inklusif untuk semua.
“Memperingati Hari Aksara Internasional adalah untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya literasi sebagai masalah martabat dan hak asasi manusia.” Tambah Rizki Omilia Purnama S.Pd disela kesibukan kepada awak media, yang kerap disapa Miss Amel oleh para siswa.
( mas bagus)
Sidik24,com.Praha – Menko Polhukam Mahfud MD dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengunjungi Ceko untuk memberikan peluang repatriasi bagi para korban pelanggaran HAM berat masa lalu. Para korban itu, khususnya eks Mahasiswa Ikatan Dinas (Mahid) diberi kemudahan melalui prioritas layanan visa, izin tinggal, dan izin masuk kembali secara gratis.
Kepada eks Mahid di Ceko, Menteri Hukum dan HAM menegaskan kembali layanan prioritas eks Mahid untuk mendapatkan dokumen kewarganegaraan dan dokumen keimigrasian ketika ingin berkunjung ke Indonesia, atau bahkan kembali menjadi warga negara Indonesia.
“Dari 14 eks Mahid di Ceko, 13 di antaranya memiliki kewarganegaraan Ceko sedangkan satu orang lagi kewarganegaraan Indonesia. Kemenkumham menjamin layanan prioritas jika ingin kembali ke Indonesia,” ujar Yasonna di Praha, Senin (28/08/2023) waktu setempat.
Yasonna menuturkan, Kemenkumham telah mengeluarkan peraturan yang memungkinkan 14 eks Mahid di Ceko bisa mendapatkan layanan visa, izin tinggal, dan izin masuk kembali secara gratis.
“Korban peristiwa pelanggaran HAM berat diberikan tarif nol rupiah atas layanan keimigrasian,” ucap Yasonna dalam kunjungannya bersama Menko Polhukam, Mahfud MD.
Untuk wilayah Ceko, layanan prioritas untuk eks Mahid dapat diperoleh melalui permohonan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ceko. Selanjutnya KBRI akan melanjutkan permohonan tersebut hingga mendapatkan rekomendasi dari Kemenko Polhukam.
Per hari ini, Kemenkumham telah memberikan Prioritas Pelayanan Keimigrasian terhadap 5 (lima) orang eks Mahid sejak Kick Off Penyelesaian Non Yudisial Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu di Pidie Aceh pada tanggal 27 Juni 2023, yakni kepada:
1. Ing. Jaroni Soejomartono, berupa Izin Tinggal Terbatas (ITAS) yang berlaku selama 1 (satu) tahun.
2. Prof. Sudaryanto Yanto Priyono, berupa Izin Tinggal Terbatas (ITAS) yang berlaku selama 1 (satu) tahun.
3. Sri Budiarti Tunruang, berupa Visa Kunjungan Beberapa Kali Perjalanan (Multiple Visa) dengan masa berlaku 5 (lima) tahun.
4. Wahjuni Kansilova, berupa Visa Kunjungan Beberapa Kali Perjalanan (Multiple Visa) dengan masa berlaku 5 (lima) tahun.
5. Siswartono Sarodjo, berupa Visa Kunjungan Beberapa Kali Perjalanan ( Multiple Visa ) dengan masa berlaku 5 (lima) tahun.
Secara keseluruhan, berdasarkan data dari Kementerian Luar Negeri, total eks Mahid yang masih ada hingga kini berjumlah 139 orang. 138 tersebar di 10 negara Eropa dan 1 di negara Asia. Belanda merupakan negara dengan eks Mahid terbanyak (67 orang), disusul Ceko (14 orang). Di Rusia, masih ada 1 orang eks Mahid, tetapi terdapat 38 orang keturunan eks Mahid di negeri beruang tersebut. Sementara itu satu-satunya negara non Eropa tempat eks Mahid tinggal adalah Suriah sebanyak 1 orang.
Salah seorang eks Mahid kini sedang mengalami sakit keras. Yang bersangkutan berharap dapat dimakamkan di Indonesia jika meninggal nanti.
Kunjungan Yasonna ke Ceko merupakan upaya pemerintah menindaklanjuti penyelesaian HAM berat secara non-yudisial. Perwakilan Pemerintah dipimpin oleh Menko Polhukam bersama Menteri Hukum dan HAM didampingi Duta Besar RI di Ceko, Sekretaris Jenderal Kemenkumham. Hadir pula dalam pertemuan tersebut Perwakilan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), dan Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran Hak Asasi Manusia Yang Berat Masa Lalu (PPHAM).
