SIDIK24.COM,INHIL.-Polres Indragiri Hilir bersama TNI (Kodim 0314 Inhil) melaksanakan patroli gabungan dalam rangka mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Tembilahan, Senin (1/9/2025) sore.
Kegiatan patroli dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Pamenwas Kompi III Siaga, AKP Buha R. Munthe, S.H., M.H. Patroli gabungan ini melibatkan 18 personel Polri dan 8 personel TNI.
Rute patroli meliputi sejumlah titik rawan di wilayah Tembilahan, antara lain Jalan Gajah Mada, Jalan Sudirman, Jalan Veteran, Jalan Soebrantas, Jalan Baharudin Yusuf, Jalan Sungai Beringin Parit 20, Jalan Gerilya, hingga kembali ke Mapolres Indragiri Hilir.
Dalam pelaksanaannya, personel gabungan melakukan patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), berinteraksi dengan masyarakat di sepanjang jalur patroli, serta melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan pengendara. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan terhadap kejahatan jalanan, khususnya tindak pidana 3C (curat, curas, dan curanmor).
Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora S.H, S.I.K, Melalui Pameswas Kompi III AKP Buha R. Munte mengatakan Patroli ini bertujuan untuk menjaga kondusifitas wilayah, menciptakan keamanan dan keselamatan lalu lintas, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran Polri dan TNI di tengah-tengah mereka,” ujar AKP Buha R. Munthe.
Kegiatan yang berakhir sekitar pukul 17.30 WIB tersebut berlangsung dalam keadaan aman dan terkendali. Kehadiran patroli gabungan mendapat apresiasi positif dari masyarakat yang merasa lebih aman dengan kehadiran aparat.
Pesisir Selatan – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pesisir Selatan menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Kabupaten Pesisir Selatan pada Senin (1/9/2025).
Massa tiba di halaman kantor DPRD sekitar pukul 14.00 WIB dengan melakukan orasi, sebelum kemudian memasuki ruang rapat DPRD pukul 14.30 WIB untuk berdialog langsung dengan pimpinan dan anggota dewan.
Audiensi tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Pesisir Selatan Darmansyah bersama wakil ketua dan anggota dewan lainnya, Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim, Kapolres Pesisir Selatan AKBP Derry Indra, serta perwakilan Kodim 0311/Pesisir Selatan.
Koordinator Lapangan, Hardiansyah Kurniawan, menyampaikan sejumlah tuntutan yang menjadi perhatian HMI. Di antaranya percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset, pemberlakuan hukuman mati bagi koruptor, serta pemecatan anggota DPR yang dinilai tidak mewakili kepentingan rakyat.
Selain itu, HMI juga menuntut penghapusan fasilitas istimewa bagi anggota DPR, penurunan gaji dan tunjangan, serta peningkatan transparansi keuangan legislatif.
“Kami menolak segala bentuk privilese yang menciptakan jurang antara wakil rakyat dan masyarakat. DPR seharusnya menjadi teladan dalam kesederhanaan, bukan justru menikmati fasilitas berlebihan,” ujar Hardiansyah yang juga menjabat Kepala Bidang ESDM BADKO HMI Sumbar.
Sementara itu, Ketua HMI Cabang Pesisir Selatan, Djusriatul Awaliyah, menyampaikan tuntutan khusus yang ditujukan kepada DPRD Pesisir Selatan. Menurutnya, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap tingkat kehadiran anggota dewan pada rapat paripurna, tunjangan pimpinan dan anggota, serta kinerja DPRD yang dinilai belum maksimal menjalankan amanat konstitusi.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua DPRD Pesisir Selatan Darmansyah menyampaikan apresiasi terhadap sikap kritis mahasiswa. Ia menilai langkah HMI merupakan bagian dari kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan daerah.
“Kami mengapresiasi adik-adik mahasiswa karena apa yang mereka sampaikan adalah untuk kemakmuran rakyat. Kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila ada hal-hal yang belum sesuai harapan. Polemik terkait DPR di tingkat nasional menjadi pelajaran bagi kami untuk berbenah, baik di pusat maupun di daerah,” katanya.
Darmansyah menegaskan DPRD Pesisir Selatan selalu berkomitmen menjaga kepercayaan rakyat dan bertanggung jawab terhadap amanah yang telah diberikan.
