Palembang,Sidik24.com – Bagi kaum hawa yang ingin mempercantik diri mulai dari kepala sampai ujung kaki. Kini salon zeline beautique,menggelar Grand Opening serta memberikan harganya murah sangat terjangkau,mulai hari ini saja, dilaksanakan di jalan d.i Panjaitan plaju.
“Kegiatan Grand Opening zeline beautique Salon tersebut, ditandai dengan pemotongan pita,Alhamdulillah, Grand Opening zeline Salon berlangsung dengan sukses, kami mengucapkan berterima kepada para tamu undangan yang telah menyempatkan hadir di acara ini,” ujar Owner zeline Salon,minggu (04/05/2025).
“yang diwawancarai oleh awak media sejumlah zeline mengatakan, bahwa pihaknya menyediakan treatment creambath, hair, catok, blow, body spa, manicure atau pedicure,nail art dan eye lash.
“Untuk Grand Opening hari ini, ada promo diskon sebesar harga yang terjangkau saja, khususnya hari ini. Nanti untuk treatment atau perawatannya, berlaku besok sampai satu bulan ke depan,dan jumlah karyawan ada 19 orang dan cabang ke 2,buka dari jam 08.00 sd 17.00 wib.
“Menurutnya, pihaknya berharap mudah – mudahan zeline Salon bisa menjadi tempat favorit untuk menghabiskan waktu luang. Khususnya bagi teman – teman yang suka perawatan, mari buruan mencoba mumpung masih harganya terjangkau.
“khusus hari ini saja,kalau besok promosinya udah berubah lagi,ujar rendy Sebastian putra selaku owner salon zeline beautique.(Salman)
JAKARTA—Forum Pers Independent Indonesia (FPII) menyampaikan protes keras terhadap PT Bank DKI terkait gangguan layanan perbankan yang telah berlangsung selama lebih hampir dua bulan.
“Gangguan sistem Bank DKI telah mencapai level krisis dan menimbulkan kerugian masif bagi ribuan nasabah, termasuk organisasi-organisasi vital di DKI Jakarta.” kata Ketua Presidium FPII Dra.Kasihhati saat diwawancara awak media pada Minggu, (4/5/2025) di Kantor FPII,
Kasihhati memapatkan apa yang terjadi pada Bank DKI bukan sekadar gangguan teknis biasa, tetapi merupakan kegagalan sistemik dalam pengelolaan infrastruktur teknologi perbankan yang mengindikasikan pelanggaran serius terhadap hak-hak nasabah sebagaimana diatur dalam UU Perlindungan Konsumen.
Berdasarkan investigasi yang dilakukan FPII, gangguan Bank DKI jauh lebih serius dari yang disampaikan pihak bank kepada publik. Temuan FPII mengungkap fakta-fakta mengejutkan yang belum terungkap:
1. Gangguan tidak hanya terjadi pada sistem front-end seperti aplikasi dan ATM, tetapi juga pada infrastruktur core banking yang menghambat seluruh transaksi lintas bank di jaringan perbankan nasional.
2. Upaya pemulihan sistem yang diklaim bertahap oleh Bank DKI nyatanya mengalami kegagalan berulang, dengan sistem yang kembali down setelah beberapa jam beroperasi.
3. Pihak bank tidak memiliki disaster recovery plan (DRP) yang memadai, melanggar ketentuan POJK No. 38/POJK.03/2016 tentang Manajemen Risiko Teknologi Informasi.
4. Sumber internal mengungkapkan bahwa gangguan disebabkan oleh kegagalan migrasi sistem core banking yang dilakukan tanpa pengujian memadai dan backup yang adequate.
5. Bank DKI tidak transparan dalam mengkomunikasikan skala dan durasi gangguan kepada nasabah, regulator, dan publik.
Estimasi Kerugian Mencapai Ratusan Miliar
FPII telah melakukan kalkulasi komprehensif terkait estimasi kerugian yang dialami nasabah Bank DKI. Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai pihak dan analisis ekonomi, FPII memperkirakan kerugian mencapai angka fantastis.