Sidik24,com.Mataram NTB – Tiga kasus Tindak pidana Narkotika dengan 8 tersangka yang ditangkap atas pengungkapan yang dilakukan Direktorat Resnarkoba Polda NTB pada bulan Agustus telah dihentikan penyidikan kasusnya melalui mekanisme Keadilan Restoratif (Restorative Justice : Red).
Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol. Deddy Supriadi, S.I.K, menyampaikan bahwa penangkapan 8 tersangka dalam tiga kasus tersebut, dilakukan pada waktu dan tempat yg berbeda. _Pertama_, penangkapan tersangka ER, M dan IL pada 15 Juni 2023 di salah satu kos wilayah Pagesangan Kota Mataram. _Kedua_, penangkapan tersangka R dan M pada 20 Juni 2023 di Kecamatan Gunungsari Kab Lombok Barat. Sedangkan _ketiga_ , penangkapan tersangka JA, JU dan CCA pada 15 Juli 2023 di Cilinaya Kota Mataram, ungkapnya (27/8/23).
Barang bukti yang berhasil disita dari tersangka ER, M dan IL, berupa alat hisap dan pipet kaca yg masih tersisa narkotika sabu. Kemudian tersangka R dan M, petugas menyita sabu 0,5 gram, alat konsumsi sabu seperti korek api dan pipa kaca. Sedangkan tersangka JA, JU dan CCA berhasil disita alat hisap, pipet kaca yang masih berisi narkotika sabu dan korek api. Sehingga para tersangka dijerat Pasal 127 Ayat (1) huruf a UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.
Dalam prosesnya, penyidik telah menemukan fakta bahwa 8 tersangka tersebut bukan merupakan jaringan narkoba atau sindikat. Selain itu, ditemukan barang bukti sabu pemakaian dalam satu hari dan didukung hasil urine yang positif mengandung metamphetamin, jelas Deddy.
Berdasarkan fakta-fakta ini, sesuai Pasal 9 Perpol Nomor 8 Tahun 2021, maka telah diputuskan melalui gelar perkara khusus, bahwa kedelapan tersangka dikategorikan pecandu/penyalahguna atau korban penyalahguna. Seluruh tersangka telah diajukan asesmen melalui Tim Asesmen Terpadu (TAT : Red) di BNNP NTB, ungkapnya.
Setelah penyidik menerima hasil TAT, kedelapan tersangka selanjutnya dikakukan rehabilitasi rawat jalan di lembaga rehabilitasi milik pemerintah, yaitu Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma. Sehingga ketiga kasus tersebut dihentikan proses penyidikannya dengan alasan demi hukum berdasarkan keadilan restoratif dan sebutan
tersangka diubah menjadi pecandu/penyalahguna atau korban penyalahgunaan Narkotika, tutup Deddy.
Ditempat terpisah Kepala bidang Humas Polda NTB Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin SIK., kepada awak media menjelaskan bahwa ke 8 tersangka pada 3 kasus tersebut telah melalui prosedur yang telah di atur dalam undang-undang sehingga penghentian penyidikan perkaranya dapat dilakukan.
“Beberapa ketentuan itu sudah ditangani secara profesional dan prosedural, sehingga kasusnya dapat dihentikan,”pungkas Arman.
Merayakan semarak Dirgahayu Republik Indonesia Ke 78 ,Plt Desa Sei Putih Herman Kaya Siregar S.Sos bersama Panitia Penyelenggara dan warga masyarakat Desa Sei putih Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang mengadakan berbagai perlombaan. bertempat di Dusun delapan Sabtu 26/08/2023
Adapun perlombaan yang di selenggarakan yaitu,Makan kerupuk , Lari dalam Goni Guli dalam sendok, Bola joget Rebutan Kursi Gerak jalan Santai yang diikuti warga masyarakat desa sei putih
Plt Kepala Desa Sei putih Herman kaya siregar S.Sos mengatakan, HUT RI ke -78 tahun 2023 ini mengambil tema “Terus melaju untuk Indonesia Maju”. Dan ini suatu kehormatan bagi kami untuk dapat merayakan momen bersejarah Republik Indonesia yang ke-78. Di tengah semangat kemerdekaan dan persatuan, kami berkumpul di dusun Vlll pada hari Sabtu 26 Agustus 2023, untuk mengisi rangkaian acara yang penuh makna.
Ia menjelaskan, bahwa kegiatan perlombaan yang kita selenggarakan tidak hanya merupakan hiburan semata, tetapi juga simbol semangat gotong royong dan kebersamaan yang telah mengukir perjalanan panjang bangsa kita. Gerak jalan santai dengan rute yang penuh arti, lomba makan kerupuk,serta lomba balap karung dan guli, semuanya mengajarkan kita tentang semangat pantang menyerah dan kegigihan dalam menghadapi tantangan.
