![]()
SIDIK24.COM,INHIL.- Sufrianto Sosok Putra Suku Banjar, Kelahiran Sungai Salak Kecamatan Tempuling yang sederhana dan peduli dengan Masyarakat maju sebagai calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Inhil dari Partai Amanat Nasional (PAN) berharap ada wakil majelis taklim di Legislatif hasil Pemilu 2024. Menurut Sufrianto partai politik perlu merangkul komunitas majelis taklim untuk mengetahui aspirasi.
“Saya melihat majelis taklim dirangkul partai-partai politik hanya saat event politik. Tidak ada jaminan partai-partai, terutama yang merangkul, mengangkat aspirasi majelis taklim.” Ujar Sufrianto di Tempuling, Selasa (05/12/2023).
Karena hal itu, Sufrianto yang merupakan seorang Ustadz memutuskan untuk maju sebagai caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN).
Sufrianto tercatat sebagai caleg daerah pemilihan (dapil) 7 Kabupaten Inhil meliputi Tempuling Dan Kempas.
Sehari-hari, Sufrianto Beraktifitas di bidang dakwah, pendidikan, dan sosial dan Juga pernah Menjabat sebagai ketua PANGLIMA DAKWAH dalam organisasi LBDH atau laskar banjar dalas hangit kecamatan tempuling.
Juga pernah mendapat penghargaan sebagai juri hadroh terbaik dlm acara festival hadroh Se-Provinsi Riau pada tahun 2017,Juga memiliki beberapa Majelis habsyi yang dia bina sampai sekarang ini lebih kurang 16 Majelis Antara Lain;
4 Majelis sungai salak
5 Majelis Teluk jira
2 Majelis kempas
2 Majelis kecamatan enok
2 Majelis desa pulau palas
1 Majelis Tembilahan Kota
Saya hanya bisa berharap semoga majelis yang saya bina ini untuk kedepannya lebih bisa diperhatikan,” Ungkap Ustadz Sufrianto.
Niat saya Maju sebagai calon Legislatif (Caleg) karena saya ingin berbagi kepada banyak orang,berusaha ingin menyenangkan hati masyarakat walaupun saya terlahir dari kalangan Keluarga tidak Mampu namun tidak membuat saya mundur untuk berjuang bersama masyarakat khususnya dapil 7.
Sebagai Visi misi saya
Bekerja bersama masyarakat demi membangun negeri yg bermarwah,bermartabat dan berusaha untuk menanggulangi kendala yang masyarakat alami.
Untuk kedepannya saya ingin membangun suatu Majelis shalawat dan tahfiz juga Membuat lapangan pekerjaan bagi Pemuda dan Pemudi Kedepannya serta UMKM.
“Majelis taklim, dan kelompok-kelompok pengajian terkadang dianggap sebelah mata. Saya akan buktikan majelis taklim dan kelompok pengajian adalah kekuatan politik,” kata dia.
Majelis taklim, lanjut Sufrianto adalah kelompok masyarakat akar rumput. Kelompok ini ada di hampir semua permukiman di kota dan desa.
“Namun, selama ini majelis taklim tak punya sosok yang memperjuangan aspirasinya di Legislatif,” Tutup Sufrianto.
