SIDIK24.COM,INHIL.-Dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, Polsek Tempuling melaksanakan kegiatan sosialisasi bahaya narkoba di lingkungan perusahaan, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat PKS PT. SAGM, Kelurahan Pangkalan Tujuh, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, atas perintah Kapolsek Tempuling IPTU Delni Atma Saputra, S.H., M.H.
Sosialisasi ini dipimpin oleh Kanit Samapta Polsek Tempuling IPDA Basar Hutahean, S.H., serta dihadiri oleh Manajer PKS PT. SAGM Henri Barimbing, S.P, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pangkalan Tujuh AIPDA Hendra Tua P. Situmorang, Ka TU Hamlan, S.P, Banit Reskrim BRIPDA Rifky Alfitrah N., Asisten Laboratorium Subekti, serta para staf dan personel keamanan perusahaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari manajer PKS PT. SAGM, kemudian penyampaian materi sosialisasi oleh IPDA Basar Hutahean terkait jenis-jenis narkoba serta dampak buruk yang ditimbulkan. Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab, sebelum ditutup dengan doa
.
Kapolsek Tempuling IPTU Delni Atma Saputra, S.H., M.H melalui Kanit Samapta IPDA Basar Hutahean Dalam penyampaiannya, menekankan pentingnya peran seluruh elemen perusahaan dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja.
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman karyawan mengenai jenis dan dampak narkoba, mendorong partisipasi aktif dalam memberikan informasi terkait pencegahan peredaran narkoba, serta memperkuat kolaborasi antara kepolisian dan pihak perusahaan dalam memerangi kejahatan narkotika.
SIDIK24.COM,INHIL.-Dalam upaya meningkatkan akses dan keselamatan masyarakat, khususnya pelajar, Polsek Kempas melaksanakan kegiatan pembangunan dan renovasi jembatan menuju SD 012 Rumbai Jaya di Jalan Lintas Pelabuhan Samudera, Desa Rumbai Jaya, Kecamatan Kempas, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut diawali dengan apel bersama, dilanjutkan dengan perbaikan jembatan yang memiliki panjang 37 meter dan lebar 1,5 meter. Proses pengerjaan meliputi pemasangan papan kayu baru, pemasangan pagar jembatan, serta pengecatan.
Kapolsek Kempas, IPTU Danu Hidayat, S.E., M.M., turut hadir bersama personel lainnya, di antaranya Kanit Intelkam IPDA Iswandi, Ka SPK II AIPDA Doni Saputra, Kasium AIPDA Wahyono, serta para Bhabinkamtibmas. Kegiatan ini juga melibatkan partisipasi masyarakat setempat.
Perbaikan jembatan tersebut merupakan bagian dari Program Kapolda Riau bertajuk “Menjembatani Peradaban, Menggapai Harapan” dalam program Jembatan Merah Putih Presisi, yang bertujuan meningkatkan konektivitas dan mempermudah akses masyarakat di wilayah pedesaan.
Seluruh rangkaian pekerjaan berhasil diselesaikan dengan capaian 100 persen tanpa kendala berarti. Kegiatan berlangsung aman dan lancar hingga selesai sekitar pukul 12.30 WIB.
Dengan selesainya renovasi ini, akses menuju SD 012 Rumbai Jaya kini menjadi lebih aman dan nyaman. Hal ini diharapkan dapat menunjang kelancaran aktivitas belajar mengajar serta mobilitas warga sekitar.
Selain itu, perbaikan jembatan ini juga menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap penyediaan fasilitas umum yang layak, sekaligus menjaga keselamatan masyarakat, khususnya para siswa dan guru yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri dalam meningkatkan keselamatan dan akses masyarakat, khususnya para pelajar. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik serta memperlancar aktivitas pendidikan dan mobilitas warga,” ujarnya singkat.