“Melalui momen ini, mari kita tingkatkan rasa cinta dan bangga terhadap negara kita, Republik Indonesia,” ujarnya.
Herman Kaya selaku Plt desa seiputih berharap semangat perayaan ini tidak hanya berakhir di sini, tetapi tetap terus membakar di dalam dada kita sepanjang tahun. Mari jaga persatuan, keberagaman, dan semangat gotong royong, sebagai landasan kokoh bangsa ini terus maju dan berkembang.
” Terima kasih kepada seluruh panitia, peserta, dan warga yang telah turut serta dalam perayaan ini. Mari kita lanjutkan perjalanan bangsa dengan semangat proklamasi dan tekad untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik. Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-78! Merdeka,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Perlombaan 17 Agustus, Supriadi bersama tim pelaksana kegiatan mengucapkan alhamdulliah untuk semua yang hadir di acara perayaan HUT RI ke-78 didusun delapan Kami merasa sangat bahagia dan bangga atas kesuksesan rangkaian perlombaan ini, yang telah berhasil menjadi bagian tak terpisahkan dari peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78.
“Acara ini tidak hanya menjadi momentum untuk bersenang-senang, tetapi juga menjadi panggung di mana semangat persatuan, semangat juang, dan semangat kreativitas kita bersinar dengan gemilang” Ujarnya.
Masih supriadi Acara Perlombaan HUT RI ke 78 tahun ini langsung di buka PLT kades Sei Putih Herman Kaya Siregar S,Sos di dampingi Babinsa Serda Ibnu dan Babinkamtibmas Aipda Zainal Sinaga dengan mengucapkan Bismilahirrahmanirrohim.,Perlombaan resmi di buka,dengan bertepuk tangan
Selain perlombaan di laksanakan juga lucky draw ,yaitu undian Cabut nomor,keberuntungan,Hadiah yang di siapkan oleh Panitia HUT RI ke 78 tahun sangat banyak dan menarik sekali,
adanya pertunjukan perlombaan yang menghiasi acara ini adalah bukti betapa kita dapat menghormati tradisi dan budaya lokal, sambil tetap merayakan identitas nasional kita. Keseruan dan tawa yang terdengar sepanjang acara adalah cerminan dari semangat kebersamaan dan kegembiraan yang kita rasakan bersama.
” Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dalam persiapan, koordinasi, dan pelaksanaan acara ini. Tanpa dukungan dan usaha keras kalian, acara ini tidak akan mencapai kesuksesan seperti yang kita rasakan hari ini. Juga, tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada semua peserta yang telah dengan antusias mengambil bagian dalam perlombaan dan pertunjukan,”ucapnya.
Terakhir berharap semoga semangat yang telah kita ciptakan bersama di acara ini tetap membakar dalam setiap langkah kita dalam membangun negeri ini. Mari terus tingkatkan rasa persatuan dan semangat kebersamaan di tengah perbedaan, sehingga kita dapat terus memajukan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Tutup Supriadi ketua panitia Hut RI-78 desa sei putih.
Turut hadir dalam kegiatan
PLT Kades Sei Putih Herman Kaya Siregar S.Sos,Sekdes Mega handaya,Perangkat Desa Sei Putih, kadus 1 sd 9 Sei Putih, BPD,LPM, Babinsa Serda Ibnu, Babinkamtibmas
Tokoh Masyarakat, Toga,Mahasiswa yang PKL dari Universitas ST.Thomas Katolik Medan,Warga Sei Putih,Ketua FKDM Kec Galang Jupri Salim
Sidik24,com.Mataram NTB – Sebagai wujud rasa syukur dalam rangka menyambut ke 34 tahun Pengabdian AKABRI Altar 89 untuk masyarakat, Polda NTB melaksanakan Bakti Sosial yang dilaksanakan serentak di lapangan Bhara Daksa Polda NTB dan seluruh Polres Jajaran Polda NTB. Bakti sosial dan Bakti kesehatan dilaksanakan sebagai bentuk nyata pengabdian untuk masyarakat.
Pelaksanaan Bakti Sosial dan Kesehatan AKABRI Altar 89 tahun 2023 kali ini mengambil tema “Pengabdian TNI Polri Tiada Henti Untuk Indonesia Maju” sebagai komitmen TNI Polri alumni AKABRI 89 selalu hadir dan berbuat untuk masyarakat.
Acara yang berlangsung terpusat di Tasikmalaya Jawa barat tersebut dihadiri Panglima TNI Jenderal TNI Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Ketua Altar 89, dan diikuti serentak di seluruh daerah se Indonesia termasuk Polda NTB, (26/08/2023).
