sidik24com. MERANTI – Upaya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya layanan dokumen perjalanan, disambut baik oleh pihak Imigrasi.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Selatpanjang, Dendi Surya Agung Nugraha, menyampaikan hal tersebut saat bersilaturahmi dengan Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, Selasa (13/1/2026), di Kantor Bupati.
Dendi mengatakan, pihaknya siap untuk membuka pos layanan pembuatan paspor di wilayah Tanjung Samak. Menurutnya, keberadaan pos layanan paspor di ibukota Kecamatan Rangsang itu, dapat mempermudah masyarakat dalam mengurus dokumen perjalanan, khususnya paspor elektronik, tanpa harus menempuh jarak jauh.
“Melalui silaturahmi ini, kami menyampaikan rencana pembangunan pos layanan paspor di Tanjung Samak agar pelayanan keimigrasian semakin dekat dan mudah dijangkau masyarakat,” ujar Dendi.
Ia juga berharap adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti agar rencana tersebut dapat direalisasikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menyambut baik rencana yang disampaikan pihak Imigrasi Selatpanjang. Ia menilai kemudahan pelayanan keimigrasian sangat dibutuhkan, mengingat banyak masyarakat Meranti yang bekerja ke luar negeri.
“Kemudahan pengurusan paspor sangat penting bagi masyarakat kita. Saya berharap pelayanan keimigrasian dapat terus dipermudah,” kata Asmar.
Bupati juga mengingatkan para jajarannya yang terkait, untuk terus berkolaborasi dan bersinergi dengan pihak Imigrasi maupun instansi lainnya, sehingga pelayanan tersebut dapat segera dinikmati masyarakat.***
SIDIK24.COM,INHIL.-.-Pemerintah Desa (pemdes) Kulim Jaya Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir-Riau gelar acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dan Rembuk Stunting Tahun Anggaran 2026.di Aula Kantor Desa Kulim Jaya, Senen (12/01/2026)
Acara Tersebut dihadiri oleh; Camat Kempas Sumitro,SE, Sekcam Kempas, Kasi Kesos dan Staff Kecamatan Kempas, Kepala Desa (Kades) Kulim Jaya Almizon,S.Kom, Ketua TP-PKK Kulim Jaya Rosmini,S.Kom, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua BPD, LPM, Perangkat Desa, Ketua RT/RW, Kepala Dusun, Tomas,Toga,Kader PosYandu, Guru Paud,Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan Tokoh Masyarakat.
Dalam sambutannya Camat Kempas Sumitro,SE sekaligus membuka kegiatan Musrenbang Desa Kulim Jaya, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan. Ia menyatakan, “Musrenbang merupakan wadah untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik, kita bisa menciptakan program yang tepat sasaran dan bermanfaat bagi seluruh warga Kulim Jaya.
Saat menyampaikan sambutannya, Kepala Desa Kulim Jaya Almizon,S.Kom mengatakan “alhamdulilah hari ini kita mengadakan Musrenbangdes dan Rembuk Stunting Tahun 2026 dengan harapan dan tujuan kepada masyarakat agar bisa memberikan masukan, menyetujui dan menyepakati skala prioritas pembangunan yang akan diajukan demi kemajuan Desa Kulim Jaya ini jauh lebih baik lagi, Semua apa yang telah kita usulkan ini bisa tercapai semua”, Ujarnya
Dari Hasil Musrenbangdes 3 Usulan Skala Prioritas Antara Lain ;
1.Pembersihan sungai alam.
2.Pembangunan Jalan Lintas Pekantua-Pengalihan Keritang.
3.Box culvert Jalan Poros Desa
“saya sangat berharap kepada warga Desa Kulim Jaya ini prioritas kanlah usulan untuk kepentingan bersama yang sangat bermanfaat untuk semua, dan tentunya untuk kemajuan Desa ini agar perekonomian Desa Kulim Jaya lebih meningkat.” Ujar Almizon.
SIDIK24.COM,PEKANBARU.-Polda Riau mencegah peredaran narkotika senilai Rp 43,9 miliar jelang tahun baruan, pada 30 Desember 2025. Narkoba tersebut kini dimusnahkan.