SIDIK24.COM,INHIL.-Kegiatan pagelaran dan pelepasan siswa/siswi kelas XII SMK Negeri 1 Tempuling berlangsung khidmat dan meriah pada Rabu (29/5/2026) sekira pukul 09.00 WIB di halaman sekolah yang terletak di Desa Mumpa, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah unsur Forkopimcam dan tokoh masyarakat, di antaranya Camat Tempuling Hj. Salawati, S.H., M.H, Kapolsek Tempuling IPTU Delni Atma Saputra, S.H., M.H, Kanit Samapta Polsek Tempuling IPDA Basar Hutahaean, S.H, Bhabinkamtibmas Desa Mumpa AIPDA Sudirman, S.H, Kepala Desa Mumpa Bayang, HD, Korwil Kecamatan Tempuling Asnan, serta para orang tua murid dan sekitar 200 siswa/siswi yang mengikuti pelepasan.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan penampilan tari persembahan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa, serta berbagai sambutan dari panitia, perwakilan siswa, kepala sekolah, orang tua siswa, hingga unsur pemerintah setempat. Suasana semakin semarak dengan penampilan seni tari tradisional menampi beras yang dibawakan oleh para siswa.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Tempuling IPTU Delni Atma Saputra, S.H., M.H turut memberikan sambutan sekaligus menyampaikan pesan penting terkait bahaya penyalahgunaan narkoba. Ia mengingatkan para siswa agar memahami jenis-jenis narkoba serta dampak buruk yang ditimbulkan, baik bagi kesehatan maupun masa depan.
Generasi muda harus mampu menjauhi narkoba karena dampaknya sangat merusak, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga keluarga dan lingkungan,” tegas Kapolsek.
Acara juga diisi dengan prosesi pengalungan medali kepada siswa/siswi yang telah menyelesaikan pendidikan, serta penyerahan kenang-kenangan sebagai bentuk apresiasi dan momen perpisahan yang penuh haru.
Kegiatan ini dinilai mampu mempererat hubungan antara pihak sekolah, siswa, dan orang tua, sekaligus menciptakan kenangan positif bagi seluruh peserta.
Selain itu, kehadiran Polri di tengah kegiatan masyarakat turut memberikan rasa aman serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri yang semakin Presisi.
Galang – Pemerintah desa dan kelurahan di Kecamatan Galang melaksanakan kegiatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) 6 Posyandu secara serentak di wilayah masing-masing sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat.
Camat Galang, Dharma Bakti Harahap, S.Sos bersama Sekretaris kecamatan galang Herman Kaya Siregar, S.Sos, turun langsung melakukan monitoring kegiatan SPM 6 Posyandu di Desa di kecamatan Galang sedangkan desa Paya Itik. Kehadiran pihak Kasih kesos yang di wakili Staf Mr Deniel barus di dampingi Aidil SE memawili camat galang ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar serta memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Penjabat (PJ) Kepala Desa Paya Itik Ferdinan Damanik, Ketua PKK Desa Paya Itik Ny. Masmiani Sinaga, Koordinator KB Suriatik, SKM, Staf Kesejahteraan Sosial (Kesos) M.R. Daniel, serta para kader Posyandu yang menjadi ujung tombak pelaksanaan di lapangan.
Selain di Desa Paya Itik, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Desa Juhar Baru dan Desa Kotasan. Seluruh desa berkomitmen menjalankan program SPM sebagai bentuk pelayanan dasar yang wajib dipenuhi pemerintah kepada masyarakat.
Adapun 6 bidang dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi fokus kegiatan Posyandu meliputi:
SPM Pendidikan
SPM Sosial
SPM Kesehatan
SPM Perumahan Rakyat
SPM Pekerjaan Umum
SPM Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas)
Camat Galang yang diwakili M.R Daniel barus menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dasar yang layak dan merata.
“Melalui monitoring ini, kita ingin memastikan seluruh desa benar-benar melaksanakan SPM dengan baik, sehingga manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan SPM 6 Posyandu ini, diharapkan sinergi antara pemerintah desa, kader, dan masyarakat semakin kuat dalam meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup masyarakat di Kecamatan Galang.