“Kami mengestimasi kerugian langsung dan tidak langsung yang dialami nasabah Bank DKI mencapai Rp 378 miliar dalam satu bulan terakhir,” tegas Kasihhati.
Rincian estimasi kerugian tersebut meliputi:
1. Kerugian langsung nasabah perorangan:
Rp 67 miliar
– Biaya transfer melalui bank lain: Rp 27 miliar
– Biaya transportasi tambahan untuk mencari ATM/cabang bank alternatif: Rp 18 miliar
– Biaya administratif untuk pembuatan rekening baru di bank lain: Rp 22 miliar
2. Kerugian langsung nasabah korporasi:
Rp 156 miliar
– Keterlambatan pembayaran dan penalti: Rp 83 miliar
– Gangguan operasional bisnis: Rp 73 miliar
3. Kerugian tidak langsung : Rp 155 miliar
– Hilangnya potensi pendapatan karena gangguan transaksi: Rp 105 miliar
– Kerusakan reputasi dan kepercayaan bisnis: Rp 50 miliar (nilai estimasi konservatif)
“Angka ini hanyalah permukaan dari gunung es. Kami yakin kerugian sebenarnya jauh lebih besar jika memperhitungkan dampak berantai pada ekosistem ekonomi DKI Jakarta,” imbuhnya.
Bukti Kelalaian Sistemik
FPII mendapatkan kesaksian dari sejumlah ahli teknologi perbankan yang menilai gangguan Bank DKI menunjukkan kelalaian dalam pengelolaan sistem teknologi informasi. Beberapa bukti yang dihimpun FPII:
1. Bank DKI melakukan upgrade sistem tanpa disaster recovery plan yang adequate, melanggar protokol standar industri perbankan.
2. Perubahan sistem dilakukan tanpa notifikasi yang memadai kepada nasabah dan stakeholder terkait, pmelanggar prinsip transparansi dalam POJK No. 1/POJK.07/2013.
3. Sistem backup yang seharusnya mengambil alih saat sistem utama mengalami gangguan tidak berfungsi sebagaimana mestinya, menunjukkan pelanggaran terhadap prinsip business continuity planning.
4. Waktu pemulihan yang disebut “bertahap” jauh melampaui standar Recovery Time Objective (RTO) yang ditetapkan Bank Indonesia untuk bank sekelas Bank DKI.
Tuntutan FPII Kepada Bank DKI
Sebagai representasi masyarakat dan nasabah yang dirugikan, FPII menyampaikan tuntutan tegas kepada manajemen Bank DKI:
1. Memulihkan seluruh layanan perbankan dalam waktu 3×24 jam sejak pernyataan ini dirilis.
2. Memberikan kompensasi finansial kepada seluruh nasabah yang terdampak, minimal sebesar:
– Untuk nasabah perorangan: 5% dari saldo rata-rata bulan April 2025
– Untuk nasabah korporasi: 3% dari nilai transaksi rata-rata bulanan
3. Membentuk tim krisis gabungan yang melibatkan perwakilan nasabah, ahli independen, dan regulator untuk mengawasi proses pemulihan.
4. Menerbitkan laporan lengkap dan transparan mengenai kronologi gangguan, langkah pemulihan, dan langkah preventif yang diambil, yang diaudit oleh pihak independen.
5. Melakukan evaluasi dan restrukturisasi manajemen teknologi informasi bank untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.
“Jika dalam waktu 7 hari kerja tuntutan ini tidak dipenuhi, FPII akan mengkoordinasikan gugatan class action yang melibatkan ribuan nasabah terdampak dan mengajukan aduan formal ke OJK, Bank Indonesia, serta Komisi Informasi Publik,” ujar Kasihhati.
