![]()
Kampar ; Terkait Kegiatan Infotorial Dan ADV Dinas Komunikasi persandian (Diskominfo) Kabupaten Kampar mencoba suap Wartawan 300 ribu dan akhir nya ini menjadi polemik di kalangan awak Media.
Hal ini sudah di tawarkan oleh kepala bidang komunikasi dan publikasi Astuti ketika berada di ruang kerja nya, Rabu 13/12/2023.
“Nanti saya beri uang 300 ribu mau nggak”, kata Kabid.
Tidak tertutup kemungkinan diduga kabid publikasi sudah melakukan suap dan tebang tindih terkait kegiatan publikasi berupa infotorial dan ADF tata cara pengelolaan dana APBD Kabupaten Kampar di tahun 2023 patut di pertanyakan.
Karena sebagian wartawan mendapatkan kegiatan namun yang lainnya banyak yang tercecer dan tidak merasakan dana kegiatan publikasi berupa infotorial dan ADV tersebut.
“Saya tidak tahu berapa dana anggaran dan dana nya sudah habis di bagikan”, kata Kabid Astuti.
Wartawan yang seruh meliput kegiatan Bupati Kampar tidak dapat kegiatan sedangkan yang jarang meliput kegiatan bupati dapat ambil kegiatan.
Saya tidak tahu tentang itu sekarang dana sudah habis, malahan wartawan di tawarkan uang 300 ribu kepada Media.”Nanti dikasih uang 300 ribu mau nggak, wartawan pun menolak tawaran kabid, “Saya tidak mau uang 300 ribu yang saya pertanyakan kegiatan kominfo. orang dapat kita harus dapat Buk”, ungakap awak media kepada kabid.
Diduga kabid Astutui bohong tentang dana Publikasi habis, sebab wartawan bangkinang lainnya masih mengumpulkan kegiatan infotorial Adf di dalam satu hari ini di pencairan bulan ini Desember 2023.
Kilahan Alasan tentang kegiatan nya di hari esok, saya banyak jadwal kegiatan dan urusan tolong berikan saya waktu”, tutupnya.(Dani)



Dalam sambutannya Sekda Kampar Hambali, SE, MBA, MH menyampaikan dengan semangat literasi, ia mengapresiasi para penulis dengan setinggi-tingginya hingga buku tentang PDRI dan KTN ini terbit.
“Kampar memiliki peran tersendiri dalam mempertahankan kemerdekaan termasuk diadakannya Perundingan Komisi Tiga Negara (KTN) untuk penyelesaian konflik genjatan senjata antara Belanda dan indonesia yang lokasinya berada di Sekolah Rakyat Pulai Balai Kuok (SR) yang terdiri dari tiga negara yakni Amerika Serikat, Australia, dan Belgia sebagai utusan PBB” Tambahnya.
Selain itu Sekda menyampaikan masih banyak sejarah kabupaten kampar ini yang belum bisa kita ekpose, tentu ini menjadi PR Kita bersama untuk menggali lebih dalam sejarah yang pernah terjadi di kampar, sehingga di masa kedepan dapat kita ceritakan kepada generasi kita. Kata Hambali
Selanjutnya Kadis Perpustakaan Dan Arsip Kabupaten Kampar DR. Yuli Usman, M. Ag dalam laporannya menyampaikan Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah upaya pengenalan dan pelestarian terhadap sejarah yang pernah terjadi di kabupaten Kampar,
“Semoga ini menjadi awal yang baik bagi kita untuk dapat mengeksplore sejarah Kabupaten Kampar lebih dalam, karena masih banyak sejarah dan misteri Kampar yang harus diungkap mulai dari Candi Muara Takus yang masih berdiri Kokoh, kerajaan Gunung Sahilan, tokoh-tokoh hebat dari Kampar dan masih banyak lagi”. Ujarnya.