(Mas bagus)
SIDIK24.COM,INHIL.-Dalam rangka mendukung program Kapolda Riau tentang Green Policing serta menanamkan kecintaan terhadap lingkungan hidup sejak usia dini, jajaran Polsek Tempuling melaksanakan kegiatan penyuluhan dan penanaman pohon di wilayah Desa Harapan Jaya, Kecamatan Tempuling, Rabu (29/4/2026) sekira pukul 10.50 WIB.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Dusun Sumber Harum RT 08 RW 04, tepatnya di rumah warga atas nama Kuat Ismanto. Program ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Peraturan Kepolisian Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pemolisian Masyarakat, serta program Kapolda Riau terkait Green Policing.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Harapan Jaya Eko Sugisantoso, S.M, Bhabinkamtibmas Desa Harapan Jaya Aipda Kusuma Nusantara, Babinsa Kopka R.H. Tambunan, Ketua BPD Rusian, serta masyarakat dan siswa MTs Subulussalam Desa Harapan Jaya.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Tempuling memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan hutan. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya menumbuhkan rasa cinta lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta menggalakkan kegiatan gotong royong untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Selain itu, pemerintah desa dan masyarakat juga diajak untuk mengimplementasikan langsung langkah-langkah pelestarian lingkungan, seperti melakukan penanaman pohon serta mengajak keluarga dan lingkungan sekitar untuk turut menjaga alam.
Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ditutup dengan penanaman satu bibit pohon mangga oleh warga bersama aparat yang hadir.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kehadiran Polri di tengah masyarakat dan lembaga pendidikan dapat semakin mempererat kemitraan serta meningkatkan kepercayaan publik.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kepedulian Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan demi kesehatan bersama, sekaligus menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Indragiri Hilir.
Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora, S.H, S.I.K melalui Kapolsek Tempuling menyampaikan bahwa pelaksanaan program Green Policing yang dilaksanakan oleh Polsek Tempuling sebagai bentuk nyata kepedulian Polri terhadap lingkungan hidup.
Kegiatan ini merupakan langkah positif dan strategis dalam menanamkan kesadaran cinta lingkungan sejak usia dini. Kami sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh Polsek Tempuling dalam mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih peduli terhadap kelestarian alam,” ujarnya
Beliau juga menegaskan bahwa program Green Policing tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan pendekatan preventif dan edukatif kepada masyarakat.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tambahnya.
Kapolsek berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup.
SIDIK24.COM,INHIL.-Guna memastikan progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) layak dan sesuai ketentuan, Inspektorat Daerah Militer (Itdam) XIX/Tuanku Tambusai (TT) melaksanakan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan di wilayah Kodim 0314/Inhil, Selasa (28/4/2026).
Tim Itdam XIX/TT yang dipimpin oleh Irutum Itdam XIX/TT, Kolonel Inf Agusto M. Lopez, turun langsung ke lapangan bersama Pabanda Wanwil Sterdam XIX/TT Mayor Arh Sugiono dan Kasi Matsi Zidam XIX/TT Mayor Czi Istamar untuk melakukan pengecekan progres pekerjaan.
Dalam kegiatan tersebut, tim turut didampingi oleh Pasi Ter Kodim 0314/Inhil Kapten Arh Sumaryono dan Danramil 04/Kuindra Kapten Czi Jhon Kenedi.
Kolonel Inf Agusto M. Lopez menyampaikan bahwa kegiatan peninjauan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan dan pengendalian yang dilaksanakan oleh Itdam XIX/TT, khususnya dalam memastikan seluruh program kerja dan penggunaan anggaran berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“Pengawasan ini penting untuk memastikan setiap kegiatan, khususnya pembangunan KDKMP, dilaksanakan sesuai ketentuan, serta menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas dan transparansi di lingkungan TNI AD,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemeriksaan yang dilakukan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai upaya pembinaan agar pelaksanaan program dapat berjalan tertib administrasi, tepat sasaran, serta dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun moral.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya profesionalisme dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan. Menurutnya, seluruh proses harus dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Kolonel Agusto juga mengapresiasi jajaran Kodim 0314/Inhil atas kesiapan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai keterlibatan Dinas PU Kabupaten Indragiri Hilir menjadi bukti adanya sinergi yang baik antara TNI dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan wilayah.
