![]()
XIII Koto Kampar – Kapolres Kampar, AKBP Ronald Sumaja serta rombongan laksanakan patroli dan monitoring pintu pelimpah / Spillway Gate PLTA guna memastikan kondisi debit air, Jumat (8/12/2023) sekitar pukul 16.30 WIB.
Turut hadir Waka Polres Kompol Andi Cakra, Kabag Ops, KOMPOL Maitertika, Kasat Intel AKP Asri Syaputra, Kasat Lantas AKP Viola Dwi Anggreni, Kasat Reskrim AKP Elvin Septian Akbar, Kapolsek Bangkinang Barat IPTU Rekmusnita, serta manajemen PLTA Koto Panjang Danil.
“Info dari Manager PLTA Koto Panjang, Danil menyampaikan bahwa total bukaan pintu pelimpah PLTA Koto Panjang sebanyak 3 pintu x 40 Cm, dengan dibukanya pintu pelimpah Spillway Gate ini, berdampak naiknya air sungai Kampar sekitar 20 – 30 cm.” Ucap Kapolres Kampar.
“Kondisi elevasi saat ini (8/12/2023) yaitu, 83.60 Mdpl dengan rincian, Outflow Turbine : 311.34 m3/s Outflow Spillway 3 x 40 cm : 194.91 m3/s Total Outflow : 506.25 m3/s, Inflow Waduk : 647.22 m3/s,” tambah Kapolres.
“Sementara ini belum ada rencana tambahan pembukaan pintu pelimpah, pembukaan masih kita tahan di 3 x 40 cm.
Sebelum penambahan bukaan pintu atau penutupan pintu, akan dilakukan pemberitahuan melalui surat resmi,” pungkas Kapolres.
Dalam Kesempatan itu, Kapolres Kampar menyampaikan himbauan kepada pihak Manajemen PLTA Koto Panjang apabila Elevasi Waduk PLTA Koto Panjang mengalami peningkatan yang cukup tinggi dan mengharuskan Penambahan Pembukaan pintu Pelimpah (spilway Gate), agar terlebih dahulu memberitahukan dan berkoordinasi kepada pihak Kepolisian dalam hal ini Polres Kampar dan Polsek Bangkinang Barat..
Selanjutnya Kapolres Kampar dan rombongan melakukan peninjauan dan pengecekan area Turbin Waduk PLTA Koto Panjang, dan Pintu Pelimpah Spilway Gate.
- **(Dani)



Dalam sambutannya Sekda Kampar Hambali, SE, MBA, MH menyampaikan dengan semangat literasi, ia mengapresiasi para penulis dengan setinggi-tingginya hingga buku tentang PDRI dan KTN ini terbit.
“Kampar memiliki peran tersendiri dalam mempertahankan kemerdekaan termasuk diadakannya Perundingan Komisi Tiga Negara (KTN) untuk penyelesaian konflik genjatan senjata antara Belanda dan indonesia yang lokasinya berada di Sekolah Rakyat Pulai Balai Kuok (SR) yang terdiri dari tiga negara yakni Amerika Serikat, Australia, dan Belgia sebagai utusan PBB” Tambahnya.
Selain itu Sekda menyampaikan masih banyak sejarah kabupaten kampar ini yang belum bisa kita ekpose, tentu ini menjadi PR Kita bersama untuk menggali lebih dalam sejarah yang pernah terjadi di kampar, sehingga di masa kedepan dapat kita ceritakan kepada generasi kita. Kata Hambali
Selanjutnya Kadis Perpustakaan Dan Arsip Kabupaten Kampar DR. Yuli Usman, M. Ag dalam laporannya menyampaikan Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah upaya pengenalan dan pelestarian terhadap sejarah yang pernah terjadi di kabupaten Kampar,
“Semoga ini menjadi awal yang baik bagi kita untuk dapat mengeksplore sejarah Kabupaten Kampar lebih dalam, karena masih banyak sejarah dan misteri Kampar yang harus diungkap mulai dari Candi Muara Takus yang masih berdiri Kokoh, kerajaan Gunung Sahilan, tokoh-tokoh hebat dari Kampar dan masih banyak lagi”. Ujarnya.