Wakapolda Riau Brigjen Adrianto Jossy Kusumo mengatakan pengungkapan narkoba tersebut merupakan wujud kehadiran negara melindungi masyarakat dari ancaman bahaya narkotika.
“Narkotika adalan ancaman strategis global. Ini adalah wujud komitmen Polda Riau dalam upaya memberantas narkotika,” kata Brigjen Jossy di Mapolda Riau, Pekanbaru, Senin (12/1/2026).
Brigjen Jossy menyampaikan penindakan terhadap para pelaku narkotika ini merupakan wujud ketegasan Polda Riau dalam rangka menyelamatkan generasi penerus bangsa dari ancaman narkoba.
Sementara itu, Direktur Narkoba Polda Riau Kombes Putu Yudha mengatakan narkoba yang dimusnahkan berasal dari tiga kasus besar yang diungkap oleh Polda Riau. Ia merinci, kasus pertama dengan barang bukti 30 paket besar sabu seberat 28 kilogram, 46.783 butir ekstasi, dan 176,45 gram sabu.
“Dari tiga pengungkapan kasus ini ada tujuh tersangka yang kita amankan,” kata Kombes Putu.
Kombes Putu menyampaikan para tersangka merupakan jaringan internasional. Para tersangka berperan sebagai kurir dan pengedar yang langsung menerima dan mengambil barang dari Kota Dumai dan Kabupaten Rokan Hilir.
“Yang mana para tersangka rata-rata mengambil upah Rp 20 juta sampai Rp 60 juta per sekali antar jika barang tersebut sampai di lokasi tujuan,” imbuhnya.
Lebih rinci, Kombes Putu menjelaskan peran tersangka antara lain sebagai kurir darat yang menjemput narkotika di Dumai. Barang tersebut kemudian diantar ke Pekanbaru.
“Kemudian kita amankan juga tersangka yang di Pekanbaru, di mana tersangka ini nantinya akan mengantar narkotika ini ke Provinsi Jambi untuk menyambut tahun baru. Semua ini dikendalikan dari Lapas,” jelasnya.
Polda Riau saat ini masih melakukan pendalaman terhadap jaringan, termasuk pengendali dari luar. “Ini sudah kita kantongi namanya, saat ini kami sedang menelusuri dan analisis seluruh handphone dan aliran dana dari para tersangka,” jelasnya.
Dengan digagalkannya peredaran narkoba ini, Kombes Putu mengatakan kepolisian berhasil menyelamatkan ratusan ribu jiwa manusia dari ancaman narkoba.
“Barang bukti ini bisa menyelamatkan 196.132 jiwa kalau ini sempat beredar di masyarakat. Total nilai narkotika yang kita amankan ini Rp 43,9 miliar,” ujarnya.
Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika subsider Pasal 610 juncto
Pasal 609 UU RI No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
“Dengan pidana penjara hukuman mati, pidana seumur hidup atau penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun,” pungkasnya.
SIDIK24.COM,INHIL.-Kepolisian Sektor (Polsek) Tempuling bersama Pemerintah Desa Harapan Jaya dan masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong perbaikan jembatan penghubung antara Dusun Sukajadi menuju Dusun Tunas Baru, Desa Harapan Jaya, Kecamatan Tempuling,
Kabupaten Indragiri Hilir, Senin (2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB tersebut dipusatkan di Dusun Sukajadi RT 005 RW 003. Gotong royong ini merupakan bentuk sinergi Polri, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung perbaikan infrastruktur desa yang vital bagi aktivitas warga sehari-hari.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Tempuling, IPTU Delni Atma Saputra, S.H., M.H., dan diikuti oleh sejumlah personel Polsek Tempuling, antara lain PS. Kasium AIPTU Syarwani Syahril, PS. Kanitsamapta AIPDA Sudirman, S.H., PS. Kanitintelkam BRIPKA Radot Apri Sianturi, serta Bhabinkamtibmas BRIPKA Agus Sugiarto. Hadir pula Kepala Desa Harapan Jaya Eko Sugisantoso, Ketua BPD Rusian, perangkat desa, para kepala dusun, ketua RT/RW, serta sekitar 25 orang masyarakat setempat.