Selain itu, ia mengingatkan seluruh personel agar lebih teliti dalam administrasi, baik dalam penyusunan laporan keuangan, dokumentasi kegiatan, maupun kelengkapan bukti pendukung.
“Hal-hal kecil yang sering dianggap sepele justru dapat menjadi temuan dalam pemeriksaan apabila tidak diperhatikan dengan baik,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa koordinasi antar bagian harus terus ditingkatkan guna menghindari kesalahan teknis maupun administratif. Setiap personel diharapkan memahami tugas dan tanggung jawabnya serta mampu bekerja secara tim demi kelancaran program.
SIDIK24.COM, LOMBOK TIMUR – Di tengah riuhnya dinamika politik menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Lombok Timur, ada cerita yang tidak hanya berbicara soal perebutan posisi, tetapi juga tentang kesetiaan dan pengabdian. Cerita itu melekat pada sosok H. Ruhaiman, S.E., M.M., Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat dari Fraksi PPP, yang memilih tetap berjalan di jalur partai yang telah lama ia perjuangkan.
Bagi H. Ruhaiman, politik bukan sekadar arena kompetisi, melainkan ruang pengabdian yang menuntut konsistensi sikap. Pria yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Lombok Timur ini memandang Muscab bukan hanya ajang memilih pemimpin, tetapi momentum merawat arah dan identitas partai berlambang Ka’bah.
Pada Selasa, 28 April 2026, di hadapan para wartawan, ia menyampaikan keputusannya untuk maju sebagai calon Ketua DPC PPP Lombok Timur. Namun, nada bicaranya tidak menunjukkan ambisi berlebihan. Ia justru menekankan pentingnya menjaga marwah partai serta memperkuat peran kader di tengah masyarakat yang terus berubah.
Sebagai kader senior, H. Ruhaiman memahami bahwa kekuatan partai tidak dibangun dalam waktu singkat. Ia tumbuh bersama dinamika organisasi, merasakan pasang surut kepercayaan publik, hingga menyaksikan bagaimana loyalitas kader menjadi fondasi utama keberlangsungan partai.
Di tengah perjalanan itu, ia tidak luput dari berbagai isu yang beredar, termasuk yang mengaitkan dirinya dengan persoalan hukum. Dengan sikap tenang, ia menegaskan bahwa dirinya hadir dalam proses tersebut hanya sebagai saksi. Baginya, kejelasan posisi adalah bentuk tanggung jawab kepada publik agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.
“Ditengah isu miring yang melanda saat ini, insyaallah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tetap kompak dan solid” paparnya pada wartawan.
Ia pun mengajak masyarakat untuk melihat persoalan secara utuh. Menurutnya, hukum dan politik memiliki ruang masing-masing yang tidak seharusnya dicampuradukkan. Sikap bijak, kata dia, adalah kemampuan menempatkan sesuatu sesuai pada tempatnya.
Dalam percakapan yang sama, H. Ruhaiman juga menanggapi kabar mengenai pimpinan Maraqitta’limat, Dr. TGH. Hazmi Hamzar, S.H., M.H., yang disebut-sebut akan berlabuh ke Partai Solidaritas Indonesia. Ia tidak melihat hal tersebut sebagai ancaman, melainkan bagian dari dinamika demokrasi yang harus dihormati.
Menurutnya, sebuah partai tidak bergantung pada satu figur. Partai Persatuan Pembangunan, kata dia, memiliki akar yang kuat melalui jaringan kader dan simpatisan yang tersebar di berbagai daerah dan organisasi. Keyakinan itu tumbuh dari pengalaman panjangnya berinteraksi dengan basis massa di Lombok Timur.