“Suara-suara di ruangan ini didengar oleh rakyat. Insyaallah DPRD Pessel akan selalu bersama rakyat,” tegasnya.
Pesisir Selatan – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dari Fraksi NasDem, Dani Sopian, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online yang tewas setelah dilindas kendaraan taktis milik Satuan Brimob saat aksi demonstrasi pada Kamis (28/8/2025) malam.
“Atas nama pribadi dan lembaga DPRD Pesisir Selatan, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Affan Kurniawan. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” ujar Dani Sopian pada wartawan di Painan, Senin (1/9/2025).
Dani juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas situasi yang terjadi. Menurutnya, peristiwa ini adalah duka bersama sekaligus pengingat penting bagi semua pihak agar lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan masyarakat.
“Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Pesisir Selatan. Peristiwa ini menjadi tamparan bagi kita semua untuk terus berbenah. Kita tidak ingin ada lagi korban berjatuhan hanya karena sebuah aksi yang semestinya bisa berjalan damai,” ucapnya lagi.
Lebih lanjut, Dani mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Ia menilai, penyelesaian masalah harus dilakukan dengan cara yang bijaksana dan melalui jalur hukum.
“Saya mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Jangan mudah terprovokasi oleh isu atau kabar yang belum jelas kebenarannya. Kita percayakan proses hukum kepada aparat, dan kita kawal agar berjalan transparan,” katanya.
Dani menegaskan DPRD Kabupaten Pesisir Selatan berkomitmen mendengarkan aspirasi masyarakat sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah. Ia berharap peristiwa tragis ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas, bukan memecah belah.
“Kita semua bersaudara, jangan biarkan duka ini menimbulkan perpecahan. Justru dari peristiwa ini mari kita bangun rasa kebersamaan, saling menghormati, dan saling melindungi. Semoga Allah SWT melindungi kita dan menjauhkan dari kejadian serupa di masa mendatang,” tuturnya.
Pesisir Selatan – Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Darmansyah, menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk selalu berpihak kepada masyarakat. Pernyataan itu disampaikannya saat menerima massa aksi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pesisir Selatan yang menggelar demonstrasi di kantor DPRD, Senin (1/9/2025).
Massa HMI tiba di halaman kantor DPRD sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap kinerja pemerintah daerah serta DPRD melalui orasi di depan gedung dewan.
Sekitar pukul 14.30 WIB, mahasiswa kemudian dipersilakan masuk ke ruang rapat DPRD untuk melanjutkan aspirasi mereka dalam bentuk audiensi. Pertemuan tersebut dihadiri Ketua DPRD Darmansyah beserta pimpinan dan anggota DPRD lainnya, Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim, Kapolres Pesisir Selatan AKBP Derry Indra, serta perwakilan Kodim 0311/Pesisir Selatan.
Dalam sambutannya, Darmansyah menyampaikan apresiasi terhadap mahasiswa yang dinilainya kritis dalam mengawal pembangunan daerah. Ia menegaskan, masukan dari HMI menjadi bahan introspeksi bagi DPRD untuk memperbaiki kinerja kedepan.
“Kami mengapresiasi adik-adik mahasiswa karena apa yang mereka sampaikan adalah untuk kemakmuran rakyat. Kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila ada hal-hal yang belum sesuai harapan. Polemik yang terjadi di Indonesia terkait DPR tentu menjadi pelajaran bagi kami untuk berbenah, baik di pusat maupun daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, DPRD Pesisir Selatan memiliki tanggung jawab besar atas amanah yang diberikan rakyat dan berkomitmen menjaga kepercayaan tersebut.
“Suara-suara di ruangan ini didengar oleh rakyat. Insyaallah DPRD Pessel akan selalu bersama rakyat,” tegas Darmansyah.
Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Dani Sopian, menilai aspirasi mahasiswa merupakan energi positif yang perlu terus dikawal agar pembangunan daerah berjalan sesuai harapan masyarakat.
“Kritik dari mahasiswa adalah bagian dari kontrol sosial yang harus kami dengarkan. Kami di DPRD terbuka terhadap masukan, karena tugas utama kami adalah memastikan kebijakan yang lahir benar-benar berpihak kepada rakyat. Kami berharap komunikasi seperti ini terus terjalin, sehingga pembangunan bisa lebih transparan dan akuntabel,” kata Dani Sopian.