Sementara itu Kapolda NTB Irjen Pol Drs Djoko Poerwanto beserta Danrem 162/WB Brigjen Agus Bhakti, Wakapolda NTB, Kepala BNNP NTB, Kapolresta Mataram , serta Forkopimda Provinsi NTB dan para undangan lainnya mengikuti dan melaksanakan acara tersebut di Tribun Bhara Daksa Polda NTB, Sabtu (26/08/2023).
Memperingati 34 tahun Pengabdian Akabri 89 tersebut , Polda NTB dan jajaran Polres/ta bersama TNI di Wilayah Nusa Tenggara Barat melaksanakan bakti sosial dan bakti kesehatan dengan memberikan bantuan Sebanyak 10.500 paket sembako untuk di salurkan kepada masyarakat penerima manfaat dengan rincian 500 paket di salurkan Polda NTB, 1500 disalurkan Polresta Mataram, 2000 paket disalurkan Polres Lombok Barat, 1000 paket Polres Lombok Tengah, 500 paket Polres Lombok Utara, 1000 paket disalurkan Polres Sumbawa, 500 paket Polres Sumbawa Barat, 500 Paket oleh Polres Bima Kota, 500 paket Polres Bima dan 500 paket yang disalurkan Polres Dompu.
Disamping Bakti sosial dengan menyalurkan ribuan paket sembako, menyambut 34 tahun pengabdian AKABRI Altar 89, Polda NTB juga melaksanakan Bakti kesehatan. Dengan menghadirkan beberapa stand pelayanan kesehatan seperti Pemeriksaan Spesialis THT , Spesialis Kulit dan Kelamin, Stand Pemeriksaan Spesialis umum dan bedah tulang, Pemeriksaan Gigi dan spesialis bedah mulut, pelayanan vaksinasi dan Laboratorium, pemeriksaan dokter umum maupun spesialis dalam, Tenda Apotik, Donor Darah, serta stand Khitanan yang kesemuanya dihadirkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Dalam keterangannya saat menyampaikan laporan kepada Panglima TNI dan Kapolri melalui Zoom Aplikasi, Kapolda NTB Irjen Pol Drs Djoko Poerwanto, yang saat itu didampingi Altar 89 lainnya yang ada di NTB diantaranya Kepala BNNP NTB, WakaPolda NTB serta Kombespol Purn. Suryanto menyampaikan laporan terkait kegiatan bakti sosial Alumni Taruna (Altar) 89 di wilayah Nusa tenggara Barat (NTB).
“Polda NTB bersama TNI dan Pemerintah melaksanakan kegiatan Bakti Sosial dan bakti Kesehatan dimana Polda NTB dan Polresta Mataram melaksanakan bakti sosial berlangsung di Tribun Bhara Daksa Polda NTB sedangkan 9 polres jajaran lainnya dilaksanakan di Kabupaten masing-masing,”kata Kapolda Melaporkan Kegiatan di NTB.
Dalam Kegiatan bakti Kesehatan lanjut Jenderal bintang dua ini Polda NTB bersama TNI dan Pemprov NTB melibatkan 79 tenaga kesehatan yang terdiri dari Nakes dari TNI, Polri dan Rumah Sakit Swasta, 12 Dokter Spesialis, 7 Dokter umum, 54 Perawat dan bidan. Pelayanan kesehatan yang diberikan dengan melalui pendaftaran dan di periksa di klinik umum, kemudian jika ada penanganan khusus seperti katarak, bibir sumbing akan ditindaklanjuti oleh dokter spesialis.
Kepada Panglima TNI dan Kapolri, Kapolda juga menyampaikan ucapan terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan oleh TNI, Polri dan pemerintah untuk dapat berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat NTB khususnya dalam rangka membantu pemerintah membangun dan memulihkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami Altar 89 siap berada dan berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat NTB,”ucapnya dihadapan Panglima TNI dan Kapolri via zoom aplikasi. (Adb)
Diakhir Acara Bakti Sosial Alter 89 di Polda NTB tersebut, Kapolda NTB beserta para undangan yang hadir bersama-sama melihat dan menyapa masyarakat yang tengah memeriksa kesehatan, donor darah, sunatan, periksa gigi serta menyerahkan Bansos berupa bingkisan Sembako secara simbolis kepada masyarakat penerima manfaat.