Jembatan yang diperbaiki berada di atas Anak Sungai Bayas dengan panjang sekitar 52 meter dan lebar 3,25 meter. Jembatan yang dibangun sejak tahun 2000 tersebut diketahui mengalami kerusakan parah dan merupakan akses utama penghubung jalan poros Dusun Sukajadi menuju Dusun Tunas Baru.
Dalam kegiatan perbaikan, digunakan sejumlah material berupa papan kayu 1,5 meter kubik, broti 0,5 meter kubik, kayu bulat sebanyak 15 batang, serta paku ukuran 4 dan 5 inci sebanyak 7 kilogram.
Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora S.H, S.I.K melalui Kapolsek Tempuling IPTU Delni Atma Saputra menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong ini bertujuan untuk meningkatkan rasa aman dan kenyamanan masyarakat, khususnya bagi warga dan anak-anak sekolah yang setiap hari melintasi jembatan tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan dan kesatuan, serta menumbuhkan kepedulian dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Perbaikan jembatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, bekerja bersama pemerintah desa dan warga untuk menjawab kebutuhan infrastruktur yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
SIDIK24.COM,JAKARTA — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait layanan Contact Center 110. Layanan ini ditegaskan bukan hanya berlaku di wilayah tertentu, melainkan dapat diakses oleh seluruh masyarakat di Indonesia tanpa biaya.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko. Ia menegaskan bahwa layanan 110 merupakan saluran resmi Polri yang disiapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat di mana pun berada.
“Masyarakat bisa menggunakan layanan contact center 110 secara gratis di seluruh Indonesia,” ujar Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko kepada Indozone, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, mekanisme penggunaan layanan ini sangat mudah. Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian cukup menghubungi nomor 110 melalui telepon seluler maupun telepon rumah.
“Masyarakat yang nantinya melakukan panggilan ke nomor akses 110 akan langsung terhubung ke operator yang akan memberikan layanan berupa informasi, pelaporan, dan pengaduan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Trunoyudo menjelaskan bahwa kehadiran Contact Center 110 merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kehadiran layanan contact center 110 Polri ditujukan untuk memenuhi harapan dan kebutuhan seluruh masyarakat di mana pun,” ungkapnya.
Dalam penyelenggaraannya, Polri juga telah menyiapkan sistem aplikasi terintegrasi yang memungkinkan setiap interaksi antara masyarakat dan Polri tercatat secara digital.
“Dalam penyelenggaraan layanan contact center, telah disiapkan sebuah sistem aplikasi yang memungkinkan pencatatan atau perekaman setiap interaksi Polri dan masyarakat, sehingga dapat dilakukan pengendalian terhadap respons kebutuhan masyarakat,” pungkas Trunoyudo.
Polri berharap, melalui optimalisasi layanan Contact Center 110, kehadiran negara dapat semakin dirasakan masyarakat, khususnya dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan secara cepat dan profesional.
SIDIK24.COM,PEKANBARU.-Wakapolda Riau Brigjen Adrianto Jossy Kusumo memimpin apel terakhir pada pagi ini. Brigjen Jossy menyampaikan pesan haru sebelum mengakhiri tugasnya di Polda Riau.
“Saudara-saudaraku, pada hari ini, Senin adalah apel terakhir saya sebagai wakapolda,” kata Brigjen Jossy dengan suara bergetar, di halaman Polda Riau, Jalan Pattimura, Pekanbaru, Senin (12/1/2026).
Brigjen Jossy menghentikan sebentar sambutannya. Ia meneteskan air mata saat hendak melanjutkan sambutannya.
“Satu kehormatan, satu anugerah saya bersama keluarga diterima oleh Bapak Kapolda yang luar biasa membimbing kami,” katanya terharu.
Lulusan Akpol 92 ini juga menyampaikan rasa bangganya bisa bekerja sama dengan para pejabat utama (PJU) Polda Riau selama 1 tahun ini.
“Saudara-saudaraku, saya tahu diri dan tahu bahwa saya tidak ada apa-apanya. Hanya karena Allah SWT mempermudah kami dan sekeluarga dan memberikan orang-orang hebat di sekeliling saya,” lanjutnya.