Peringatan Keras Kepada Bank DKI
FPII memberikan peringatan keras kepada Bank DKI bahwa dengan status sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank DKI memiliki tanggung jawab lebih besar untuk memastikan layanan berjalan optimal, terutama karena menyangkut dana APBD dan pelayanan publik.
“Statusnya sebagai bank milik Pemprov DKI Jakarta justru mengharuskan Bank DKI memberikan layanan prima, bukan malah menjadi contoh buruk tata kelola perbankan. Ini mencoreng nama baik Pemprov DKI Jakarta dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi keuangan daerah,” tegas Kasihhati.
FPII juga mempertanyakan sikap diam OJK dan Bank Indonesia sebagai regulator yang seharusnya lebih proaktif melindungi kepentingan nasabah dan stabilitas sistem keuangan.
“Diamnya regulator semakin memperburuk situasi. OJK dan BI harus segera turun tangan dan mengambil langkah tegas terhadap Bank DKI,” ujarnya.
Aksi Lanjutan
FPII mengumumkan akan melakukan serangkaian aksi lanjutan, termasuk:
1. Membuka posko pengaduan nasabah Bank DKI di Kantor FPII mulai 5 Mei 2025
2. Meluncurkan petisi online #BankDKIHarusBertanggungjawab
3. Menggelar aksi protes damai di depan Kantor Pusat Bank DKI pada 9 Mei 2025
4. Mempersiapkan dokumen class action jika dalam 7 hari kerja tidak ada respons memadai
“Ini bukan sekadar masalah teknis perbankan, tetapi menyangkut hak fundamental konsumen dan kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional,” pungkas Kasihhati. (Tim/Red).
JAKARTA– Forum Pers Independent Indonesia (FPII) menyampaikan protes keras dan ultimatum terbuka kepada PT Bank DKI terkait gangguan layanan yang telah berlangsung lebih dari satu bulan tanpa solusi nyata. FPII menyebut kondisi ini sebagai “krisis sistemik” yang bukan hanya mencederai hak ribuan nasabah, tetapi juga mempertanyakan posisi dan peran Gubernur DKI Jakarta yang terkesan diam dan tidak hadir dalam menyikapi krisis ini.
Ketua Presidium FPII,Dra.Kasihhati menyatakan, “Kami tidak hanya mempertanyakan kinerja Bank DKI, tetapi juga mempertanyakan apa sebenarnya hubungan Gubernur DKI dengan bank ini, sehingga bungkam total seolah tidak terjadi apa-apa? Ini bank milik daerah. Apakah Gubernur hanya berfungsi sebagai simbol, atau justru sedang melindungi pihak-pihak tertentu di balik layar?”
Bukti Kelalaian dan Ketidakmampuan
Investigasi FPII mengungkapkan bahwa:
Gangguan terjadi pada core banking dan bukan sekadar gangguan ringan.
Migrasi sistem dilakukan tanpa backup memadai, tanpa disaster recovery plan.
Bank gagal memenuhi standar POJK No. 38/POJK.03/2016 dan POJK No. 1/POJK.07/2013.
Komunikasi ke publik sangat buruk, minim tanggung jawab, dan cenderung menyesatkan.
Gubernur DKI Jakarta Tidak Bisa L mpar Tanggung Jawab
FPII dengan tegas menyatakan bahwa sebagai pemegang saham pengendali utama, Gubernur DKI Jakarta tidak bisa bersembunyi di balik manajemen Bank DKI. Bank ini berada di bawah kendali Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan publik berhak mengetahui:
Mengapa Gubernur tidak segera memanggil direksi Bank DKI?
Mengapa tidak ada pernyataan resmi dari Balai Kota?
Apakah ada konflik kepentingan dalam struktur komisaris dan direksi Bank DKI yang berkaitan dengan elite politik Jakarta?