Wakil Ketua DPRD lainnya, Hakimin, juga menyampaikan pandangannya. Ia menegaskan bahwa DPRD bukan hanya simbol politik, tetapi rumah rakyat yang wajib membuka diri terhadap kritik.
“Mahasiswa adalah bagian dari kekuatan moral bangsa. Kami di DPRD tidak boleh alergi terhadap kritik, justru harus menjadikannya bahan koreksi. Semua aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami catat dan tindak lanjuti sesuai mekanisme yang ada. DPRD akan tetap konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat Pesisir Selatan,” ucap Hakimin.
Audiensi berjalan tertib dengan penyampaian berbagai isu strategis yang diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh DPRD bersama pemerintah daerah.
SIDIK24.COM,INHIL.-Dalam rangka menanamkan kepedulian lingkungan sejak usia dini, Polsek Tempuling melaksanakan kegiatan Green Policing di SDN 008 Desa Teluk Jira, Kecamatan Tempuling, Senin (1/9/2025) pukul 07.30 WIB.
Kegiatan diawali dengan Upacara Bendera yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Tempuling, IPTU Delni Atma Saputra, S.H., M.H., selaku Pembina Upacara. Hadir pula Kepala Desa Teluk Jira Suryadi Nata, Kasium Polsek Tempuling Aipda Syarwani, Bhabinkamtibmas Desa Teluk Jira Bripka Ade Santoso, S.H., Kepala Sekolah SDN 008 Sukarni, S.Pd., para guru, staf, serta seluruh siswa-siswi.
Dalam amanatnya, Kapolsek menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam di tengah tantangan perubahan iklim. Ia mengajak para siswa tidak hanya fokus belajar, tetapi juga peduli lingkungan dengan membiasakan hidup bersih dan menanam pohon.
Menanam pohon bukan hanya kegiatan sesaat, tetapi harus menjadi kebiasaan dan karakter. Hal ini bermanfaat bagi kelestarian alam serta generasi penerus kita,” ujar IPTU Delni.
Kapolsek juga mengajak guru dan siswa berkomitmen menjaga lingkungan dengan prinsip “Melindungi Tuah, Menjaga Marwah” — di mana Tuah berarti kekayaan alam dan budaya, sementara Marwah adalah identitas, citra, serta wibawa yang harus dijaga.
Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora SH, SIK, Melalui Kapolsek Tempuling mengingatkan pentingnya disiplin di sekolah, membuang sampah pada tempatnya, dan menjauhi pelanggaran. Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan aksi penanaman pohon di lingkungan sekolah sebagai wujud nyata penerapan Green Policing.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh antusiasme dari para siswa maupun tenaga pendidik.
SIDIK24.COM,INHIL.-Dalam rangka mencegah serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), personel TNI – Polri dari Kodim 0314/Inhil dan Polres Inhil melaksanakan patroli gabungan pada Minggu (31/8/2025) malam.
Kegiatan patroli tersebut menyasar sejumlah ruas jalan dan titik keramaian di seputaran Kota Tembilahan. Dalam pelaksanaannya, personel memberikan imbauan secara humanis kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Komandan Kodim (Dandim) 0314/Inhil, Letkol Inf Fikky Nur Kuncoro Jati, S.H., M.Han., menyampaikan bahwa patroli gabungan ini merupakan bentuk nyata sinergitas TNI-Polri dalam menjaga situasi wilayah agar tetap kondusif.
“Melalui patroli ini, kami berharap dapat memberikan rasa aman, sehingga masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa khawatir terhadap potensi gangguan keamanan,” ujarnya.
Dandim berharap melalui patroli tersebut dapat memperkuat kedekatan aparat dengan masyarakat serta menjadi langkah preventif dalam menjaga stabilitas Kamtibmas di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.
Pesisir Selatan – Guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tim gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP melaksanakan patroli skala besar di wilayah Pesisir Selatan, Minggu (31/8/2025) malam.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Pessel, AKP Teguh Priyatno. Sebanyak 13 personel diturunkan dalam operasi tersebut, terdiri dari tujuh anggota Polres Pessel, tiga personel Kodim, dan tiga anggota Satpol PP.
Patroli dimulai pukul 19.00 WIB dengan menyasar sejumlah titik keramaian. Lokasi pertama yang dituju adalah kawasan wisata Pantai Carocok. Karena situasi di area tersebut terpantau sepi dan kondusif, tim melanjutkan patroli ke Simpang Kodim dan Taman Sipora untuk memastikan keamanan di titik vital lain.