Sebelum menutup sambutannya, Brigjen Jossy kemudian menyampaikan soal persaudaraan. Ia memastikan persaudaraan dengan para personel di Polda Riau akan terus terjalin meski ia tak lagi menjabat sebagai Wakapolda.
“Jabatan itu adalah sementara. Tapi yang abadi adalah persaudaraan kita, meskipun nanti saya jauh dari sini, persaudaraan kita akan tetap terjalin. Terima kasih saudara-saudaraku sekalian,” katanya.
Sebagai informasi, Brigjen Jossy Kusumo dimutasi sebagai Wakapolda Kalimantan Timur. Posisinya digantikan oleh Brigjen Hengki Haryadi.
Sidik24com. MERANTI – Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti menunjukkan komitmen konkret dalam mendukung program Swasembada Pangan Nasional Tahun 2026 dengan menggelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I, Kamis (8/1/2026).
Kegiatan panen raya ini dipimpin langsung oleh Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., dan menjadi simbol kuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat tani dalam menjaga dan memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pejabat Utama Polres Kepulauan Meranti, Deputi Area Manager PT. ITA Hadi Purnawan, Camat Merbau Wan Jumiati, S.E., M.Si., Danramil 06 Merbau Kapten Arh Rikman Sinaga, Kapolsek Merbau AKP Jimmy Andre, S.H., M.H., Sekretaris Desa Bagan Melibur Soni Afrizal, S.Pd., M.M., Kelompok Tani Jaya Desa Bagan Melibur, serta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Merbau.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, sambutan dari Deputi Area Manager PT. ITA, serta sambutan Kapolres Kepulauan Meranti. Acara kemudian dilanjutkan dengan panen jagung secara simbolis, sesi foto bersama, dan partisipasi dalam Zoom Panen Raya Jagung Serentak Nasional Tahun 2026 yang digelar secara terpusat.
Dalam sambutannya, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga aktif mendukung berbagai program strategis nasional, termasuk ketahanan dan swasembada pangan.
“Panen raya jagung ini merupakan bentuk dukungan nyata Polres Kepulauan Meranti terhadap program Swasembada Pangan Nasional Tahun 2026, sekaligus wujud kolaborasi Polri bersama masyarakat dalam menjaga ketersediaan pangan di daerah,” tegas Kapolres.
Ia berharap, kegiatan ini mampu memperkuat stabilitas pangan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong ketahanan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Ke depan, Polres Kepulauan Meranti akan terus melakukan koordinasi dengan Bulog terkait penyerapan hasil panen, sekaligus mendorong keberlanjutan program pertanian berbasis kemitraan antara aparat, pemerintah, dunia usaha, dan kelompok tani.
Dengan sinergi lintas sektor tersebut, Polres Kepulauan Meranti optimistis kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan nasional akan semakin kuat dan berkelanjutan.***
SIDIK24.COM,PEKANBARU.-Tepat satu tahun berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG), Polda Riau terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur pendukung demi mewujudkan Generasi Emas 2045. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengungkapkan bahwa saat ini 15 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi penuh, dengan target total 18 unit dapur yang akan melayani kebutuhan gizi lebih dari 67 ribu murid di Bumi Lancang Kuning.
“Hari ini, tepat di tanggal 6 Januari 2025 secara resmi MBG diresmikan dan diterapkan dan hari ini tepat satu tahun dua hari,” kata Irjen Herry Heryawan di Madrasah Ibtidaiah Negeri (MIN) 1 Pekanbaru, Kamis (8/1/2026).
Bertepatan satu tahun program MBG ini berjalan, penerima manfaat pun berkembang tidak hanya kepada anak sekolah dan ibu hamil dan menyusui. Saat ini ada tambahan lima kategori penerima manfaat MBG yaitu tenaga pendidik, guru, difabel, lansia, dan anak-anak jalanan.
“Terima kasih Bapak Presiden, mudah-mudahan apa yang kita lakukan terus dengan berkolaborasi dengan teman media ini terus diterapkan di Riau,” katanya.