Lebih dari itu, ia melihat bahwa dukungan terhadap PPP telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Tidak hanya terbatas pada satu kelompok, tetapi meluas ke komunitas yang beragam. Kondisi ini menjadi harapan sekaligus tanggung jawab untuk terus menjaga kepercayaan tersebut.
Keputusan H. Ruhaiman maju dalam kontestasi Muscab bukanlah tentang kemenangan pribadi. Ia memaknainya sebagai ikhtiar untuk memastikan kaderisasi berjalan, agar setiap daerah pemilihan diisi oleh sosok yang memiliki integritas dan kapasitas.
Di balik langkahnya, ada keyakinan sederhana bahwa partai akan tetap hidup selama kadernya mau bekerja dan berjuang. Bagi dirinya, menjaga eksistensi partai berarti menjaga harapan masyarakat yang selama ini menaruh kepercayaan.
Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, langkah itu mungkin terlihat sederhana. Namun, dari langkah langkah kecil itulah, perjuangan partai berlambang kiblat umat muslim tersebut akan menuju puncak kejayaannya.
SIDIK24.COM,INHIL.-Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 2 yang dilaksanakan oleh Polres Indragiri Hilir terus menunjukkan progres positif. Hingga Senin (27/4/2026) sore, pengerjaan jembatan yang berlokasi di Dusun Pangkalan Baru, Desa Tasik Raya, Kecamatan Batang Tuaka telah mencapai 50 persen.
Kegiatan pembangunan yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Batang Tuaka, IPTU Andrianto, S.H., M.H., dengan melibatkan personel Polsek Batang Tuaka bersama unsur dari Satbrimob, Ditsamapta, dan Ditpolairud Polda Riau, serta dibantu oleh tenaga tukang dan masyarakat setempat.
Adapun pekerjaan yang telah dilakukan meliputi pembuatan papan mal serta perakitan besi untuk balok jembatan, hingga pemasangan papan mal balok. Jembatan yang dibangun memiliki ukuran panjang 37 meter dan lebar 2,5 meter, yang diharapkan dapat menunjang akses transportasi masyarakat di wilayah tersebut.
Selama proses pengerjaan, tidak ditemukan kendala berarti. Kolaborasi antara personel kepolisian dan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur tersebut.
Kegiatan berakhir pada pukul 17.30 WIB dalam situasi aman dan kondusif.
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung pembangunan infrastruktur serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.
Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora, S.H, S.I.K melalui Kapolsek Batang Tuaka menyampaikan bahwa progres pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II yang telah mencapai 50 persen merupakan bukti nyata komitmen Polri dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan, sinergi antara personel dan masyarakat akan terus dijaga agar pembangunan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi warga.
SIDIK24.COM,INHIL.-Polres Indragiri Hilir (Inhil) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur masyarakat melalui program Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 2. Hingga akhir April 2026, sejumlah jembatan di beberapa wilayah hukum Polsek jajaran telah rampung dikerjakan, sementara lainnya masih dalam tahap penyelesaian.
Di wilayah Polsek Enok, pembangunan Jembatan Parit Atap Seng yang dimulai sejak 15 April 2026 telah selesai 100 persen pada 18 April 2026. Jembatan ini kini sudah dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Sementara itu, di wilayah Polsek Tembilahan, pembangunan Jembatan Lorong Lestari, Kelurahan Pekan Arba, juga telah rampung sepenuhnya pada 23 April 2026. Jembatan tersebut bahkan telah diresmikan oleh Kapolsek Tembilahan, dengan dihadiri Camat Tembilahan, Lurah Pekan Arba, serta tamu undangan lainnya.
Kemajuan serupa juga terlihat di wilayah Polsek Tempuling. Renovasi Jembatan Merah Putih Presisi di Parit Kajang, Desa Mumpa, yang dikerjakan sejak 20 April 2026, telah selesai 100 persen pada 26 April 2026. Pengerjaan dilakukan secara gotong royong melibatkan personel Polri, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Jembatan berukuran 12 x 4 meter tersebut dibangun menggunakan material batang kelapa sebagai tiang dan kayu meranti sebagai lantai, lengkap dengan pagar dan pengecatan. Seluruh proses berjalan lancar tanpa kendala dan situasi tetap kondusif.