“Kami tidak ingin percaya bahwa diamnya Gubernur adalah bentuk pembiaran atau perlindungan terhadap kelompok tertentu yang selama ini bermain di Bank DKI. Namun jika tidak ada klarifikasi, publik akan berkesimpulan sendiri,” kata Dra.Kasihhati pada Minggu, (4/5/2025).
Gugatan Massal dan Aksi Nasional
FPII memberikan batas waktu 7 hari kerja kepada Bank DKI dan Gubernur DKI Jakarta untuk:
1. Memulihkan total layanan dan transparansi informasi.
2. Mengganti kerugian nasabah dan memberikan kompensasi resmi.
3. Menjelaskan hubungan struktural dan tanggung jawab Gubernur dalam persoalan ini.
4. Menunjukkan roadmap reformasi dan audit terbuka terhadap manajemen TI Bank DKI.
Jika tidak dipenuhi, FPII akan mengorganisir:
Gugatan class action terhadap Bank DKI.
Aksi unjuk rasa damai besar-besaran di depan Kantor Pusat Bank DKI dan Balai Kota.
Laporan ke OJK, Bank Indonesia, Komisi Informasi Pusat, dan Ombudsman RI.
Kegagalan Bank DKI Cemarkan Nama Daerah
“Bank DKI bukan bank swasta. Ini Bank rakyat Jakarta. Gagalnya sistem ini bukan hanya kelalaian direksi, tapi juga cermin buruknya pengawasan oleh Pemerintah Provinsi DKI. Kalau Gubernur tidak mampu menyelamatkan bank milik daerah, bagaimana bisa menyelamatkan Jakarta?” pungkas Kasihhati. (Tim/Red)
Sidik24com. MERANTI – Polres Kepulauan Meranti Melaksanakan Kegiatan Patroli Dan Razia Dalam Rangka Operasi Pekat LK 2025, Untuk Menciptakan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu (3/5/25).
Kegiatan dipimpin Kabag Ops Kompol Syahrizal SE, MH, MSi,di Polsek Tebing Tinggi, Jalan Pembangunan I Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Kapolres Meranti melalui Kabag Ops Kompol Syahrizal SE SH MSi mengatakan Kegiatan Patroli dan Razia operasi Pekat LK 2025 bertujuan untuk Menekan angka kejahatan jalanan dan tindak kriminalitas lainnya.
“Operasi ini bertujuan untuk meredakan dampak negatif dari kejahatan dan perilaku negatif tersebut terhadap keamanan dan kesejahteraan masyarakat.”
Selain melaksanakan Patroli dan Razia di Jalan Dorak Ujung Kabag Ops Kompol Syahrizal turut menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aksi tindak premanisme.
“Petugas juga melakukan pemeriksaan kepada kendaraan motor masyarakat yang berada di Jalan Dorak ujung Tidak ditemukan adanya yang membawa senjata api maupum senjata tajam.”
Selama pelaksanaan razia di jalan Dorak ujung, tidak ditemukan indikasi adanya aktivitas mencurigakan atau perilaku yang mengarah pada aksi premanisme di lokasi yang disambangi.***
SIDOARJO-Dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, personel Polsek Tarik bersama Forkopimka Tarik melaksanakan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Semeru menyasar berbagai lokasi rawan di wilayah hukum Polsek Tarik Sabtu (03/05/2025)
Polsek Tarik bersama Forkopimka Tarik melakukan patroli serta razia di beberapa titik, termasuk warung remang-remang di sepanjang waduk Long Storage berbatasan dengan wilayah Prambon serta area publik yang disinyalir sering dijadikan lokasi aktivitas negatif.