Herry Heryawan menambahkan atas arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, khususnya di Polda Riau telah membangun 15 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Tiga lagi tahap pembangunan, berarti total ada 18 dengan total penerima manfaat sekitar 67 ribu sekian murid,” katanya.
Mengutip Presiden Prabowo, Herry Heryawan menyampaikan bahwa makan bergizi gratis ini adalah investasi jangka panjang negara untuk mewujudkan Generasi Emas 2045.
“Untuk bagaimana anak-anak kita mendapatkan gizi seimbang dan mencapai cita-citanya. Ini adalah investasi yang sangat berharga, mudah-mudahan apa yang kita cita-citakan Generasi Emas 2045 dapat dihasilkan dengan baik,” lanjutnya.
Sementara itu, Sekda Provinsi Riau Syahrial Abdi yang turut hadir menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh daerah dalam mendukung program MBG.
“Saya Sekda Provinsi Riau selaku Ketua Satgas MBG Provinsi Riau terus melakukan koordinasi dengan seluruh sekda di kabupaten/kota,” kata Syahrial.
Syahrial menyampaikan pihaknya terus melakukan peningkatan pelayanan dalam mendukung program MBG.
“Progam ini untuk anak-anak masa depan bangsa,” imbuhnya.
Hadir di lokasi, Sekda Provinsi Riau Syahrial Abdi, Direktur Pemantau dan Pengawas Wilayah I MBG Pusat Harjito, KPPG Riau, dan Kepala Sekolah MIN 1 Pekanbaru beserta para murid.
SIDIK24.COM,PEKANBARU,-Sebuah gudang di Pergudangan Avian, Jalan Siak II, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Riau. Digrebek Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan. Sebanyak 160 juta batang rokok berbagai merek dengan nilai Rp300 Milliar diamankan.
Penggrebekan gudang tersebut dilakukan pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Tiga orang diamankan, namun pihak terkait belum merincikan inisial para tersangka.
Pantauan di lapangan sejumlah merek rokok ilegal yang diamankan dalam pengungkapan ini antara lain Manchester, HD Gold White, Londres, Vivo Mind, HD Bold Extra Sensation, dan Mer C.
“Dalam pengungkapan ini kami DJBC Kementerian Keuangan menyita sekitar 160 juta batang rokok ilegal dengan nilai ekonomi ditaksir mencapai Rp300 miliar dari sebuah gudang di kawasan Pergudangan Avian, Jalan Siak II, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Riau,” kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letnan Jenderal Djaka Budi Utama, dalam konferensi pers yang digelar di lokasi gudang Blok H Nomor 2, Rabu,(7/1/2026).
Djaka Budi Utama menyampaikan apresiasi kepada tim gabungan Bea Cukai bersama aparat penegak hukum yang berhasil mengungkap penimbunan rokok ilegal tersebut.
Menurutnya, pengungkapan dilakukan setelah petugas melakukan pengintaian intensif selama kurang lebih empat bulan.
“Ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi semua pihak, termasuk peran serta masyarakat. Bea Cukai berkomitmen untuk terus menekan peredaran rokok ilegal demi melindungi industri legal dan menjaga penerimaan negara,” ujar Djaka.
Ia menjelaskan, penggerebekan gudang dilakukan pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Dari lokasi, petugas menemukan ratusan juta batang rokok ilegal, baik rokok impor maupun produksi dalam negeri, yang tidak dilekati pita cukai.
Djaka menegaskan, wilayah Pekanbaru dan Provinsi Riau memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap peredaran barang ilegal karena letaknya yang strategis dan berdekatan dengan jalur perairan Selat Malaka. Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan sebagai jalur masuk dan distribusi rokok ilegal ke berbagai daerah di Indonesia.
“Penindakan ini menjadi peringatan bahwa peredaran rokok ilegal masih marak. Namun, negara hadir dan tidak tinggal diam terhadap aktivitas ilegal, khususnya di wilayah pesisir Sumatera,” tegasnya.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan tiga orang untuk dimintai keterangan. Namun hingga kini, identitas ketiganya belum diungkap karena proses penyelidikan masih terus berlangsung.