Sidik24,com.Lombok Timur – Kekeringan yang melanda di beberapa titik wilayah Lombok Timur berdampak pada kekurangnya masyarakat akan air bersih, Dimana kondisinya sangat memperihatinkan bahkan banyak masyarakat kesulitan dengan kekurangan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melihat kondisi tersebut Ketua Umum PB NW Maulana Syaikh TGKH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin At-Sani, Lc., MPd menginstruksikan kepada semua Badan Otonom Nahdlatul Wathan (NW), Jama’ah, Abituren, Simpatisan dan Kader yang Menjadi Caleg dari Tingkat Pusat hingga Daerah untuk selalu peduli dan cepat tanggap terhadap segala bentuk bencana atau musibah yang sedang terjadi dialami oleh masyarakat.
Kegiatan Bakti Sosial (Baksos) pemberian Air Besih di daerah kekeringan tersebut disalurkan PBNW melalui Lembaga Ami Zakat Infaq Shodaqoh (LAZAH)
Dimana dalam kegiatan sosial penyaluran bantuan air bersih ini LAZAH NW bekerjasama dengan Dinas Sosial Lombok Timur dan Donasi dari Caleg Gerindra DPR RI Dapil Lombok Apt. Hj. Lale Syifaun Nufus Santane Putri, M.Farm, Caleg Provinsi NTB Dapil 3 Hj. Lale Yakutun Nafis, S.Sos., MM, Caleg Kabupaten untuk Dapil 5 yaitu H. Surdian, SH dan Nursaid, SPd.
Melalui kerjasama serta partisipasi para donatur LAZAH NW peduli menyalurkan 5 tangki atau setara kurang lebih 20 ribu liter air bersih di Desa Selaparang, Kecamatan Suela, Lombok Timur.
Disampaikan Ustaz Sayuti selaku Bendahara LAZAH NTB, Penyaluran air bersih di di Desa Selaparang Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur ini disebar pada 4 Dusun di Desa Selaparang yang dampak kekeringan kekurangan air bersih. Pasalnya untuk mendapatkan air bersih masyarakat harus membeli dengan harga Rp.100 ribu satu tong besar dengan isi sekitar 1000 liter.
“Artinya dalam 1 bulan masyarakat harus mengeluarkan dana untuk membeli air sebesar Rp.700 ribu,” sebutnya saat menyalurkan baksos air bersih. Sabtu (26/8/2023)
Dijelaskan ustaz Sayuti, Dari satu desa dengan 4 dusun yang betul-betul kekeringan di RT. Karang Gerung, RT. Karang Jero Dusun Selaparang Barat. RT. Karang Pendem, RT. Karang Katon Selaparang Timur. Dari pantuan kita lihat rata-rata masyarakat sangat membutuhkan air bersih. Informasi langsung dari masyarakat mereka membeli air bersih dengan harga Rp.100 ribu, jadi bisa dikalkulasikan per bulannya jika berlanjut kekeringan.
“Sementara ini kita salurkan 5 tangki kurang lebih 20 meter kubik air, sedangkan untuk satu dusun saja kurang lebih ada 171 KK, mungkin 500-an jiwa membutuhkan,” rincinya.
Diharapkan dengan adanya penyaluran air bersih ini kepada masyarakat di Desa Selaparang Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur bisa membantu untuk kebutuhan mandi, minum dan memasak. Kendati di Dusun Selaparang Barat dan Selaparang Timur merupakan dusun berimbas cukup parah pada kekeringan. Pasalnya untuk membuat sumur harus mengebor cukup dalam sekitar 250 meter baru bisa menemukan air.
“Kesusahan mencari air bersih kadang-kadang satu tong itu nggak sampai satu hari, itu dipakai memasak, wudhu, mandi juga. Apalagi satu tong dipakai banyak anggota keluarga habis cepat ujarnya salah seorang warga,” pungkasnya.
Sementara itu, Lalu Jasudin selaku Kasi Pemerintahan Desa Selaparang mengatakan, jika musim kemarau masyarakat mulai kekurangan air bersih. Apalagi saat ini sudah memasuki beberapa musim kemarau, sehingga masyarakat sangat membutuhkan air bersih untuk kebutuhan mandi, minum dan memasak.
Ia menyampaikan untuk air bersih masyarakat membeli dengan harga Rp.300 ribu per tangki, kalau pakai tong Rp.50-100 ribu. Air ini sangat dibutuhkan oleh warga masyarakat.
“Jadi dengan datangnya air bersih dari LAZAH NW ini kami merasa sangat bersyukur dan dampaknya sangat luar biasa sekali,” ungkapnya (Purnomo)
Sidik24,com.Mataram NTB – Kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) penyalahgunaan wewenang dan jabatan yang dilakukan Pegawai Negeri pada Poltekkes Kemenkes Mataram dalam kegiatan pengadaan Alat Laboratorium Penunjang Belajar Mengajar (APBM) Pendidikan Poltekkes Kemenkes Mataram tahun anggaran 2016 yang ditangani Subdit 3 Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda NTB dalam waktu dekat segera dilimpahkan ke kejaksaan.