Dalam pelaksanaan operasi pekat Semeru ini petugas melakukan pemeriksaan memantau peredaran minuman keras di warung sepanjang waduk Long Storage serta mengantisipasi potensi tindakan kriminalitas seperti pencurian mengingat warung tersebut tidak ada penjaganya
Kapolsek Tarik AKP Heri bersama Forkopimka Tarik memberikan himbauan kepada pemilik warung supaya tidak menyediakan minuman keras dan wanita pemandu karaoke
Kapolresta Sidoarjo melalui Kapolsek Tarik AKP Heri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif dan responsif dalam menjaga kamtibmas di wilayah hukum kecamatan Tarik
“Operasi Pekat ini kami laksanakan secara berkala guna menekan angka kejahatan dan penyakit masyarakat lainnya. Kami ingin masyarakat merasa aman, terutama saat beraktivitas di malam hari,” jelas AKP Heri
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus digencarkan dan diintensifkan berdasarkan pemetaan wilayah rawan serta laporan dari masyarakat.
Dengan adanya operasi ini, Polsek Tarik berharap masyarakat dapat lebih tenang dan turut serta menjaga lingkungan dari pengaruh negatif yang meresahkan
(Redho)
SIDOARJO -Kecelakaan lalulintas terjadi di depan kantor CV Yulia Jaya Kramat Temenggung, Tarik Sabtu (03/05) jam 10.00
Kapolsek Tarik AKP Heri Setyawan dalam keterangan persnya kepada wartawan menjelaskan mobil Toyota Cayla W 1024 SS yang dikemudikan Bambang Prasetyo 67 tahun warga Surabaya melaju dari arah timur ke barat
Sesampainya di lokasi kejadian pengemudi Cayla berusaha menyalip truk trailer yang dikendarai Mr x namun karena diduga kurangnya konsentrasi terjadi senggolan sehingga pengemudi Cayla oleng ke kanan masuk ke jalur yang berlawanan
Dari arah yang berlawanan melaju mobil pickup AG 8946 EN yang dikemudikan Mohamad Alvian Puji Santoso 34 tahun warga Mojokerto
Tak sempat mengerem tabrakan pun tidak bisa terhindarkan
Pengemudi pickup mengalami luka benturan dan luka di pergelangan kaki kanan sedangkan pengemudi Cayla mengalami luka benturan dan luka pada bagian perut atau rusuk kiri
Polisi yang tiba di lokasi kejadian segera membawa kedua korban ke RS Citra Medika untuk mendapatkan perawatan
Untuk penyelidikan lebih lanjut pihak kepolisian dari Polsek Tarik melimpahkan ke unit laka lantas Polresta Sidoarjo
Jakarta – Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim berhasil mengungkap jaringan besar judi online yang diduga melibatkan ribuan rekening dan aktor lintas negara. Berdasarkan laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), ditemukan 5.885 rekening yang dicurigai terlibat dalam aktivitas judi online. Dari penyelidikan tersebut, Polri telah menyita uang sebesar Rp61 miliar dari 164 rekening, sementara ribuan rekening lainnya masih dalam proses pemblokiran dan penyelidikan lebih lanjut.
“ Total nilai uang yang berhasil disita dalam kasus ini mencapai Rp75 miliar. Selain penyitaan, Dittipidsiber juga telah menangani 17 berkas perkara, dua di antaranya sudah memperoleh putusan hukum dari pengadilan. “ Jelas Kabareskrim Polri Komjen Pol Wahyu Widada.
Pengungkapan besar ini juga berhasil menguak jaringan judi online yang beroperasi melalui situs h55.hiwin.care. Penangkapan pertama dilakukan terhadap tersangka berinisial DH pada 13 Maret 2025 di Kabupaten Bandung. Penyidikan berkembang dan mengarah pada penangkapan tiga pelaku lain pada 30 April 2025, yaitu AF di Bogor, RJ di Jakarta Utara, dan QR di Cengkareng, Jakarta Barat. Menariknya, tersangka QR merupakan warga negara asing asal Cina yang diduga menjadi otak di balik operasional situs judi tersebut. Dari hasil penggerebekan, polisi mengamankan berbagai barang bukti seperti handphone, kartu ATM, serta uang tunai sebesar Rp14 miliar. Saat ini, seluruh tersangka ditahan di Rutan Bareskrim Polri untuk proses hukum lebih lanjut. Mereka dijerat dengan pasal-pasal berat, termasuk Undang-Undang ITE, KUHP, UU Transfer Dana, dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dengan ancaman hukuman maksimal hingga 20 tahun penjara.
