![]()
Pekanbaru,Sidik24.com :
Janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah memberikan peringatan kepada pimpinan TNI-Polri mewaspadai kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peringatan itu disampaikan Jokowi dalam Rapat Pimpinan TNI dan Polri Tahun 2023 di Hotel Sultan sepertinya hanya isapan jempol saja.
Buktinya berapa banyak titik kebakaran hutan dan lahan di Riau, Jambi, Palembang ,Sumut Sumbar dan Kalimantan yang terjadi saat ini tetapi tidak ada tindakan tegas terhadap pelaku kebakaran hutan dan lahan tersebut.
Buktinya perambahan kawasan hutan untuk menjadi perkebunan kelapa sawit terus saja meningkat di pulau sumatera dan kalimantan,”ungkap soni Ketua LSM Lingkungan Hidup.
Soni menambahkan bahwa perjanjian tujuh tahun silam Persiden Jokowi dengan jajaran TNI-Polri sepertinya sudah tidak berlaku lagi. Janji yang dimaksud adalah kalau ada kebakaran besar di tiap tingkatan wilayah baik itu provinsi hingga kabupaten, petinggi TNI-Polri akan dicopot,”terang soni.
Tapi mana janji Persiden kita Jokowi yang akan mengambil tindakan tegas terkait kebakaran hutan dan lahan di pulau sumatera dan kalimantan tersebut.

“Apa karena sudah di Akhir Jabatan Pak Jokowi jadi tidak berani Ambil tindakan tegas terkait kebakaran hutan dan lahan di pulau sumatera dan kalimantan,”ujar soni
Jadi mengenai perjanjian 7 tahun yang lalu sepertinya sudah tidak berlaku lagi . Kalau ada kebakaran besar di provinsi yang tanggung jawab bukan pangdam, kapolda, danrem lagi,” ujar soni tetapi masyarakat yang langsung berdampak terhadap kebakaran hutan dan lahan tersebut.
Malah akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Sumatera dan kalimantan telah berimbas ke negara jiran tetangga kita seperti malaysia dan singapore yang mana dua negara jiran tersebut yang telah banyak membantu indonesia tekait biaya untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan selama ini.
“Karena akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia tersebut berdampak terhadap ekonomi di dua negara tersebut, transportasi laut dan udara mereka jadi terganggu,”tutup soni.(Team Redaksi)

Turut hadir dalam kesempatan ini, Anggota DPRD Inhil, Camat Tempuling beserta unsur Forkopincam, Alim Ulama, tokoh masyarakat, Kepala Desa Mumpa beserta seluruh elemen masyarakat serta undangan lainnya.
Hari ini juga, lanjut Bupati, merupakan hari yang sangat penting, istimewa dan bersejarah terutama bagi masyarakat Desa Mumpa, yang mana pada hari baik ini kita meresmikan Masjid Fastabiqul Khairat yang telah dimulai pembangunannya sejak tahun 2019 dan kini siap digunakan.
Peresmian kantor Desa Teluk Jira ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Bupati yang diwakili oleh Staf Ahli.
Bupati Inhil HM. Wardan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Staf Ahli mengatakan, kita patut bersyukur karena Alhamdulillah hari ini kita meresmikan kantor baru Desa teluk jira yang telah selesai dibangun dan kini siap digunakan.
Penetapan RKP Desa Tahun Anggaran 2024 Yang di Buka langsung oleh kepala desa Sialang Panjang M.Juber, dan musyawarahnya dipimpin oleh Ketua BPD Desa Sialang Panjang.
Acara tersebut dihadiri; Camat Tembilahan Hulu Kharuddin yang diwakili oleh Sekretaris camat (sekcam) Denny Sastriyanto,S.Sos beserta rombongan,Ketua Program/Leader DMIJ Plus Terintegrasi Kab.Inhil,Pendamping P3MD,DMIJ Plus Terintegrasi Kecamatan Tembilahan Hulu,Ketua BPD,LPM,Ketua TP-PKK Sialang Panjang beserta Anggota,Kepala Pustu,RW/RT,Ketua MPA,Pemuda Sialang Panjang dan Beserta Masyarakat.