Pengungkapan kasus tersebut berdasarkan LP nomor 250 tertanggal 16 Agustus 2021 dimana ada dugaan penyalahgunaan wewenang dalam proses pengadaan APBM di Poltekkes Kemenkes Mataram.
Berdasarkan hasil penyelidikan, penyidik Dit Reskrimsus Polda NTB telah menetapkan dua tersangka sesuai alat bukti yang berhasil diperoleh. Kedua tersangka tersebut HAD (59) selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan ZF, (47) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
“Kedua tersangkanya adalah KPA dan PPK berdasarkan fakta-fakta yang dikumpulkan oleh Penyidik,”ungkap Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. Djoko Poerwanto dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Command Center Polda NTB, Selasa (22/08/2023).
Dikatakan Jenderal Bintang dua ini, bahwa penyidik telah mengumpulkan fakta-fakta yang menetapkan keduanya (KPA dan PPK) menjadi tersangka, dimana HAD selaku PPK terbukti menyalahgunakan kewenangan kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan DENGAN SENGAJA menetapkan dan menentukan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Spesifikasi barang/jasa APBM sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Term Of Refrence (TOR) tanpa proses verifikasi, evaluasi dan penyusunan perencanaan anggaran oleh tim perencanaan program.
Kemudian pada proses perencanaan anggaran menurut Mantan Penyidik KPK ini, tidak melakukan proses perencanaan yang tepat dan benar dan tanpa melalui proses usulan kebutuhan barang/jasa APBM oleh masing-masing Prodi selaku pengguna APBM sesuai kurikulum program studi Poltekkes Kemenkes Mataram sehingga didapati 4 item alat, 14 unit alat Laboratorium yang tidak dibutuhkan dan bahkan tidak terdapat dalam standar Laboratorium sesuai dengan kurikulum prodi jurusan.
Sementara ZF selaku PPK sesuai fakta-fakta terbukti menyalahgunakan kewenangan Jabatan / Kedudukan dengan Sengaja menentukan/menetapkan HPS dan spesifikasi APBM yang diadakan tahun 2016 dengan besar HPS Rp. 19.377.216 .163,00 berdasarkan KAK/TOR yang disahkan Direktur Poltekkes Kemenkes Mataram selaku KPA.
Padahal lanjutnya, Diketahui RAB dari APBM KAK/TOR tidak dilakukan evaluasi, verifikasi dan kajian kebutuhan oleh tim perencana program dan perencana anggaran serta tanpa melalui proses usulan oleh masing-masing Prodi jurusan selaku pengguna sesuai Kurikulum yang ada untuk pengadaan APBM pendidikan Poltekkes Kemenkes Mataram tahun anggaran 2016.
Dijelaskan pula bahwa berdasarkan data yang diterima bahwa pada tahun anggaran 2016 Poltekkes Kemenkes Mataram mendapatkan anggaran yang bersumber dari DIPA APBN Kemenkes sebesar Rp. 22.214.197.000 sesuai kode mata anggaran 532111 tanggal 7 Desember 2016.
“Dengan demikian ditemukan kerugian negara sebesar Rp. 3.242.571.504,”tutupnya.
Sementara Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol Nasrun Pasaribu S.I.K., yang turut hadir mendampingi Kapolda dalam konferensi pers tersebut menjelaskan bahwa berkas perkara kasus Tipikor tersebut telah rampung, dan dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke kejaksaan.
“Pelimpahan tersangka berikut barang bukti (tahap 2) ke Kejaksaan akan kami lakukan dalam waktu dekat ,”ucapnya .
“Ada sebanyak 15 item yang terdiri dari berkas dan alat /barang sebagai barang bukti yang turut pula kami limpahkan. Kemudian untuk melengkapi berkas perkaranya penyidik telah memeriksa sebanyak 50 saksi dalam perkara ini,”tambahnya menutup penjelasan.
Sidik24,com.Lombok Timur-Menelisik kondisi pasar tradisional di Kabupaten Lombok Timur yang terkesan kumuh dengan sampah yang tidak diperhatikan ditambah lagi fasilitas yang tidak memadai dengan kondisi lapak pedagang yang atapnya sana-sini bolong membuat anggota legislatif Dewan Perwakilan Rayat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) angkat bicara.
Dikatakan H. Daeng Paelori, Wakil Ketua DPRD Lotim, jika melihat kondisi pasar tradisional Pancor, itu bukan di Pancor saja tetapi ditempat lain juga sama dengan kondisi yang kumuh berbau akibat sampah dari limbah pedagang yang tidak di urus dengan tertib.