Di wilayah Polsek Batang Tuaka, pembangunan jembatan di Dusun Pangkalan Baru, Desa Tasik Raya, masih berlangsung dengan progres mencapai 47 persen. Kegiatan yang dipimpin Kapolsek Batang Tuaka IPTU Andrianto, SH, MH ini melibatkan personel gabungan dari Polsek, Brimob, Dit Samapta, Sat Polair, serta masyarakat dan pekerja. Hingga saat ini, proses pengerjaan berjalan tanpa hambatan.
Sedangkan di wilayah Polsek Kempas, pembangunan dan renovasi jembatan menuju SD 012 Rumbai Jaya telah mencapai progres 70 persen. Pekerjaan yang dilaksanakan pada 26 April 2026 difokuskan pada pemasangan papan kayu baru. Kegiatan ini dipimpin Kapolsek Kempas IPTU Danu Hidayat, SE, MM bersama personel dan masyarakat setempat.
Secara keseluruhan, pelaksanaan pembangunan dan renovasi Jembatan Merah Putih Presisi di wilayah Polres Inhil berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti. Program ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat serta memperlancar aktivitas ekonomi dan pendidikan di daerah.
Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Farouk Oktora S.H, S.I.K, menyampaikan apresiasi atas capaian progres pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 2 yang telah menunjukkan hasil signifikan di sejumlah wilayah.
Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel, pemerintah daerah, serta masyarakat yang telah bersama-sama bergotong royong dalam percepatan pembangunan jembatan ini. Ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kapolres menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga sebagai upaya memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Kami berharap keberadaan jembatan yang telah rampung ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat untuk memperlancar akses transportasi, mendukung aktivitas ekonomi, serta mempermudah akses pendidikan,” tambahnya.
Ia juga memastikan bahwa jajaran Polres Inhil akan terus mengawal proses pembangunan di lokasi yang masih berlangsung hingga selesai, agar seluruh target program dapat tercapai dengan baik dan tepat waktu.
SIDIK24.COM,KAMPAR.-Upaya membangun kesadaran kolektif terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus diperkuat melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor.
Salah satunya melalui kegiatan Camping Kebangsaan Mahasiswa Riau yang diinisiasi oleh Tumbuh Institute di kawasan Rimbang Baling, pada 25–26 April 2026.
Kegiatan yang mengangkat tema “Bersama Wujudkan Green Policing, Green Generation, dan Cegah Karhutla” ini diikuti sekitar 150 mahasiswa dari BEM dan organisasi Cipayung Plus se Provinsi Riau.
Head of Tumbuh Foundation, Azairus Adlu, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai forum dialog yang jujur dan reflektif.
“Karhutla bukan hanya soal lingkungan, ini soal kesehatan, ekonomi, dan kepercayaan publik terhadap tata kelola negara. Karena itu, kami ingin menghadirkan ruang di mana semua pihak bisa duduk bersama, berdiskusi, dan membangun kesadaran kolektif,” ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa ancaman terhadap masa depan Riau tidak hanya datang dari karhutla, tetapi juga dari persoalan narkoba yang merusak generasi muda.
“Narkoba menghancurkan manusia, karhutla menghancurkan ruang hidup manusia. Keduanya lahir dari akar yang sama, yaitu keserakahan dan pembiaran. Maka melawan narkoba berarti menjaga manusia, dan melawan karhutla berarti menjaga masa depan,” kata Azairus.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai penggerak perubahan karena memiliki kekuatan berpikir kritis, pengaruh sosial, dan akses terhadap pengetahuan.
“Oleh sebab itu, keterlibatan mahasiswa tidak boleh lagi bersifat sporadis, melainkan harus menjadi gerakan yang terorganisir dan berkelanjutan,” jelasnya.