“ Bahwa perbuatan para tersangka tersebut dijerat Pasal 45 Ayat 3 Jo Pasal 27 Ayat 2 UU ITE dan/atau Pasal 82 dan Pasal 85 UU Transfer Dana dan/atau Pasal 303 KUHP dan Pasal 3,4,5 TPPU dengan ancaman maksimal 20 Tahun Penjara.” Imbuh Komjen Pol Wahyu Widada
SURABAYA-Gebrakan baru tim dosen Stikosa AWS di tahun 2025, dengan menerbitkan sekaligus dua buku tentang ilmu komunikasi. Buku pertama “Digital Marketing Communication”. Buku kedua, “Sinematografi”. Kedua buku tersebut sudah dirilis sejak April 2025.
Ditemui di kampus Stikosa AWS, Jl Nginden Intan Timur I/18 Medokan Semampir Surabaya, Sabtu (3/5), Ketua Program Studi Digimarkom, Mochamad Arkansyah, M.Ikom mengatakan, penerbitan buku ini merupakan wujud komitmen mendukung kemajuan literasi komunikasi visual sekaligus menegaskan posisi kampus Stikosa AWS sebagai pusat pengembangan keilmuan komunikasi berbasis teknologi dan kreativitas.
Buku pertama “Digital Marketing Communication” , ditulis oleh tim dosen yang terdiri dari Mochammad Arkansyah, M.I.Kom, Dr. Jokhanan Kristiyono, S.T., M.Med.Kom, Baswara Yua Kristama, M.Sosio., dan Yuga Adi Kusuma, S.AB., M.PSDM. Diterbitkan dengan ukuran 15,5 x 23 cm sebanyak 437 halaman, buku ini tercatat dengan ISBN: 978-634-220-382-8 dan dipatok dengan harga Rp 139.000/buku.
Buku ini hadir sebagai referensi komprehensif dalam memahami konsep, strategi, dan implementasi pemasaran digital yang semakin relevan di era Society 5.0. Selain itu bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan strategis dalam dunia pemasaran digital berbasis data, sekaligus merespons tren komunikasi bisnis yang berkembang cepat di tengah kemajuan teknologi.
Disusun oleh para ahli berpengalaman, buku ini mengintegrasikan pendekatan akademis dan praktis yang dapat langsung diaplikasikan dalam membangun serta mengembangkan bisnis digital.
“Di era digital seperti sekarang, digital marketing bukan lagi sekadar opsi, tetapi menjadi kebutuhan utama. Buku ini kami susun tidak hanya untuk meningkatkan literasi digital marketing, tetapi juga sebagai kontribusi dalam meningkatkan kualitas pengajaran serta reputasi akademik dosen Stikosa AWS,” ujar Artka.
Buku kedua, “Sinematografi”, merupakan panduan praktis nemahami dunia Sinema Visual. Ditulis oleh tim dosen Stikosa AWS, Yunita Indinabila, S.Sos., M.I.Kom., Mochammad Arkansyah, S.I.Kom., M.I.Kom., Athok Murtadlo, S.Kom.I., M.Sos., dan Aulia Afniar Rahmawati, S.I.Kom., M.Med.Kom.. Diterbitkan dalam ukuran 15,5 x 23 cm, buku setebal 122 halaman ini dicetak pertama kali pada April 2025, dengan ISBN 978-634-220-385-9, dan dibanderol dengan harga terjangkau sebesar Rp69.000.