Sepanjang kegiatan, kondisi wilayah tetap aman dan terkendali. Kehadiran petugas gabungan di lapangan juga memberi rasa tenang bagi masyarakat yang tengah beraktivitas di luar rumah.
Kabag Ops Polres Pessel, AKP Teguh Priyatno, menyampaikan bahwa patroli gabungan ini akan terus digencarkan, terutama pada akhir pekan.
“Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman saat beraktivitas. Patroli skala besar ini adalah bentuk sinergi antara TNI, Polri, dan Satpol PP dalam menjaga kamtibmas. Harapan kami, kehadiran petugas di lapangan dapat mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini,” ujarnya.
Ia menambahkan, Polres Pessel bersama instansi terkait akan terus memperkuat koordinasi dalam menjaga wilayah agar tetap kondusif.
Pesisir Selatan – Kapolres Pesisir Selatan (Pessel), AKBP Derry Indra, mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh provokasi, terutama melalui media sosial. Hal ini disampaikan dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah hukum Kabupaten Pesisir Selatan.
“Media sosial harus kita gunakan dengan cerdas. Jangan langsung percaya, apalagi ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Mari bersama-sama menjaga persatuan dan kedamaian di Pesisir Selatan,” ujar Kapolres di Painan, Minggu (31/8/2025).
Menurutnya, derasnya arus informasi di dunia maya kerap dimanfaatkan pihak tertentu untuk menebar kebencian dan memecah belah masyarakat. Karena itu, ia berharap warga lebih selektif dan tidak mudah terpancing isu-isu yang belum jelas sumbernya.
“Kami memahami adanya keresahan masyarakat atas berbagai peristiwa yang terjadi di tingkat nasional. Namun jangan sampai ada yang memanfaatkannya untuk membuat suasana di daerah kita menjadi tidak kondusif,” katanya.
Kapolres juga menegaskan, Polri akan bertindak tegas dan transparan dalam menindak setiap pelanggaran hukum, baik yang dilakukan masyarakat maupun aparat kepolisian di lapangan.
“Jika ada anggota yang melanggar prosedur, tentu akan diproses sesuai aturan yang berlaku. Kami berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat dengan bekerja profesional,” tegasnya.
Selain itu, AKBP Derry Indra turut mengajak insan pers dan jurnalis di Pesisir Selatan untuk bersinergi menjaga suasana kondusif. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang benar dan menyejukkan.
“Media adalah mitra strategis Polri. Kami berharap rekan-rekan jurnalis dapat membantu memberikan informasi yang benar, mendidik, dan menyejukkan masyarakat. Mari kita sama-sama menjaga Pesisir Selatan tetap aman dan damai,” tuturnya.
Pesisir Selatan – Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dari Fraksi PAN, Novermal, angkat bicara terkait temuan nasi bungkus berulat di SMPN 7 Sutera, Nagari Koto Taratak, Kecamatan Sutera.
Menurut Novermal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Selatan perlu segera membentuk tim pencari fakta untuk menindaklanjuti keluhan para siswa dan guru. Ia menegaskan, hasil temuan tim harus dibuka ke publik agar masyarakat tahu kejelasan masalah ini.
“Kalau ditemukan ada pelanggaran kontrak pengadaan, Dinas Pendidikan harus menjatuhkan sanksi tegas kepada pihak penyedia. Jangan sampai kasus seperti ini terulang lagi, karena menyangkut kesehatan anak-anak kita,” kata Novermal dihubungi wartawan, Jumat (29/8/2025).
Novermal menekankan, penyedia makanan harus benar-benar menjalankan kontrak dengan baik. Ia menyoroti soal porsi, jenis lauk-pauk, hingga kualitas gizi makanan.
“Ini bukan sekadar soal nasi dan lauk, tapi tentang hak anak-anak untuk mendapatkan makanan yang layak. Kita tidak ingin generasi kita tumbuh lemah hanya karena persoalan yang seharusnya bisa diawasi dengan baik,” ujarnya.
Novermal juga meminta agar spesifikasi menu makanan disampaikan secara terbuka kepada pihak sekolah dan siswa, sehingga pengawasan bisa dilakukan secara bersama.
“Kami minta ke depan jangan ada lagi menu yang asal-asalan. Kalau kontrak menyebut ayam, ya berikan ayam dengan porsi yang layak. Kalau daging, ya harus ada daging. Jangan diganti dengan lauk seadanya,” ucapnya.