Puncak kegiatan berlangsung pada Sabtu malam melalui sesi api unggun kebangsaan yang menghadirkan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Founder Tumbuh Institute Rocky Gerung, serta aktivis HAM Hurriah.
Dalam kesempatan itu, Kapolda Riau menegaskan pentingnya membangun kesadaran kolektif dan perubahan pola pikir dalam menghadapi ancaman karhutla dan narkoba.
Ia mengingatkan bahwa Riau berpotensi menghadapi siklus karhutla besar, sebagaimana pernah terjadi pada 1997, sehingga diperlukan kesiapan dan keterlibatan semua pihak.
“Masalah seperti karhutla dan narkoba tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah atau kepolisian. Harus ada kolaborasi, mulai dari hulu melalui edukasi hingga hilir melalui penegakan hukum,” ujarnya.
Kapolda juga menegaskan komitmen tegas dalam pemberantasan narkoba, termasuk tidak mentolerir keterlibatan anggota kepolisian dalam jaringan tersebut.
Sementara itu, Rocky Gerung menempatkan isu karhutla dalam konteks yang lebih luas, sebagai bagian dari krisis ekologis global yang mengancam masa depan peradaban.
Ia menekankan bahwa persoalan lingkungan tidak lagi bisa dilihat secara parsial, melainkan harus dipahami sebagai bagian dari sistem global yang saling terhubung.
“Kita tidak sedang hanya membicarakan Riau atau Indonesia, tetapi masa depan bumi. Bumi ini satu-satunya ‘kapal’ yang kita miliki, dan semua manusia adalah penumpangnya,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai buffer intelektual dalam menghadapi krisis multidimensi, mulai dari ekonomi, energi, hingga ekologi.
Sementara itu, Hurriah menegaskan bahwa karhutla harus dilihat sebagai persoalan hak asasi manusia, karena berkaitan langsung dengan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang sehat.
“Karhutla bukan sekadar bencana alam, tetapi krisis yang terus diproduksi dan akhirnya dinormalisasi. Padahal itu berarti hak kita atas udara bersih sedang dicabut,” ujarnya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk memperkuat basis gerakan melalui riset dan advokasi kebijakan, tidak hanya aksi simbolik.
“Tanpa data, gerakan akan mudah dipatahkan. Mahasiswa harus mampu mengumpulkan data, menganalisis, dan menyusun rekomendasi kebijakan,” katanya.
Rangkaian kegiatan Camping Kebangsaan juga diisi dengan berbagai aktivitas yang dirancang untuk membangun pemahaman komprehensif peserta.
Selain api unggun kebangsaan, kegiatan diisi dengan sesi diskusi teknis bertema karhutla yang menghadirkan narasumber dari Ditreskrimsus Polda Riau, BPBD dan Pemadam Kebakaran Provinsi Riau, serta Manggala Agni.
Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi lapangan, tantangan penegakan hukum, serta upaya mitigasi karhutla yang selama ini dilakukan oleh berbagai pihak.
Tidak hanya itu, kegiatan juga dilanjutkan dengan forum diskusi kelompok (focus group discussion) yang membahas tentang isu narkoba dengan melibatkan narasumber dari Ditbinmas dan Ditresnarkoba Polda Riau.
Forum ini menjadi ruang interaktif bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan sekaligus memahami kompleksitas persoalan keamanan dan sosial di daerah
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir kesadaran baru di kalangan mahasiswa bahwa persoalan karhutla merupakan tanggung jawab bersama, sekaligus mendorong terbentuknya jejaring mahasiswa yang lebih solid dalam menjaga lingkungan dan masa depan Riau.
*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*
Silakan laporkan jika ada aduan mengenai aktivitas terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba di tempat tinggal Anda melalui WA ke no 08136306547.
Apabila masyarakat memerlukan pelayanan bantuan polisi lebih cepat silahkan laporkan ke Call Center 110.
Hormat kami,
Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad,S.H.,M.Si
Kabid Humas Polda Riau