Ia mengatakan itu akibat dari yang pertama itu sarana dan pra sarana dari pasar berupa fasilitas tempat membuang sampah seperti kontainer yang kurang sehingga masyarakat di sekitar pasar membuang sampah dipinggir-pinggir jalan sekitar pasar. Makanya jangan heran akan terlihat kumuh dan kotor.
“Coba di cek di pasar-pasar itu, ayo ada mana ada disiapkan kontainer – kontainer sampah disana. Hampir sebagian besar pasar-pasar itu tidak disiapkan dan sebagian kecil saja ada disiapkan kontainer sampah,” ucapnya
“Kalau jalan lewat jalur belakang itu di pasar Pancor, luar biasa kumuh dan baunya, bukan disana saja kayak di Paokmotong juga yang lintas provinsi tapi sampahnya numpuk kayak gitu,” ungkap HDP panggilan akrab politisi senior Partai Golkar tersebut.
Lanjut HDP, yang berikutnya Dinas-dinas terkait yang berkaitan dengan penarikan retribusi pasar itu jangan sampai tumpang tindih yang kemarin oleh Bapenda sekerang Dinas Perdagangan. Jika pun ada pembagian tugas penarikan dan penyewaan lapak, seharusnya yang diberikan tanggung jawab itu tidak hanya sekedar menarik retribusi para pedagang saja tetapi juga harus berpikir bagaimana caranya supaya fasilitas kebersihan pasar juga menjadi prioritas utama.
“Itu yang sangat kelihatan dimana-mana pasar kita ini kumuh,” sebutnya.
Belum lagi bila melihat kondisi lapak pedang yang jika melihat itu sangat miris, padahal jika berbicara retribusi dirinya meyakini masyarakat taat membayar retribusi cuma yang menjadi pertanyaannya dikelola dengan benar atau tidak.
“Seharusnya kontribusi yang diberikan para pedagang melalui retribusi yang dipungut oleh para petugas itu diimbangi dengan perbaikan tempat mereka,” terangnya.
“Jangan hanya kita mengambil retribusi saja, kalau pedagang tidak mau membayar karena kondisi tidak diperhatikan terua kita paksa bagaimana itu,” sambungnya.
Kalau pasar tradisional dengan pasar modern itu hanya sekedar sebutan saja yang membedakan hanya pada fasilitas yang ada dipasar itu, seperti di pasar Masbagik begitu juga di pasar Pancor dengan fasilitas memadai sehingga terasa refresentatif. Ukuran modernnya itu dilihat dari fasikitas yang disediakan.
“Percuma kita kasih pasar itu label modern kalau fasilitasnya tidak ada, belum lagi dengan pengelolaan yang amburadul. Kedepan tugas-tugas itu harus dibuat sebagai skala prioritas,” terangnya.
Bila melihat kondisi pasar yang saat ini dimana lapak para pedagang banyak yang bocor tentu itu membuat para pedagang tidak nyaman apalagi pembeli. Disinilah perlunya kesimbangan antara pelayanan pemerintah pada para pedagang dengan menarik retribusi pada para pedagang tentu seharusnya diberikan pelayanan yang bagus pula.
“Jadi jangan heran nanti kalau masyarakat itu tidak mau membayar retribusi karena fasilitas yang kita berikan tidak imbang, Disinilah perlunya keseimbangan antara hak dan kewajiban pada daerah itu harus jalan” tegasnya.
Termasuk juga disinggung tidak optimalnya antara penarikan rekribusi dengan hasil yang masuk sebagai PAD. Jangan sampai ada praktek-praktik yang tidak sesuai dengan ekspektasi.
“Dulu pernah saya melakukan uji petik dibeberapa pasar. Tapi itu di masa yang sudah lewat jangan sampai itu terulang kembali,” pesannya.
Diakhir penyampaiannya, HDP memberikan masukan apapun keluhan masyarakat itu tujuannya memberikan informasi pada pemerintah dan tentunya pemerintah juga harus cepat tanggap. Disatu sisi OPD ingin mengoptimalkan PAD melalui retribusi, disisi lain juga mita harus mendukung fasilitas tempat menarik retribusi itu.
“Kalau masyarakat sudah merasa nyaman dengan pasar yang bersih sarana pra sarana termasuk air semua mendung. Saya kira tidak ada alasan mereka untuk tidak memberikan retribusi pada pemerintah,” tutupnya.(Purnomo)
Sidik24,com.Lombok Timur- Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) kelas II b Selong, pada momen peringatan HUT kemerdekaan RI ke -78 tahun 2023 ini berharap semua elemen baik pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat mau bersinergi dan melirik warga binaan.