“Hingga saat ini kami masih melakukan pendalaman dan pengembangan kasus, termasuk untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab, pemilik gudang, serta jaringan distribusinya,” kata Djaka.
Ia menegaskan, penindakan tidak akan berhenti pada pelaku di lapangan semata. Bea Cukai berkomitmen mengusut kasus ini hingga tuntas.
“Kami tidak berhenti pada pelaku yang ada di gudang. Kasus ini akan kami usut sampai ke pihak yang paling bertanggung jawab,” ujarnya.
Djaka juga mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 Bea Cukai secara nasional telah berhasil menindak peredaran hampir satu miliar batang rokok ilegal. Penegakan hukum akan terus diperkuat sebagai bentuk perlindungan terhadap industri rokok legal dan penerimaan negara.
“Bea Cukai akan terus melakukan pengawasan dan penindakan secara konsisten. Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan peredaran rokok ilegal demi menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan,” pungkas Djaka.
Ekspos pengungkapan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Riau, di antaranya perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan Tinggi, serta Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Riau.
SIDIK24.COM,PEKANBARU.-Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan secara resmi meluncurkan program “Tabung Harmoni Hijau Polda Riau”, sebuah inovasi strategis yang bertujuan membekali personel Polri dan masyarakat dengan keterampilan pertanian modern dan kewirausahaan, sebagai upaya nyata mewujudkan kemandirian ekonomi serta mendukung ketahanan pangan nasional.
Peresmian program berlangsung khidmat dan menjadi bukti komitmen Polda Riau dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung kebijakan pemerintah di sektor pangan dan ekonomi berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Kapolda Riau menegaskan bahwa Tabung Harmoni Hijau bukan sekadar program penghijauan atau pemanfaatan lahan kosong, melainkan wadah edukasi sekaligus investasi keterampilan jangka panjang bagi personel Polri dan masyarakat.
“Kita ingin menciptakan ekosistem di mana setiap individu memiliki kemampuan mengelola sumber daya alam secara bijak. Melalui pertanian modern dan jiwa kewirausahaan, kita membangun masa depan yang mandiri dan sejahtera,” ucap Irjen Pol Herry Heryawan di lokasi di Jalan Limbungan, Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Rabu (7/1/2026).
Kapolda berharap keterampilan yang diperoleh melalui program ini dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, baik selama masih aktif bertugas maupun setelah purna tugas.
Program Tabung Harmoni Hijau Polda Riau dirancang secara terintegrasi dengan beberapa fokus utama, di antaranya, Edukasi Pertanian Modern, melalui pelatihan teknik tanam yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Penguatan Kewirausahaan, dengan pendampingan pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Peningkatan Kesejahteraan, yang diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi keluarga dan masyarakat sekitar dan kebermanfaatan Lingkungan, dengan menciptakan kawasan hijau yang asri sekaligus produktif di lingkungan Polda Riau.
Peresmian program ditandai dengan pemukulan gong oleh Kapolda Riau sebagai simbol dimulainya Tabung Harmoni Hijau, serta penandatanganan kerja sama pemanfaatan lahan antara Pemerintah Kota Pekanbaru dan Polda Riau. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho secara resmi memberikan pinjam pakai lahan kepada Polda Riau sebagai lokasi pengembangan program.
Usai peresmian, Kapolda Riau didampingi seluruh Pejabat Utama Polda Riau bersama Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho melakukan peninjauan langsung ke area lahan yang akan dijadikan pusat pelatihan dan pengembangan Tabung Harmoni Hijau.
Melalui program ini, Polda Riau menunjukkan peran aktif Polri tidak hanya sebagai penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga sebagai agen transformasi sosial dan ekonomi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Polri harus hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Program ini adalah salah satu bentuk pengabdian kami untuk mendukung kemandirian pangan, ekonomi kreatif, dan kesejahteraan bersama,” tegas Kapolda Riau.
Program Tabung Harmoni Hijau Polda Riau diharapkan dapat menjadi role model bagi instansi lain dalam memanfaatkan lahan dan potensi sumber daya manusia, sekaligus mendukung terwujudnya kemandirian pangan dan ekonomi berkelanjutan di Provinsi Riau.