Selain itu, ia mengingatkan pihak penyedia agar menjaga kebersihan dalam proses pengolahan makanan.
“Kebersihan itu harga mati. Kalau makanan kotor, apalagi sampai ada ulat, itu jelas membahayakan kesehatan siswa. Rekanan jangan main-main dengan urusan ini,” tambahnya.
Sebelumnya, sebuah video beredar di sejumlah grup WhatsApp yang memperlihatkan ulat pada nasi bungkus untuk guru SMPN 7 Sutera. Dalam video tersebut, beberapa guru tampak kaget menemukan ulat pada makanan yang dibagikan.
Seorang guru yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, persoalan kualitas makanan sudah lama dikeluhkan.
“Makanan yang dibagikan porsinya kecil, sering hanya ikan tongkol, ayam sedikit, jarang ada daging. Kebersihannya pun jauh dari kata layak,” ujarnya.
Keluhan juga datang dari para orang tua siswa. Mereka menilai, makanan yang disediakan tidak layak untuk anak-anak yang tinggal di asrama sekolah tersebut.
“Kalau begini terus, anak kami bisa sakit. Mereka butuh makanan bergizi, bukan nasi yang ada ulatnya,” kata salah seorang wali murid.
Orang tua lain menambahkan, pemerintah daerah harus bertanggung jawab karena program makan siswa ini sudah menghabiskan anggaran miliaran rupiah.
“Dana besar sudah digelontorkan, tapi kualitas makanan tidak terjaga. Jangan sampai anak-anak jadi korban karena lemahnya pengawasan,” ucapnya.
Untuk diketahui, SMPN 7 Sutera ditetapkan sebagai sekolah unggul berasrama oleh Pemkab Pessel pada masa pemerintahan Bupati Rusma Yul Anwar. Sekolah ini disebut sebagai percontohan dalam mencetak generasi berdaya saing nasional dan internasional. Namun, temuan nasi bungkus berulat ini justru mencoreng program tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel maupun pihak penyedia konsumsi, CV Mitra Langkisau Sejahtera, belum memberikan keterangan resmi.
Pesisir Selatan – Program makan untuk siswa SMPN 7 Sutera, Nagari Koto Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), jadi sorotan. Sebuah video viral memperlihatkan ulat dalam nasi bungkus yang dibagikan kepada guru di sekolah berasrama itu.
Padahal, program ini mendapat kucuran anggaran miliaran rupiah dari Pemkab Pessel. CV Mitra Langkisau Sejahtera disebut sebagai penyedia konsumsi bagi sekolah tersebut.
Dalam video yang beredar di sejumlah grup WhatsApp, beberapa guru terdengar kaget saat menemukan ulat pada nasi bungkus tersebut.
“Ondeeh mak oi,” ucap seorang guru dalam logat bahasa daerah setempat.
Guru lain menimpali, “Iko ulek apo ko kak? Ulek bulu mah ndak?” katanya.
Seorang guru yang tidak bersedia namanya disebutkan mengungkapkan, bahwa temuan nasi berulat ini bukan kejadian pertama. Menurutnya, sejak lama kualitas makanan yang disediakan penyedia sudah dikeluhkan.
“Makanan yang dibagikan porsinya kecil, sering hanya ikan tongkol, ayam pun sedikit. Daging jarang. Kebersihannya pun jauh dari kata layak,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (29/8/2025).
Orang tua siswa juga menyampaikan keluhan serupa. Mereka khawatir anak-anak yang tinggal di asrama justru terancam kesehatannya karena makanan yang diberikan tidak higienis.
Untuk diketahui, SMPN 7 Sutera ditetapkan sebagai sekolah unggul berasrama oleh Pemkab Pessel. Pada masa pemerintahan Bupati Rusma Yul Anwar, menyebut sekolah ini sebagai percontohan dalam mencetak generasi berdaya saing nasional dan internasional. Namun demikian, temuan makanan berulat ini justru mencoreng tujuan mulia tersebut.
Hingga kini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Selatan maupun pihak penyedia CV Mitra Langkisau Sejahtera belum memberikan keterangan resmi. Para orang tua siswa mendesak pemerintah segera mengevaluasi penyedia dan memastikan anggaran miliaran rupiah benar-benar bermanfaat bagi siswa.