Kalapas kelas II b Selong, Purniawal menyampaikan untuk warga binaan sesungguhnya saat ini, Ia mengakui sedangan mencari orang, masyarakat atau kelompok orang yang bergerak dibidang sosial untuk menghapus tato gratis karena antusiasme warga binaan yang ada tatonya secara sadar ingin menghapus tato yang melekat ditubuhnya. Karena rata-rata warga binaan di Lapas Kelas II b Selong ini yang secara sukarela mau menghapus tatonya.
“Kalau dilakukan penghapusan tato secara mandiri itu biayanya mahal dan tidak ada biaya untuk itu,” ungkapnya. Kamis (17/8/2023)
Makanya dalam kesempatan tersebut, menyampaikan mudahan ada lembaga sosial atau siapapun itu yang mau berbuat amaliyah demi kemanusian dan kesehatan, datang ke Lapas membantu waraga binaan disini untuk membatu menghapus tato.
“Mari datang ke lapas kelas II b Selong. Bila ada yang berhajat membantu warga binaan di menghapus tato,” ajaknya.
Harapannya agar semua elemen mulai dari tokoh masyarakat, agama dan pemerintah terkait serta kelompok masyarakat turut serta mengayomi dan memperhatikan warga binaan yg sudah bebas agar mereka memiliki pekerjaan dan tidak melakukan hal2 yg tidak baik dimasyarakat.
“Agar mereka tumbuh kembali rasa kepercayaan dirinya dan memiliki semangat dan tekad bawah dirinya adalah bagian dari sesama dan masyarakat yg siap berkontribusi positif” harapnya.
Tidak perlu warga binaan ini diberikan materi cuma-cuma tapi berikan mereka pekerjaan, Ia memberikan contoh ada masyarakat atau perusahaan punya home industri mari berikan warga binaan itu untuk ikut menjadi pekerja atau karyawan.
“Karena di lapas mereka sudah dilatih berbagai keterampilan seperti cuci motor, sablon, paving blok, masaage, bekam dan sebagainya. Mari rekrut mereka agar mereka tidak kembali melakukan hal tercela,” jelasnya.
Karena situasi dan kondisi di lingkungan di masyarakat itu sangat rentan dan berpengaruh terhadap pengulangan kejahatan yang dilakukan oleh narapidana (residivis)
Karena kami di lapas waktunya terbatas untuk membina mereka karena ada yang hukumannya 3 – 4 bulan saja sampai ada yang 20 tahun. Tetapi karena lingkungan dan kondisi ekonomi mereka akan kembali melakukan kejahatan karena tidak diperhatikan
Oleh karena itu Ia berharap semua elemen baik Lapas, Pemerintahan, dan masyarakat berperan aktif dalam pembinaan narapidana ini.
“Jika tiga elemen ini berperan aktif, Insyaallah kejahatan ditengah-tengah masyarakat akan berkurang dan angka residivis bisa ditekan,” harapnya.
“Besar berharap saya, agar warga binaan ini diberikan semacam bantuan untuk bekal para wargabinaan pascabebas untuk memulai usaha kecil mereka setelah mereka keluar, karena kami sudah memberikan pelatihan keterampilan,” terangnya.
Menyambut HUT kemerdekaan Lapas kelas II b selong juga menjalankan berbagai kegiatan pertandingan dan permainan, Dimana itu merupakan salah satu wujud untuk menanamkan rasa Nasionalisme dan cinta tanah air pada warga binaan.
“Perlombaan dan pertandingan itu walaupun bentuknya sederhana mereka sangat antusias dalam mengikutinya kerena dalam diri mereka timbul kesadaran ini hari kemerdekaan negara kita,” ucapnya.
Dalam menjalankan perlombaan dan pertandingan para warga binaan berkolaborasi dengan petugas dalam berlomba, seperti bola volly, tenis meja, catur, lari karung, dan makan kerupuk. Itu dilakukan semata-mata untuk menanamkan rasa Nasionalisme dan patriotisme warga binaan.
“Dari pertandingan dan perlombaan ada hadiah hiburan dan pembinaan buat mereka dan para petugas yang menjadi juara sebagai penyemangat,” sebutnya.
Dan di momentum HUT RI 78 ini juga sudah dilakukan oenyematan sagalencana pada para petugas yang sudsh bertugas di Lapas ini dari yang 10 tahun hingga 30 tahun. Juga diberika sertifikat penghargaan pada petugas purnabakti (pensiun -red).
“Penghargaan itu diberikan dari kantor sebagai tanda terimakasih atas jasa pengabdiannya mereka,” pungkasnya.