Berbeda dari buku akademik lainnya, Sinematografi dirancang untuk menjadi jembatan antara teori dasar dan praktik teknis dalam dunia sinema. Buku ini membahas elemen-elemen penting sinematografi seperti: Sejarah dan evolusi sinematografi, Tata kamera dan pencahayaan, Teknik pengambilan gambar (shot, angle, movement), Komposisi visual dan framing, Peran sinematografi dalam storytelling, Studi kasus dan praktik produksi film pendek
“Buku ini kami susun untuk menjawab kebutuhan mahasiswa komunikasi, praktisi konten kreatif, dan siapa pun yang ingin memahami dasar-dasar sinematografi secara aplikatif. Di tengah ledakan industri konten visual digital, pemahaman teknis seperti ini menjadi sangat penting,” ujar Arka, salah satu penulis buku tersebut.
Dihubungi di tempat yang sama, Ketua Stikosa AWS, Dr Jokhanan Kristiyono mengatakan, terus mendorong para dosen muda Stikosa AWS untuk giat menulis buku, dalam upaya menegaskan peran Stikosa AWS sebagai pusat pengembangan keilmuan komunikasi dan pemasaran digital di Indonesia, serta komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di era ekonomi digital global.
“Kedua buku ini merupakan pilot project untuk penerbitan buku selanjutnya karya para dosen Stikosa AWS” ujar Jokhanan yang juga sedang menyelesaikan karya buku terbarunya tersebut.
(Redho)
Sidik24com. MERANTI – Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH, SIK, MH Menghadiri Kegiatan Upacara Memperingati Hari Pendidikan Nasional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Meranti tahun 2025, Jumaat (02/05/2025) pagi.
Kegiatan upacara dipimpin oleh Bupati Meranti AKBP Purn H Asmar selaku komandan upacara, turut hadir Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH, Wakil Bupati Muzammil Baharuddin, dan seluruh instansi terkait.
Dalam amanatnya, Bupati Meranti AKBP H. Asmar selaku Pembina Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional menyampaikan ini bukan hanya seremonial, tetapi momentum untuk merefleksikan kembali semangat perjuangan Ki Hajar Dewantara yang telah meletakkan dasar pendidikan nasional Indonesia.
Tema Hardiknas tahun ini, “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar”, mengingatkan kita bahwa transformasi pendidikan harus terus berlangsung demi mencetak generasi penerus bangsa yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Selanjutnya Bupati Meranti mengajak seluruh tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi dan keikhlasan dalam mendidik. Kepada para siswa-siswi, teruslah semangat belajar dan berprestasi.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti akan terus berupaya memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan serta memberikan dukungan terhadap program-program peningkatan mutu pendidikan**
Palembang – Sidik 24 com Memastikan kesiapan seluruh personel keamanan Kasdim Palembang Letkol Inf Deri Septriandi,ST.,MM Wadansubsatgas bersama Dansubsatgas Bandara Kolonel Pnb Zulfikri Arif Purba,S.Sos.,MS (NSSS)
mengecek kesiapan Keamanan Bandara SMB II Palembang dalam rangka Kunjungan kerja Presiden RI ke Wilayah Kota Palembang,Rabu (23/4/2025)
Kegiatan ini di gelar di lapangan Mako Lanud Sri Mulyono Herlambang Letkol Inf Deri Septriandi, ST,MM ,menegaskan bahwa semua pasukan telah dilengkapi dengan peralatan yang memadai, prosedur operasional yang jelas, serta kesiapan mental yang optimal.
“Kami telah berkoordinasi dengan semua elemen terkait untuk memastikan pengamanan yang menyeluruh,” ungkapnya,
“Kami yakin, dengan kesiapan ini, kunjungan kerja Presiden dapat berlangsung aman dan lancar,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dan tanggung jawab dari seluruh personel dalam menjaga keamanan dan memantau potensi gangguan.
Diharapkan, seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan disiplin dan fokus, serta berkolaborasi demi kelancaran acara kenegaraan ini. Kesiapan TNI dan Polri dalam pengamanan kunjungan presiden menunjukkan komitmen tinggi terhadap keamanan ( Salman)